Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Drama Italia Cabut Dukungan! Infantino Terancam di Pemilihan FIFA 2027

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Drama Italia Cabut Dukungan! Infantino Terancam di Pemilihan FIFA 2027
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menarik dukungan terhadap Gianni Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA 2027.
  • Keputusan FIGC didasari isu transparansi dan kesepakatan dengan UEFA serta presiden Aleksander Ceferin.
  • Pemilihan akan digelar pada Kongres ke‑77 FIFA di Rabat, Maroko, 18 Maret 2027, menandai pertarungan akhir karier Infantino.

Roma, Italia – Dalam sebuah pernyataan berani yang dipublikasikan di situs resmi, FIGC mengumumkan penarikan dukungan terhadap Gianni Infantino sebagai kandidat presiden FIFA pada pemilihan Maret 2027. Langkah ini menandai perubahan strategi politik sepak bola Italia yang selama ini menjadi sekutu kuat sang pemimpin global.

“Keputusan ini diambil untuk menegaskan posisi transparansi FIGC dalam rangka memenuhi kesepakatan dengan UEFA dan presiden Aleksander Ceferin setelah inisiatif Infantino mengembangkan kompetisi internasional,” bunyi pernyataan resmi.

Sejak 2016, Infantino memimpin FIFA, menggantikan era kelam Sepp Blatter. Dua periode terakhir (2019‑2023 dan 2023‑2027) menegaskan kebijakannya, namun aturan FIFA membatasi seorang presiden maksimal tiga masa jabatan. Karena masa 2016‑2019 tidak dihitung sebagai periode penuh, Infantino kini mengincar masa ketiga yang kontroversial.

Penolakan terhadap pencalonannya tidak hanya datang dari Italia. Kevin Lamour, Chief Operating Officer FIFA, serta anggota Dewan Sandor Csanyi juga mengkritik. Di sisi lain, dukungan masih mengalir dari PSSI melalui Erick Thohir, menambah dinamika politik sepak bola internasional.

Pemilihan presiden FIFA akan berlangsung pada Kongres ke‑77 FIFA di Rabat, Maroko, 18 Maret 2027. Agenda utama: menentukan siapa yang akan memimpin badan sepak bola dunia selama lima tahun ke depan.

Analisis Pakar

Penarikan dukungan FIGC bukan sekadar langkah taktis, melainkan sinyal kuat bahwa Infantino kini berada di persimpangan jalan. Italia, sebagai salah satu anggota pendiri UEFA, memiliki bobot politik yang signifikan dalam proses voting. Dengan menegaskan komitmen pada transparansi, FIGC berusaha menyeimbangkan kepentingan nasional dengan tekanan internasional yang menuntut reformasi struktural di FIFA.

Strategi ini juga mencerminkan dinamika internal UEFA. Aleksander Ceferin, yang selama ini bersikap kritis terhadap kebijakan Infantino, Millwall vs Newcastle United menjadi contoh ketegangan kompetisi klub di tingkat domestik. Hal ini dapat memperkuat posisi UEFA dalam negosiasi agenda kompetisi internasional, termasuk reformasi format Piala Dunia dan penjadwalan kompetisi klub.

Namun, tidak dapat diabaikan bahwa keputusan ini membuka peluang bagi kandidat alternatif yang belum teruji. Jika Infantino kehilangan mayoritas suara, FIFA dapat memasuki fase transisi yang penuh ketidakpastian, berpotensi mengganggu proyek-proyek besar seperti World Cup 2026 dan reformasi keuangan yang sedang berjalan.

Di sisi lain, dukungan PSSI melalui Erick Thohir menandakan bahwa Asia masih berusaha mempertahankan pengaruhnya di panggung global. Jika koal

Meow! Tanya Nesi!
😸