Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gak Nyangka! Iko Uwais Jadi Teroris Pesawat, Bakal Baku Hantam Lawan Mantan Aktor Cilik Shaolin Popey di 'Wings of Dread'

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Gak Nyangka! Iko Uwais Jadi Teroris Pesawat, Bakal Baku Hantam Lawan Mantan Aktor Cilik Shaolin Popey di 'Wings of Dread'
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Iko Uwais Jadi Villain: Aktor laga kebanggaan Indonesia, Iko Uwais, berperan sebagai pimpinan pembajak pesawat yang kejam dalam film China terbaru berjudul Wings of Dread.
  • Lawan Main Legendaris: Iko akan beradu akting dan bertarung sengit melawan Ashton Chen, mantan aktor cilik yang sangat populer lewat film Shaolin Popey (Boboho).
  • Sudah Tayang di Bioskop: Selain menjadi aktor utama, Ashton Chen juga menyutradarai film berdurasi 86 menit ini, yang sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 28 Agustus.

Halo Sobat Pop! Ada kabar super seru nih dari aktor laga kebanggaan kita, Iko Uwais! Kali ini, suami Audy Item ini kembali melebarkan sayapnya di kancah internasional. Tapi, ada yang beda nih. Kalau biasanya Iko jadi pahlawan yang menyelamatkan hari, di film China terbaru berjudul Wings of Dread, dia justru bertransformasi menjadi sosok villain alias penjahat utama yang super kejam!

Bayangkan saja, Iko berperan sebagai Paquet, pimpinan komplotan kriminal berdarah dingin yang nekat mengambil alih kendali pesawat komersial. Teror mencekam ini terjadi di ketinggian 10.000 meter di atas permukaan laut, menyandera para penumpang dan menciptakan kepanikan luar biasa di udara.

Tapi tunggu dulu, yang bikin film ini makin menarik adalah lawan tanding Iko. Dia adalah Ashton Chen! Buat generasi 90-an, pasti gak asing lagi dong dengan wajahnya? Yup, Ashton adalah mantan aktor cilik yang dulu sangat populer lewat seri legendaris Shaolin Popey bareng si gembul Boboho. Kini, Ashton sudah dewasa dan berperan sebagai Gu Chaoyang, seorang polisi udara (air marshal) yang kebetulan berada di penerbangan maut tersebut.

Terjebak di dalam ruang kabin yang sangat terbatas di ketinggian 30.000 kaki, adu fisik sengit antara sang polisi udara dan dalang pembajakan tak lagi terhindarkan. Penonton bakal disuguhi bentrokan epik antara jurus pencak silat khas Iko Uwais melawan kelihaian kungfu ala Ashton Chen. Oh ya, selain jadi pemeran utama, Ashton Chen juga merangkap sebagai sutradara bersama Qin Pengfei untuk film berdurasi 1 jam 26 menit ini, lho! Film Wings of Dread sendiri sudah bisa kamu saksikan di bioskop Indonesia sejak 28 Agustus lalu sebelum nantinya rilis di platform streaming.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat keputusan Iko Uwais mengambil peran antagonis di industri perfilman luar negeri adalah langkah taktis yang sangat cerdas. Selama ini, aktor laga Asia sering kali terjebak dalam stereotip 'hero' yang monoton atau sekadar sidekick yang baik hati. Dengan menjadi Paquet, Iko membuktikan bahwa range aktingnya tidak terbatas pada karakter protagonis yang lurus-urus saja. Karakter villain menuntut karisma yang berbeda—tatapan mata yang dingin, gestur yang mengintimidasi, dan bagaimana ia mengontrol tensi ketegangan di layar tanpa harus selalu mengandalkan fisik. Ini adalah portofolio yang luar biasa untuk karier globalnya setelah sebelumnya tampil apik di The Expendables 4.

Bicara soal lawan mainnya, duel antara pencak silat dan kungfu di ruang sempit (kabin pesawat) adalah sebuah gimmick sinematik yang sangat menjual. Pertemuan Iko dan Ashton Chen bukan cuma soal koreografi laga, tapi juga benturan nostalgia. Kita melihat Ashton Chen tumbuh dari bocah botak lincah di kuil Shaolin menjadi seorang action star sekaligus sutradara yang matang. Mengarahkan film aksi di ruang terbatas seperti kabin pesawat itu luar biasa sulit. Dibutuhkan kejelian sudut kamera (angle) agar pertarungan tidak terlihat repetitif dan membosankan. Di sinilah kolaborasi Ashton dan penata laga Qin Pengfei diuji untuk menyajikan aksi yang intens namun tetap estetis.

Namun, ada satu catatan kritis dari saya. Durasi film yang hanya 86 menit terasa sangat singkat untuk sebuah thriller pembajakan pesawat yang kompleks. Dengan durasi sependek itu, ada risiko besar bahwa pengembangan karakter (character development) akan dikorbankan demi mengejar tempo aksi yang cepat. Kita mungkin tidak akan mendapatkan latar belakang yang kuat mengapa karakter Paquet (Iko) melakukan pembajakan tersebut, atau bagaimana dinamika psikologis para sandera di dalam pesawat. Film ini tampaknya memang didesain murni sebagai popcorn movie—tontonan yang memanjakan mata dengan aksi baku hantam tanpa perlu membuat penonton berpikir terlalu keras.

Secara keseluruhan, Wings of Dread adalah bukti nyata bagaimana pasar film China semakin gencar merangkul talenta-talenta terbaik Asia Tenggara untuk memperluas daya tarik pasar mereka, khususnya di Indonesia. Kehadiran Iko Uwais jelas menjadi magnet utama bagi penonton lokal. Meskipun mungkin tidak akan menjadi mahakarya klasik, film ini berhasil memberikan apa yang diinginkan penonton: aksi laga tanpa henti, nostalgia masa kecil lewat Ashton Chen, dan kebanggaan melihat aktor lokal kita mengintimidasi layar lebar internasional sebagai badass villain.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Siapa nama karakter yang diperankan Iko Uwais di film Wings of Dread?
A: Iko Uwais berperan sebagai Paquet, pimpinan komplotan kriminal kejam yang membajak pesawat komersial.

Q: Apakah film Wings of Dread sudah tayang di Indonesia?
A: Ya, film ini sudah mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia sejak tanggal 28 Agustus sebelum nantinya dirilis di layanan streaming.

Q: Siapa sutradara film Wings of Dread?
A: Film ini disutradarai langsung oleh sang pemeran utama, Ashton Chen, yang berkolaborasi dengan sutradara Qin Pengfei.

Meow! Tanya Nesi!
😸