Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tidur dengan Kaki Keluar Selimut? 10 Alasan Mengejutkan yang Bikin Kamu Penasaran!

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Tidur dengan Kaki Keluar Selimut? 10 Alasan Mengejutkan yang Bikin Kamu Penasaran!
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Kaki yang terjepit selimut dapat meningkatkan suhu tubuh, jadi tubuh secara otomatis mengeluarkannya untuk mendinginkan diri.
  • Pembuluh darah di pergelangan kaki berperan penting dalam mengatur suhu inti sebelum tidur.
  • Memilih bahan tidur yang breathable seperti wool atau katun dapat mengurangi kebutuhan mengeluarkan kaki.

Ringkasan Singkat

  • Kaki yang terjepit selimut dapat meningkatkan suhu tubuh, jadi tubuh secara otomatis mengeluarkannya untuk mendinginkan diri.
  • Pembuluh darah di pergelangan kaki berperan penting dalam mengatur suhu inti sebelum tidur.
  • Memilih bahan tidur yang breathable seperti wool atau katun dapat mengurangi kebutuhan mengeluarkan kaki.

Siapa sangka kebiasaan mengeluarkan satu atau dua kaki dari selimut ternyata bukan sekadar kebiasaan aneh, melainkan strategi tubuh untuk menurunkan suhu inti sekitar 1‑2°C sebelum masuk fase tidur nyenyak. Natalie Pennicotte-Collier, terapis tidur ternama, menjelaskan bahwa penurunan suhu ini krusial agar circadian rhythm berjalan mulus. Kalau kamar terlalu panas, proses alami ini terganggu, bikin kita susah lelap atau terbangun terus‑menerus.

Kenapa kaki? Karena Chris Tattersall, pakar tidur dari Woolroom, mengungkapkan bahwa pergelangan kaki memiliki jaringan pembuluh darah khusus yang berfungsi seperti radiator mini. Saat kaki terpapar udara sejuk, panas tubuh mudah terbuang lewat kulit, sehingga suhu tubuh turun secara alami.

Namun, kebiasaan ini juga bisa menjadi sinyal bahwa kasur atau selimut yang kamu pakai menahan panas berlebih. Bahan sintetis seperti polyester, foam, atau memory foam cenderung menyimpan kelembapan, membuat kamu berkeringat di malam hari. Solusinya? Ganti dengan bahan alami—wol, katun, atau linen—yang lebih “breathable”. Bahkan menambahkan cooling mattress topper bisa jadi alternatif murah tanpa harus beli kasur baru.

Intinya, mengeluarkan kaki dari selimut bukanlah kelainan. Selama kamu merasa nyaman dan tidak mengorbankan kualitas tidur, biarkan saja tubuhmu beraksi. Tapi kalau ini jadi kebiasaan setiap malam, saatnya cek suhu kamar, pilih selimut yang lebih tipis, atau upgrade perlengkapan tidurmu.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya sering melihat bagaimana tren tidur “minimalis” atau “cooling” menjadi bahan perbincangan di media sosial. Fenomena mengeluarkan kaki dari selimut ternyata masuk dalam kategori bio‑hack yang tidak disadari banyak orang. Dari sudut pandang psikologi konsumen, kebiasaan ini mencerminkan kebutuhan akan kontrol suhu pribadi di era rumah pintar. Kita kini lebih sadar akan sleep hygiene—dari lampu tidur yang dapat diatur warna hingga bantal dengan teknologi pendingin.

Namun, ada bahaya jika tren ini dijadikan fashion statement tanpa pemahaman ilmiah. Misalnya, influencer yang mempromosikan selimut “ultra‑warm” hanya demi estetika Instagram dapat memperparah masalah suhu tubuh, terutama bagi mereka yang memang sensitif terhadap panas. Di sinilah peran ahli seperti Natalie Pennicotte‑Collier dan Chris Tattersall menjadi penting: mereka memberi landasan ilmiah yang menyeimbangkan hype dengan fakta.

Selain itu, industri tekstil kini berinovasi dengan bahan‑bahan hybrid yang menggabungkan kehangatan wol dengan kemampuan menyerap kelembapan. Ini membuka peluang pasar baru bagi brand lokal yang ingin menonjolkan “Made in Indonesia” dengan nilai fungsional. Saya berharap ke depannya, kolaborasi antara desainer interior, produsen perlengkapan tidur, dan ilmuwan tidur akan menghasilkan solusi yang tidak hanya nyaman secara estetika, tapi juga mendukung kesehatan tidur masyarakat.

Terakhir, penting untuk diingat bahwa tidur adalah kebutuhan biologis, bukan sekadar tren lifestyle. Mengatur suhu kamar, memilih bahan yang tepat, dan mendengarkan sinyal tubuh—seperti kebiasaan mengeluarkan kaki—adalah langkah sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas hidup. Jadi, jangan ragu untuk bereksperimen, tapi tetap berlandaskan pada ilmu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa kaki terasa lebih panas daripada bagian tubuh lain saat tidur?
    A: Karena pembuluh darah di pergelangan kaki berfungsi sebagai “radiator” yang membantu mengeluarkan panas tubuh.
  • Q: Apakah bahan selimut sintetis dapat menyebabkan insomnia?
    A: Ya, bahan sintetis seperti polyester dapat menahan panas dan kelembapan, sehingga mengganggu penurunan suhu inti tubuh yang diperlukan untuk tidur nyenyak.
  • Q: Bagaimana cara memilih kasur yang tidak membuat tubuh terlalu panas?
    A: Pilih kasur dengan sirkulasi udara baik, seperti yang menggunakan pegas kantong, atau tambahkan cooling mattress topper berbahan gel atau wol.
Meow! Tanya Nesi!
😸