Adipati Dolken Bikin 'Chemistry' Unik Bareng Sapi Mojo di Film 'Mojoku Hilang!' – Siap-siap Tertawa!
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

- Ringkasan Singkat Adipati Dolken harus berlatih jadi sahabat sejati bagi seekor sapi bernama Mojo untuk film Mojoku Hilang!
- Aktor ini menghabiskan pagi hari mandi, memberi makan, dan ngobrol (meski cuma dia yang ngomong) dengan si bovine.
- Filmnya mengisahkan budak korporat yang ambisius, konflik desa‑perlis, dan romansa dengan Ayu yang bikin penonton penasaran.
Ringkasan Singkat
- Adipati Dolken harus berlatih jadi sahabat sejati bagi seekor sapi bernama Mojo untuk film Mojoku Hilang!.
- Aktor ini menghabiskan pagi hari mandi, memberi makan, dan ngobrol (meski cuma dia yang ngomong) dengan si bovine.
- Filmnya mengisahkan budak korporat yang ambisius, konflik desa‑perlis, dan romansa dengan Ayu yang bikin penonton penasaran.
Siapa sangka Adipati Dolken bakal menghabiskan waktu lebih banyak dengan Mojo, seekor sapi viral, daripada dengan lawan main manusianya? Dalam Mojoku Hilang!, yang disutradarai oleh Min Lim, Adi (peran Adipati) adalah budak korporat yang berambisi mengangkat nama sapi itu menjadi bintang media sosial. Tapi prosesnya bukan sekadar selfie bareng sapi; ia harus mandi, memberi makan, bahkan mengobrol pagi‑pagi—walaupun jawabannya cuma dengkuran.
"Membangun chemistry sama Mojo memang lumayan ada prosesnya," ujar Adipati saat press screening di CGV fX Sudirman, Jakarta, Senin (24/8/2026). Ia menambahkan, kalau Mojo menolak makan, tim harus pancing‑pancing dulu, atau cukup duduk menunggu si bovine kembali lapar. "Lumayan sulit, tapi itu prosesnya dan kami menikmati itu," tambahnya dengan senyum lebar.
Ternyata, tantangan tidak berhenti pada sapi. Saat audisi, sang aktor mengirim 20 video karena merasa belum cukup bagus. Bahkan pada sesi reading, ia sempat bikin rekan‑rekan kecewa karena belum menguasai bahasa Melayu. Berkat kesabaran Mimi Lana dan kru, Adipati akhirnya bisa meluncur lancar.
Plot film menyoroti konflik antara perusahaan peternakan Moo Magic dan peternak lokal di Perlis. Sapi Mojo yang semula jadi bahan branding malah diculik oleh warga desa, memaksa Adi menyamar menjadi orang kampung untuk menyelamatkannya—dan sekaligus mengejar hati Ayu, perempuan tegas yang menantang ambisinya.
Analisis Pakar
Film Mojoku Hilang! menawarkan lebih dari sekadar komedi ringan. Ia mengangkat isu etika branding hewan dalam era digital, di mana seekor sapi bisa menjadi “influencer” dengan jutaan view. Dari sudut pandang sosiologi media, Mojo menjadi metafora bagi makhluk hidup yang dijadikan alat promosi tanpa mempertimbangkan kesejahteraannya. Adipati Dolken, yang biasanya dikenal lewat peran manusia, kini harus menavigasi interaksi interspesies, menantang batas antara akting dan perawatan hewan.
Selain itu, latar konflik di Perlis menambah lapisan politik agrikultur. Peternak lokal menolak eksploitasi komersial yang mengancam keberlanjutan tradisi mereka. Film ini secara halus mengkritik kapitalisme korporat yang mengabaikan suara komunitas pedesaan. Karakter Ayu, yang kuat dan berani, menjadi representasi perlawanan feminis terhadap dominasi maskulin dalam dunia bisnis.
Teknik produksi yang melibatkan hewan hidup menuntut standar kesejahteraan yang tinggi. Keberhasilan tim dalam menciptakan chemistry antara aktor dan sapi menunjukkan komitmen pada etika produksi. Namun, pertanyaan tetap muncul: apakah penonton akan menyadari pesan moral di balik kelucuan adegan mandi sapi?
Secara keseluruhan, Adipati Dolken berhasil mengubah tantangan menjadi peluang kreatif. Film ini bukan hanya hiburan semata, melainkan cermin bagi industri film Indonesia untuk lebih kritis dalam mengangkat isu-isu sosial, sekaligus menambah warna baru dalam genre komedi‑drama.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan film Mojoku Hilang! akan tayang di bioskop Indonesia?
A: Film dijadwalkan rilis pada 28 Agustus 2026. - Q: Siapa saja pemeran utama dalam film ini selain Adipati Dolken?
A: Selain Adipati, film ini menampilkan Nola Vemiliana sebagai Ayu dan Mimi Lana sebagai pendukung. - Q: Apakah film ini menggunakan efek CGI untuk menampilkan sapi Mojo?
A: Tidak, Mojo adalah sapi asli yang dipelihara dengan standar kesejahteraan hewan selama proses syuting.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Perpisahan Chimot: Permintaan Maaf dan Warisan 20 Tahun for Revenge

Sinematografi Romantis: Tian Xiwei Kembali ke Drama Modern 'Love Knows No Walls' dengan Nuansa Suspense Gelap

Reese Witherspoon Pangkas Separuh Staf Hello Sunshine, Fokus pada Proyek Film dan Buku
