InJourney Menjadi Raksasa Pendapatan Nasional: Transformasi Besar yang Mengguncang Industri Pariwisata & Aviasi
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ringkasan Singkat
- InJourney masuk jajaran perusahaan dengan pendapatan tertinggi di Indonesia setelah lima tahun transformasi menyeluruh.
- Transformasi mencakup penyehatan keuangan, ekspansi Bandara Soekarno Hatta, dan peluncuran KEK Kesehatan Sanur yang menargetkan health‑tourism.
- Direktur Utama Maya Watono menekankan agenda value creation, sustainability, dan peran sebagai “agent of development” bagi bangsa.
InJourney resmi tercatat sebagai salah satu entitas dengan pendapatan terbesar di Indonesia. Dalam pernyataan eksklusif kepada CNBC Indonesia pada BUMN Progress Update Rabu, 26 Agustus 2026, Direktur Utama Maya Watono menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar profitabilitas, melainkan juga value creation, accountability, dan tata kelola yang transparan.
“Sebagai agent of development for the nation, peran kami sangat‑sangat penting. Kita harus memastikan bahwa pelayanan publik berjalan optimal,” ujar Watono. Pernyataan tersebut menegaskan posisi strategis InJourney sebagai motor penggerak integrasi antara pariwisata dan aviasi dari hulu ke hilir.
Transformasi yang dijalankan selama lima tahun terakhir tidak sekadar “menyulap” aset, melainkan melakukan penyehatan keuangan dan business review fundamental. “Tanpa fondasi keuangan yang kuat, tidak mungkin membangun bisnis yang berkelanjutan,” kata Maya. Hasilnya, seluruh anak perusahaan kini berada pada jalur pertumbuhan yang lebih sehat.
Di sektor Bandara Soekarno Hatta, InJourney berhasil meningkatkan kapasitas penumpang dari 56 juta menjadi 66 juta per tahun melalui rezoning terminal 1, 2, dan 3. Efisiensi operasional diperkirakan menyumbang nilai ekonomis sebesar Rp14 triliun bagi negara.
Sementara itu, di ranah pariwisata, InJourney meluncurkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur. Kawasan ini menjadi destinasi kesehatan premium pertama di Indonesia dengan layanan bertaraf internasional, menargetkan pasar health tourism yang diperkirakan dapat mengalihkan arus pasien luar negeri kembali ke dalam negeri.
Analisis Pakar
Transformasi InJourney merupakan contoh klasik “strategi korporasi BUMN 4.0” yang menggabungkan restrukturisasi keuangan dengan ekspansi aset strategis. Dari perspektif makroekonomi, peningkatan kapasitas bandara tidak hanya meningkatkan pendapatan langsung dari aeronautika, tetapi juga menstimulasi multiplier effect pada sektor logistik, perhotelan, dan ritel di sekitarnya. Dengan tambahan Rp14 triliun nilai efisiensi, pemerintah dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk infrastruktur publik tanpa menambah beban fiskal.
KEK Sanur menandai langkah ambisius Indonesia untuk masuk dalam persaingan global health‑tourism. Jika dikelola dengan standar akreditasi internasional, kawasan ini dapat menarik setidaknya 200.000 wisatawan medis per tahun, menghasilkan devisa tambahan yang signifikan. Namun, keberhasilan bergantung pada sinergi antara regulator kesehatan, asuransi, dan penyedia layanan pendidikan medis.
Namun, ada risiko yang perlu diwaspadai. Penyehatan keuangan yang agresif sering kali melibatkan pemotongan biaya operasional dan restrukturisasi tenaga kerja. Jika tidak diimbangi dengan investasi pada inovasi digital, InJourney dapat kehilangan daya saing terhadap maskapai dan operator bandara swasta yang lebih lincah. Oleh karena itu, penting bagi manajemen untuk menyeimbangkan efisiensi dengan investasi pada teknologi seperti AI‑driven passenger flow management dan platform booking terintegrasi.
Secara keseluruhan, InJourney berada pada posisi yang tepat untuk menjadi “Asian powerhouse” di sektor aviasi‑pariwisata. Kunci selanjutnya adalah memperkuat tata kelola risiko, memperluas jaringan kerjasama regional, dan memastikan bahwa setiap proyek transformasi menghasilkan ROI yang terukur dalam jangka menengah hingga panjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa saja langkah utama penyehatan keuangan yang dilakukan InJourney?
A: InJourney melakukan restrukturisasi utang, penjualan aset non‑strategis, serta optimalisasi biaya operasional melalui digitalisasi proses bisnis. - Q: Berapa kapasitas penumpang baru Bandara Soekarno Hatta setelah transformasi?
A: Kapasitas meningkat menjadi sekitar 66 juta penumpang per tahun, naik 10 juta dari kapasitas sebelumnya. - Q: Kapan KEK Kesehatan Sanur mulai beroperasi secara penuh?
A: Proyek diproyeksikan selesai pada akhir 2027 dengan fase operasional awal dimulai pada kuartal pertama 2028.


