Destry Damayanti Ungkap 5 Jurus BI: Stabilitas, Pertumbuhan, dan Sinergi Merah Putih
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- Calon Gubernur Destry Damayanti memaparkan lima inisiatif strategis BI di depan Komisi X DPR.
- Visi utama: menjadikan Bank Indonesia sebagai motor stabilitas moneter sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
- Strategi kunci meliputi penguatan kebijakan moneter, digitalisasi devisa, inklusi keuangan syariah, tata kelola inovatif, dan Sinergi Merah Putih dengan semua pemangku kepentingan.
Dalam rapat yang digelar pada Rabu (26/8) bersama Komisi X DPR, calon Gubernur Destry Damayanti menegaskan bahwa Bank Indonesia harus bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tema presentasinya, āBank Indonesia: Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia: Stabilitas, Tumbuh dan Berkelanjutanā, mencerminkan ambisi politikāekonomi yang menggabungkan patriotisme dengan agenda reformasi struktural.
Destry memaparkan tiga misi utama: (1) menegakkan stabilitas sebagai fondasi pertumbuhan, (2) mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, dan (3) memperkuat sinergi lintas sektor melalui apa yang ia sebut āSinergi Merah Putihā. Kelima inisiatif strategis yang diusulkan meliputi:
- Penguatan bauran kebijakan BI: kebijakan moneter yang preāemptive dan forwardālooking, ditambah intervensi pasar yang lebih cerdas untuk menstabilkan rupiah.
- Revitalisasi kebijakan devisa dengan suptech (supervisory technology) untuk pengawasan berbasis digital.
- Inklusi ekonomi dan keuangan syariah sebagai pendorong pertumbuhan yang lebih merata.
- Tata kelola kelembagaan dan inovasi yang menyesuaikan mandat BI yang semakin luas.
- Sinergi Merah Putih yang menghubungkan kebijakan moneter dengan program ketahanan pangan, hilirisasi, industrialisasi, SDM, digitalisasi ekonomi, dan reformasi kelembagaan.
Destry menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tidak dapat dicapai secara unilateral. āKeberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan oleh kemampuan membangun Sinergi Merah Putih bersama para pemangku kepentingan,ā ujarnya. Pernyataan ini menandakan bahwa koordinasi dengan kementerian, regulator, dan sektor swasta akan menjadi prasyarat utama bagi implementasi agenda yang ambisius.
Analisis Pakar
Sebagai ekonom makro, saya melihat lima jurus yang diusulkan Destry bukan sekadar retorika politik, melainkan rangkaian langkah yang dapat mengubah paradigma kebijakan moneter Indonesia. Pertama, pendekatan preāemptive dalam kebijakan moneter menuntut data realātime yang lebih akurat, sehingga BI harus berinvestasi besarābesar pada infrastruktur data dan analitik. Tanpa fondasi ini, intervensi pasar akan tetap bersifat reaktif, berisiko menambah volatilitas.
Kedua, digitalisasi pengawasan devisa melalui suptech adalah langkah tepat mengingat arus modal yang semakin kompleks. Namun, tantangan utama terletak pada integrasi sistem lintas lembaga dan perlindungan data. Jika tidak dikelola dengan baik, risiko kebocoran informasi dapat menimbulkan ketidakpercayaan pasar.
Ketiga, penekanan pada inklusi keuangan syariah membuka peluang bagi sektor perbankan untuk memperluas basis nasabah, terutama di daerah dengan mayoritas penduduk Muslim. Ini dapat meningkatkan penyaluran kredit produktif, namun harus diimbangi dengan regulasi yang memastikan kualitas aset dan menghindari overāleverage.
Keempat, reformasi tata kelola dan inovasi menuntut BI untuk mengadopsi budaya kerja yang lebih agile. Penguatan governance bukan hanya soal struktur organisasi, melainkan juga transparansi dalam pengambilan keputusan. Tanpa itu, kredibilitas BI di mata investor internasional dapat tergerus.
Kelima, konsep āSinergi Merah Putihā memang menarik secara simbolik, namun implementasinya memerlukan mekanisme koordinasi yang jelas. Misāalignment antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, misalnya dalam program ketahanan pangan, dapat menimbulkan kontradiksi. Oleh karena itu, pembentukan forum lintas kementerian dengan mandat yang kuat menjadi keharusan.
Secara keseluruhan, agenda Destry berpotensi meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia jika dijalankan dengan disiplin, dataādriven, dan kolaboratif. Namun, keberhasilan akan sangat bergantung pada kemampuan BI mengubah visi menjadi aksi operasional yang terukur.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa saja lima inisiatif strategis yang diusulkan Destry Damayanti untuk Bank Indonesia?
A: Penguatan bauran kebijakan moneter, revitalisasi kebijakan devisa dengan suptech, inklusi ekonomi dan keuangan syariah, tata kelola kelembagaan serta inovasi, dan Sinergi Merah Putih. - Q: Mengapa digitalisasi pengawasan devisa penting bagi Bank Indonesia?
A: Karena arus modal kini lebih cepat dan kompleks, suptech memungkinkan pengawasan realātime, mengurangi risiko penyimpangan, dan meningkatkan kepercayaan pasar. - Q: Bagaimana āSinergi Merah Putihā dapat memengaruhi kebijakan moneter?
A: Sinergi Merah Putih menghubungkan kebijakan moneter dengan program pemerintah seperti ketahanan pangan, industrialisasi, dan digitalisasi, sehingga kebijakan menjadi lebih koheren dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

