Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kritik Pedas! Mutiny Bintang Jason Statham Bikin Kritikus Bercanda, Tapi Penonton Tetap Penasaran

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Kritik Pedas! Mutiny Bintang Jason Statham Bikin Kritikus Bercanda, Tapi Penonton Tetap Penasaran
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Film aksi Mutiny dapatkan nilai 57% di Rotten Tomatoes dari 87 ulasan.
  • Kritikus menyoroti alur cerita yang berbelit, penokohan tipis, dan tempo yang kadang melambat di luar adegan pertarungan.
  • Meskipun begitu, aksi fisik Jason Statham tetap jadi magnet utama penonton.

Ringkasan Singkat

  • Film aksi Mutiny dapatkan nilai 57% di Rotten Tomatoes dari 87 ulasan.
  • Kritikus menyoroti alur cerita yang berbelit, penokohan tipis, dan tempo yang kadang melambat di luar adegan pertarungan.
  • Meskipun begitu, aksi fisik Jason Statham tetap jadi magnet utama penonton.

Film laga terbaru yang disutradarai oleh Jean‑François Richet ini memang kembali menampilkan formula aksi fisik khas Jason Statham. Namun, tidak semua kritikus terkesan. Mereka menilai Mutiny tersandung pada beberapa hal: alur cerita yang terasa berbelit, penokohan yang dangkal, serta tempo yang kadang “macet” di luar adegan adu jotos.

Skor 57 persen di Rotten Tomatoes mencerminkan 87 ulasan kritikus hingga Senin (24/8). William Bibbiani dari The Wrap mengakui penonton biasanya tidak terlalu peduli pada kerumitan cerita Statham, namun ia mengkritik struktur narasi Mutiny yang “janggal” karena terlalu lama memperkenalkan konspirasi spionase korporat sebelum beralih ke latar kapal.

“Karakter penjahat utama yang diperankan Roland Møller terasa hambar karena tidak ada pendalaman,” kata Bibbiani. “Bahkan adegan Statham naik ke atas kapal terasa paling tidak meyakinkan.” Kritik serupa datang dari Jamie Graham (Empire Online) yang memuji koreografi laga keras, namun menganggap jeda di antara pertarungan membuat penonton “jenuh”.

Amy Nicholson dari LA Times menilai Statham kini terlalu nyaman berada di zona aman: sosok tangguh yang monoton, minim dialog, dan enggan mengeksplorasi emosi. Ia menyesalkan potensi cerita yang terbuang sia-sia akibat skenario ceroboh, bahkan menyebut penulis J.P. Davis dan Lindsay Michel masih mengandalkan kiasan klise murah.

Di tengah gempuran kritik, Alison Willmore dari Vulture memberikan pandangan lebih lunak. Ia melihat Mutiny sebagai aksi kelas B yang tetap menghibur, terutama karena Statham yang hampir berusia 60 tahun masih mampu menampilkan pertarungan jarak dekat dengan profesionalisme tinggi.

Sinopsis singkatnya: Cole Reed (diperankan oleh Statham) naik ke kapal kargo sendirian untuk membalaskan dendam setelah bos miliarder yang dibunuh dan ia dijebak atas kejahatan itu. Misi balas dendam ini memaksa ia menavigasi konspirasi korporat sambil berjuang memulihkan nama baiknya.

Analisis Pakar

Menurut saya, Mutiny sebenarnya memiliki fondasi yang cukup menjanjikan. Ide konspirasi spionase korporat di atas kapal kargo bisa menjadi arena dramatis yang menegangkan, apalagi bila dipadukan dengan gaya aksi brutal Jason Statham. Sayangnya, eksekusinya terhambat oleh keputusan penyuntingan yang terlalu “santai”. Penonton dibawa berkeliling labirin plot selama 30 menit pertama tanpa ada kepastian arah, sehingga rasa penasaran malah berkurang.

Penokohan menjadi titik lemah utama. Roland Møller, yang seharusnya menjadi antagonis menakutkan, hanya muncul sebagai “bad guy” standar tanpa motivasi yang kuat. Tanpa lapisan psikologis, konflik terasa datar, dan penonton sulit merasakan kepedihan atau kebencian yang seharusnya memicu empati. Di sinilah penulis skenario, J.P. Davis dan Lindsay Michel, gagal mengembangkan karakter yang dapat menantang Statham secara emosional.

Di sisi lain, keunggulan film ini terletak pada koreografi pertarungan. Setiap adegan fisik dirancang dengan presisi, menonjolkan keahlian Statham dalam aksi close‑combat. Ini menjadi “penyelamat” bagi penonton yang datang hanya untuk menonton aksi tanpa terlalu memikirkan plot. Namun, aksi yang kuat tidak cukup untuk menutupi ritme naratif yang “tersendat”. Seperti yang diungkapkan Jamie Graham, jeda panjang di antara adegan laga membuat energi film menurun secara signifikan.

Kesimpulannya, Mutiny adalah film yang berada di persimpangan antara “action‑only” dan “story‑driven”. Jika sutradara Jean‑François Richet dapat menyeimbangkan keduanya—misalnya dengan memperdalam antagonis dan memadatkan konspirasi—maka film ini berpotensi menjadi salah satu karya aksi terbaik tahun 2026. Untuk saat ini, film ini tetap layak ditonton bagi penggemar Statham yang menginginkan dosis adrenalin, namun tidak disarankan bagi penikmat cerita yang kompleks.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa skor Rotten Tomatoes untuk Mutiny?
    A: Film ini memperoleh 57% berdasarkan 87 ulasan kritikus.
  • Q: Siapa sutradara Mutiny?
    A: Film ini disutradarai oleh Jean‑François Richet.
  • Q: Apa alur singkat film ini?
    A: Jason Statham berperan sebagai Cole Reed, yang naik ke kapal kargo untuk membalas dendam atas kematian bos miliarder dan membersihkan namanya.
Meow! Tanya Nesi!
😸