Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tarif Parkir Jakarta Naik Rp60 Ribu per Jam? Gubernur Bantah, Ini Kata Ahli Otomotif!

OtomotifDoni SuryaDoni SuryaSumber: CNN Otomotif
Doni Surya
Doni Surya
Reviewer Mobil

Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Tarif Parkir Jakarta Naik Rp60 Ribu per Jam? Gubernur Bantah, Ini Kata Ahli Otomotif!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Gubernur Pramono Anung menegaskan tidak ada keputusan resmi soal tarif parkir Rp60.000 per jam.
  • Isu muncul setelah Ketua Pansus Perparkiran DPRD Ahmad Lukman Jupiter usulkan sistem zona tarif untuk area premium seperti SCBD dan Menteng.
  • Jupiter mengakui usulan tarif tinggi dapat memberatkan publik, sementara pemerintah Jakarta belum mengeluarkan regulasi apa pun.

Ketika rumor tarif parkir di ibu kota melonjak hingga Rp60.000 per jam beredar luas, Pramono Anung turun ke panggung media di Jakarta Selatan, Senin (24/8) untuk mematahkan kabar tersebut. "Angka berapa? Rp60.000 ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta," tegasnya, menegaskan belum ada keputusan resmi yang mengatur kenaikan tarif parkir.

Menurut Pramono, setiap kebijakan tarif harus melalui analisis komprehensif—dari kepadatan lalu lintas, tingkat permintaan, hingga dampak ekonomi pada pengguna kendaraan pribadi. "Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal, termasuk berapa harga yang wajar," ujarnya, menambahkan bahwa angka Rp60.000 baru muncul setelah viral di media sosial.

Isu ini berawal dari usulan Ahmad Lukman Jupiter, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta, yang mengusulkan sistem zonasi tarif. Menurutnya, kawasan ekonomi tinggi seperti SCBD, Menteng, Bandung Indah, dan Senayan akan masuk dalam zona premium dengan tarif maksimum sampai Rp60.000 per jam. Namun, Jupiter sendiri mengakui bahwa tarif setinggi itu akan menjadi beban berat bagi masyarakat.

Analisis Pakar

Sebagai seorang pengamat otomotif, saya melihat fenomena ini bukan sekadar soal angka, melainkan tentang ekosistem mobilitas perkotaan. Penetapan tarif parkir yang terlalu tinggi dapat mengubah perilaku pengendara: mereka akan beralih ke alternatif seperti parkir di luar kota, penggunaan transportasi umum, atau bahkan mengoptimalkan teknologi parkir otomatis yang sedang berkembang. Di era kendaraan listrik dan mobil otonom, tarif parkir menjadi komponen biaya operasional yang signifikan.

Jika pemerintah memang mempertimbangkan zonasi, harus ada model dinamis yang mengintegrasikan data real‑time—misalnya sensor kepadatan, IoT, dan AI—untuk menyesuaikan tarif secara fleksibel. Sistem pay‑as‑you‑go berbasis aplikasi dapat memberi insentif bagi pengendara yang memarkir di zona rendah pada jam off‑peak, sekaligus mengurangi kemacetan di area premium.

Namun, tanpa regulasi yang jelas, pasar akan terfragmentasi. Operator parkir swasta dapat menetapkan tarif yang melampaui kemampuan rata‑rata pengendara, memicu price gouging. Pemerintah harus menetapkan batas maksimum yang realistis, serta menyediakan infrastruktur parkir alternatif seperti park‑and‑ride dan fasilitas parkir vertikal yang memanfaatkan ruang terbatas di kota padat.

Terakhir, kebijakan tarif parkir harus selaras dengan strategi transportasi berkelanjutan. Jika tujuan utama adalah mengurangi penggunaan mobil pribadi, tarif tinggi memang dapat menjadi alat disinsentif, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan layanan transportasi publik yang handal. Tanpa itu, kebijakan akan terasa sembarangan dan menambah beban ekonomi masyarakat. Bagi mereka yang ingin mengoptimalkan pengemudi otomotif, memahami regulasi baru sangat penting.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah tarif parkir Rp60.000 per jam sudah resmi di Jakarta?
    A: Belum. Gubernur Pramono Anung menegaskan belum ada keputusan resmi.
  • Q: Apa itu sistem zonasi tarif parkir?
    A: Sistem yang menetapkan tarif berbeda berdasarkan nilai ekonomi dan kepadatan area, misalnya zona premium seperti SCBD.
  • Q: Bagaimana tarif parkir tinggi memengaruhi pengendara?
    A: Dapat mendorong penggunaan transportasi umum, parkir di luar kota, atau adopsi teknologi parkir otomatis untuk mengurangi biaya.

BERITA TERKAIT (Otomotif)

Meow! Tanya Nesi!
😸