Kim Sang Sik Guncang AFF 2026: Vietnam Raih Gelar Kedua Berturut-turut!

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Kim Sang Sik Guncang AFF 2026: Vietnam Raih Gelar Kedua Berturut-turut!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Vietnam menjuarai Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Thailand dengan agregat 4-2.
  • Kim Sang Sik menjadi pelatih pertama Vietnam yang meraih dua gelar AFF, sekaligus menorehkan sejarah dua kali beruntun.
  • Drama gol bunuh diri, penalti meleset, dan serangan balasan akhir menit menambah sensasi final yang tak terlupakan.

Di Stadion My Dinh yang dipenuhi sorak sorai pendukung, Vietnam menutup babak pertama dengan skor imbang 2-2 melawan Thailand. Namun, ketegangan belum usai. Pada menit ke‑52, kiper Thailand Chatchai Bootprom secara tidak sengaja menelan bola hasil tendangan Kim Sang Sik yang dinaturalisasi, Do Hoang Hen. Gol bunuh diri ini menjadi titik balik, mengubah agregat menjadi 3-2 untuk Vietnam.

Thailand tak menyerah. Pada menit ke‑85, Wanchai Jarunongkran menyeimbangkan kembali kedudukan 3-3. Namun, drama belum selesai. Di menit tambahan babak kedua, Wanchai justru menjadi pelaku gol bunuh diri yang menutup babak dengan skor 4-3 untuk Vietnam. Dengan agregat 4-2, Kim Sang Sik menorehkan sejarah: pelatih pertama yang membawa Vietnam menjuarai Piala AFF 2026 dua kali berturut‑turut.

Analisis Pakar

Keberhasilan Kim Sang Sik bukan sekadar kebetulan. Taktik fleksibel yang menggabungkan pressing tinggi pada fase serangan and disiplin zonal pada pertahanan memberi Vietnam keunggulan psikologis. Ia menyiapkan skema 4‑3‑3 yang memungkinkan sayap cepat menembus lini pertahanan Thailand, sementara gelandang tengah menahan ritme permainan, menunggu momen untuk melepaskan tembakan jarak jauh.

Selain itu, keputusan berani menurunkan pemain naturalisasi Do Hoang Hen pada menit-menit krusial menambah dimensi serangan yang tak terduga. Gol bunuh diri Chatchai bukan sekadar kebetulan; itu mencerminkan tekanan mental yang diciptakan oleh pola pressing Kim yang menutup ruang gerak lawan. Pada fase akhir, ketenangan mental pemain Vietnam dalam mengeksekusi tendangan sudut menjadi faktor penentu.

Bandingkan dengan Thailand, yang meskipun memiliki talenta individu, tampak kurang konsisten dalam transisi pertahanan-ke‑serangan. Penalti yang meleset pada awal babak kedua menandakan kurangnya ketajaman eksekusi di bawah tekanan. Sementara itu, kegagalan mengontrol bola di area pertahanan memberi peluang bagi Vietnam untuk menciptakan peluang berbahaya.

Ke depan, tantangan bagi Vietnam adalah mempertahankan momentum ini di kompetisi regional lain. Jika Kim Sang Sik dapat terus menyesuaikan taktiknya dengan lawan yang lebih beragam, Vietnam berpotensi menjadi kekuatan dominan di Asia Tenggara selama dekade berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Bagaimana cara Kim Sang Sik menyiapkan taktik melawan Thailand?
  • A: Ia mengandalkan pressing tinggi, formasi 4‑3‑3, and memanfaatkan kecepatan sayap untuk memaksa pertahanan Thailand terbuka.
  • Q: Apakah Vietnam pernah menjuarai Piala AFF sebelumnya?
  • A: Ya, Vietnam pernah menjadi juara pada 2018, namun gelar 2026 ini menjadi yang pertama kali diraih secara beruntun.
  • Q: Siapa pemain kunci yang mencetak gol bunuh diri untuk Thailand?
  • A: Gol bunuh diri pertama dilakukan oleh kiper Chatchai Bootprom, sedangkan gol bunuh diri kedua oleh Wanchai Jarunongkran pada menit tambahan.
Meow! Tanya Nesi!
😸