Mitsubishi Pajero 5th Gen: Kembalinya Raksasa Off‑Road dengan Ladder Frame & Teknologi S‑AWC!
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Ringkasan Singkat
- Generasi kelima Pajero resmi debut 2 September 2026, bagian dari 13 model baru Mitsubishi hingga 2031.
- Kembali ke chassis ladder frame berbasis Triton, dipadukan dengan sistem Super‑All Wheel Control (S‑AWC) dan transfer case Super Select 4WD‑II.
- Varian powertrain meliputi turbodiesel 2.4 L, hybrid diesel, PHEV, dan rencana EV, serta interior futuristik dengan layar 14,3 inci dan kursi kulit semi‑aniline.
Mitsubishi mengumumkan bahwa generasi kelima Pajero akan meluncur secara global pada 2 September 2026, menandai babak baru dalam strategi peluncuran 13 kendaraan baru hingga 2031. Model ini tidak lagi memakai sasis monokok yang dipakai pada generasi sebelumnya; alih‑alih, ia kembali ke ladder frame yang di‑tune khusus dari platform pickup Triton. Pendekatan body‑on‑frame ini dipilih untuk menegaskan kembali kemampuan off‑road yang legendaris sekaligus menambah stabilitas dan kenyamanan di jalan raya.
Di bawah kap, Pajero 5th Gen diperkirakan akan menampung mesin turbodiesel 2,4 liter yang sudah teruji pada Triton, dengan output yang belum diungkap secara resmi namun diprediksi berada di kisaran 180‑200 hp dan torsi lebih dari 430 Nm. Selain itu, Mitsubishi menyiapkan rangkaian powertrain alternatif: hybrid diesel, plug‑in hybrid (PHEV), dan bahkan varian listrik murni (EV) untuk pasar yang semakin mengarah ke elektrifikasi.
Penggerak empat roda menjadi tulang punggungnya, dengan sistem Super‑All Wheel Control (S‑AWC) yang mengintegrasikan vektor torsi, kontrol traksi, dan sistem pengereman anti‑selip. Transfer case Super Select 4WD‑II menawarkan lima mode berkendara: Gravel, Sand, Mud, Rock, serta mode On‑Road, lengkap dengan rear diff lock untuk menaklukkan medan paling menantang.
Desain eksterior menampilkan lampu LED piksel vertikal yang memberi kesan futuristik sekaligus meningkatkan visibilitas. Di dalam, dashboard berukuran 14,3 inci menampilkan Multi Meter—reinkarnasi digital tiga panel indikator klasik Pajero—serta kursi kulit semi‑aniline berventilasi, konsol tengah dengan kenop dial 4WD, dan wireless charger. Semua elemen ini dirancang untuk memberikan pengalaman premium tanpa mengorbankan karakter “cross‑country SUV”.
Penamaan kembali Pajero menjadi satu lini model tersendiri, mirip dengan jejak Pajero Mini and iO di masa lalu, menandakan ambisi Mitsubishi untuk menghidupkan kembali warisan off‑road yang ikonik. Peluncuran awal ditargetkan ke pasar Asia pada awal 2027, dengan rencana masuk ke Amerika Serikat pada 2030 menggunakan nama Montero.
Analisis Pakar
Secara teknis, keputusan Mitsubishi untuk kembali ke ladder frame bukan sekadar nostalgia. Platform body‑on‑frame memberikan keunggulan dalam hal kekakuan torsional dan kemampuan menahan beban berat, dua faktor krusial bagi SUV yang ditujukan untuk medan ekstrem. Dengan mengadaptasi sasis Triton, Mitsubishi tidak hanya menghemat biaya pengembangan, tetapi juga memanfaatkan rangka yang sudah terbukti tahan lama dalam kondisi kerja berat.
Namun, tantangan terbesar terletak pada penyelarasan antara off‑road capability dan on‑road comfort. Konsumen modern menuntut suspensi yang dapat meredam goncangan tanpa mengorbankan stabilitas pada kecepatan tinggi. Saya berharap Mitsubishi mengintegrasikan sistem suspensi adaptif atau setidaknya menggunakan baris pegas yang lebih progresif, sehingga Pajero dapat bersaing dengan pesaing seperti Toyota Land Cruiser dan Land Rover Defender yang sudah menguasai segmen ini.
Di sisi powertrain, mesin turbodiesel 2,4 L memang sudah terbukti handal, tetapi era emisi kini menuntut efisiensi yang lebih tinggi. Pengembangan varian hybrid diesel and PHEV adalah langkah tepat, namun implementasinya harus memastikan tidak ada penurunan torsi pada titik rendah—karena itulah keunggulan diesel dalam off‑road. Jika Mitsubishi dapat menyeimbangkan output listrik dengan karakteristik diesel, Pajero 5th Gen dapat menjadi pionir dalam segmen SUV hybrid diesel.
Terakhir, teknologi S‑AWC dan Super Select 4WD‑II akan menjadi pembeda utama. Sistem vektor torsi yang dapat mengalihkan daya secara real‑time antar roda akan memberikan traksi optimal di medan beragam. Namun, kompleksitas elektronik ini menuntut keandalan tinggi; kegagalan sensor atau software dapat berakibat fatal di situasi kritis. Mitsubishi harus memastikan proses validasi yang ketat dan menyediakan layanan purna jual yang siap menangani isu‑isu elektronik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan tepatnya Mitsubishi Pajero generasi ke‑5 akan tersedia di Indonesia?
A: Diperkirakan awal 2027, bersamaan dengan peluncuran regional Asia. - Q: Apakah Pajero 5th Gen akan tetap menggunakan mesin diesel 2,4 L?
A: Ya, sebagai standar, namun akan ada varian hybrid diesel, PHEV, dan rencana EV di masa depan. - Q: Apa perbedaan utama antara sistem S‑AWC pada Pajero baru dengan sistem 4WD konvensional?
A: S‑AWC menggabungkan kontrol vektor torsi, distribusi traksi elektronik, dan mode berkendara yang dapat dipilih, memberikan traksi lebih optimal dibandingkan transfer case manual tradisional.


