Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kritikus Meledak! Mengapa Insidious: Out of the Further Gagal Bikin Merinding?

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Kritikus Meledak! Mengapa Insidious: Out of the Further Gagal Bikin Merinding?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Film horor keenam Insidious dapat 57% di RottenTomatoes, menandakan sambutan kritikus yang kurang hangat.
  • Meski skor kritikus rendah, penonton memberi nilai 70% – jadi masih ada yang suka!
  • Penulis‑sutradara baru JacobChase mencoba menghidupkan kembali waralaba, namun banyak yang menganggapnya "hantu" yang terlalu dipaksakan.

Sejak rilis pada 19 Agustus 2026, Insidious: Out of the Further tampaknya terperosok di luar pelukan hangat para kritikus. Di RottenTomatoes, film ini hanya meraih 57% dari 96 ulasan – angka yang belum cukup untuk mendapatkan label “lumayan”. Meski begitu, angka itu masih menempati posisi kedua tertinggi dalam seluruh saga Insidious, di belakang film debut 2011 yang mencetak 66%.

Berbeda dengan kritik yang muram, penonton tampak lebih bersahabat. Lebih dari 500 akun terverifikasi di Popcorn memberi film ini skor 70%, menandakan ada segmen penonton yang masih terhipnotis oleh kengerian rumah berhantu ini.

Berbagai kritikus menyoroti kelemahan film ini. NewYorkTimes menilai waralaba ini sudah terjebak dalam “purgatoriumnya” sendiri, sementara NewYorkPost mengkritik logika yang dipaksakan dan efek visual yang terasa “murahan”. Los Angeles Times menilai saga ini kini “seperti mayat kaku”, dan Bloody Disgusting menilai film ini hanya mengulang rumah hantu yang sudah terlalu familiar.

Penulis‑sutradara baru JacobChase, yang sebelumnya menggarap Come Play, berkolaborasi dengan David Leslie Johnson‑McGoldrick (di balik The Conjuring series) untuk menulis naskah. Produsernya termasuk nama‑nama besar seperti Leigh Whannell, Oren Peli, James Wan, dan Jason Blum. Meski begitu, banyak yang merasa film ini terlalu serius dalam menanggapi “omong kosong” horor, menghasilkan tontonan yang berantakan dengan efek visual yang kurang memukau.

Selain cerita yang terasa berulang, film ini juga menambahkan visual yang lebih mengganggu – extreme close‑up dan adegan kekerasan yang bisa bikin penonton sensitif. Jadi, apakah Insidious: Out of the Further layak ditonton? Bagi pemula yang belum pernah menyelam ke dunia Insidious, mungkin ada rasa ngeri yang baru. Tapi bagi penggemar setia, film ini terasa seperti perjalanan kilat yang terlalu familiar.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat Insidious: Out of the Further sebagai contoh klasik dari upaya revamp yang gagal menembus ekspektasi kritis. Waralaba ini memang memiliki DNA kuat: atmosfer gelap, konsep “The Further” yang memikat, dan kemampuan menjerat penonton ke dalam dimensi horor psikologis. Namun, ketika elemen‑elemen tersebut dipaksa dipadukan dengan logika yang dipaksakan, hasilnya menjadi kontradiktif.

Jacob Chase memang memiliki rekam jejak yang menjanjikan, namun menulis untuk sebuah franchise yang sudah memiliki bahasa visual dan naratif yang sangat spesifik bukanlah tugas mudah. Ia tampak terlalu berusaha menambahkan “twist” modern – seperti extreme close‑up yang berlebihan – yang justru mengaburkan ketegangan alami yang biasanya dibangun lewat suara dan pencahayaan. Ini mengingatkan saya pada fenomena “over‑stylization” yang sering terjadi pada sequel‑sequel horor tahun 2020‑an.

Selanjutnya, peran produser senior seperti Leigh Whannell dan James Wan seharusnya menjadi jaminan kualitas. Namun, kehadiran mereka tampak lebih sebagai “nama brand” daripada pengawasan kreatif yang ketat. Akibatnya, film ini terasa seperti produk “assembly line” yang mengandalkan nama besar untuk menarik penonton, alih‑alih mengasah cerita yang fresh dan menegangkan.

Terakhir, respons penonton yang memberi nilai 70% menunjukkan adanya celah antara ekspektasi kritikus dan selera massa. Penonton modern cenderung lebih toleran terhadap visual yang “berlebihan” asalkan ada elemen kejutan yang memicu adrenalin. Jadi, meski film ini tidak akan menjadi masterpiece, ia tetap berhasil mengisi ruang horor komersial yang selalu haus akan konten baru. Bagi yang penasaran, menontonnya masih layak – asalkan tidak mengharapkan revolusi horor yang mendalam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah Insidious: Out of the Further cocok untuk penonton pertama kali?
  • A: Ya, film ini masih menawarkan cukup kengerian untuk pemula, meski beberapa elemen terasa familiar bagi penggemar lama.
  • Q: Siapa sutradara dan penulis naskah film ini?
  • A: Film ini ditulis dan disutradarai oleh JacobChase, dengan kolaborasi naskah bersama David Leslie Johnson‑McGoldrick.
  • Q: Mengapa skor kritikus di Rotten Tomatoes rendah?
  • A: Kritikus menilai film ini terlalu mengandalkan efek visual berlebihan, logika cerita yang dipaksakan, dan kurangnya inovasi dibandingkan film‑film sebelumnya dalam saga.
Meow! Tanya Nesi!
😸