Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Kontroversial: Melayu Kuno Bisa Terbang?

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Kontroversial: Melayu Kuno Bisa Terbang?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Profesor linguistik Solehah Yaacob dipecat dari International Islamic University Malaysia setelah pernyataan‑pernyataan yang dianggap tidak ilmiah menjadi viral.
  • Klaimnya meliputi kemampuan terbang orang Melayu kuno, pengajaran kung fu terbang ke China, serta hubungan historis yang tidak berdasar antara Romawi, Khadijah, dan peradaban Melayu.
  • Pecatannya memicu gugatan ke Pengadilan Industrial Malaysia dan menimbulkan perdebatan tentang kebebasan akademik versus tanggung jawab ilmiah.

IIUM mengumumkan bahwa Solehah Yaacob tidak lagi memiliki status sebagai dosen dan tidak berhak mengklaim afiliasi dengan universitas. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dan menghindari kesalahpahaman publik.

Pernyataan kontroversial pertama muncul pada akhir 2022, ketika Solehah menyatakan bahwa orang Melayu kuno dapat terbang dan bahkan mengajarkan seni kung fu terbang kepada orang China. Klaim tersebut tidak didukung oleh bukti arkeologis maupun literatur sejarah yang diakui.

Sejumlah bulan kemudian, ia menambah daftar tuduhan historis, termasuk bahwa pelaut Melayu mengajarkan teknik pembuatan kapal kepada bangsa Romawi, serta bahwa endapan bijih besi di Kedah berasal dari hujan meteor. Pada awal 2024, ia mengaitkan Khadijah, istri Nabi Muhammad, dengan akar‑akar budaya Melayu, sebuah narasi yang ditolak oleh para ahli sejarah Islam.

Reaksi akademisi di dalam dan luar negeri cepat mengutuk pernyataan tersebut sebagai "pseudoscience" dan "berbahaya" karena dapat menyesatkan publik serta merusak kredibilitas studi sejarah kawasan Asia Tenggara. Beberapa kolega menyoroti bahwa Solehah pernah menggunakan artikel satir The Onion sebagai sumber dalam publikasi ilmiah tahun 2018, menambah keraguan atas metodologi penelitiannya.

Setelah pemecatan, Solehah mengajukan gugatan ke Pengadilan Industrial Malaysia, menuduh universitas melakukan tindakan tidak profesional dan tidak memberikan kesempatan banding. Ia menyatakan bahwa pemecatan terjadi dalam 24 jam setelah menerima penghargaan Malaysia Research Assessment, dan menolak tawaran penyelesaian berupa enam bulan gaji.

Analisis Pakar

Kasus ini menyoroti ketegangan yang semakin nyata antara kebebasan akademik dan tanggung jawab ilmiah. Di satu sisi, universitas memiliki mandat untuk melindungi reputasi institusionalnya dan memastikan bahwa publikasi yang keluar dari lingkungan akademik memenuhi standar metodologis yang ketat. Di sisi lain, penindasan berlebihan terhadap pandangan yang tidak konvensional dapat menimbulkan efek chilling, menghambat inovasi intelektual. Namun, dalam konteks Solehah Yaacob, klaim‑klaimnya tidak hanya tidak konvensional, melainkan secara faktual tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sejarawan kawasan, termasuk pakar sejarah Melayu dan arkeologi Asia Tenggara, menegaskan bahwa tidak ada bukti arkeologis, epigrafik, atau tekstual yang mendukung gagasan tentang manusia terbang atau transfer ilmu bela diri melintasi peradaban kuno. Penelitian tentang migrasi budaya Melayu memang menunjukkan interaksi dengan China, India, dan Arab, tetapi interaksi tersebut bersifat perdagangan, agama, dan pertukaran teknologi maritim, bukan mitos fantastik.

Lebih jauh, penggunaan sumber satir seperti The Onion dalam karya ilmiah menandakan pelanggaran etika penelitian. Sumber sekunder harus diverifikasi melalui peer‑review atau setidaknya melalui sumber primer yang dapat dipertanggungjawabkan. Ketika seorang akademisi mengabaikan prinsip ini, institusi memiliki hak – bahkan kewajiban – untuk mengambil tindakan disipliner.

Kasus ini juga membuka diskusi tentang peran media sosial dalam mempercepat penyebaran klaim pseudoscientific. Viralitas pernyataan Solehah di platform digital menimbulkan tekanan publik pada institusi, memaksa mereka untuk merespons secara cepat. Kebijakan internal universitas harus menyeimbangkan antara prosedur due process dengan kebutuhan untuk melindungi integritas akademik di mata publik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Solehah Yaacob dipecat dari IIUM?
    A: Ia dipecat karena pernyataan‑pernyataan historis yang tidak berdasar secara ilmiah, yang dianggap merusak reputasi universitas dan melanggar standar akademik.
  • Q: Apakah ada bukti arkeologis yang mendukung klaim orang Melayu kuno dapat terbang?
    A: Tidak. Seluruh komunitas arkeologi dan sejarah menolak klaim tersebut karena tidak ada temuan material atau teks yang mendukungnya.
  • Q: Apa langkah hukum yang diambil oleh Solehah Yaacob setelah pemecatan?
    A: Ia mengajukan gugatan ke Pengadilan Industrial Malaysia, menuduh IIUM melakukan pemecatan tidak profesional dan tidak memberikan kesempatan banding.
Meow! Tanya Nesi!
😸