Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Thailand Gigit Keras Indonesia di AVC 2026: 0-3, Apa Selanjutnya?

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Thailand Gigit Keras Indonesia di AVC 2026: 0-3, Apa Selanjutnya?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Timnas Voli Putri Indonesia kalah 0-3 dari Thailand di fase grup AVC Women's Continental Championship 2026.
  • Serangan luar biasa Janthawisut Sasipaporn catat 17 poin, menjadikan Thailand tak terbendung.
  • Indonesia masih punya satu laga melawan Australia untuk mengamankan posisi di Pool B.

Pertandingan sengit berlangsung di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China, Senin (24/8). Timnas Voli Putri Indonesia terpaksa menelan kekalahan telak 0-3 (16-25, 18-25, 15-25) melawan tim tangguh Thailand. Penyerang sayap luar Thailand, Janthawisut Sasipaporn, menjadi bintang lapangan dengan mencetak 17 poin, diikuti oleh Pimpichaya Kokram yang menambah 12 poin.

Di sisi Merah Putih, Chelsea dan Medi Yoku menjadi pencetak poin terbanyak dengan masing-masing 9 dan 8 poin. Namun, serangan agresif Thailand yang terus menekan membuat pertahanan Indonesia kewalahan sepanjang tiga set.

Kekalahan ini menandai catatan pertama Indonesia di turnamen setelah kemenangan bersih 3-0 melawan Kazakhstan pada laga pembuka (25-22, 25-22, 25-23). Dengan hasil ini, Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen Pool B, mengumpulkan tiga poin dari dua pertandingan.

Pool B masih dipimpin oleh Thailand dengan enam poin, berkat kemenangan 3-0 melawan Australia (25-15, 25-15, 25-18). Kazakhstan berada di posisi kedua dengan tiga poin, setelah menumbangkan Australia dan kalah dari Indonesia. Sementara Australia masih nihil poin.

Masih ada harapan! Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Australia pada Rabu (26/8). Jika berhasil mengamankan kemenangan, Merah Putih berpeluang naik ke posisi kedua dan tetap bersaing untuk melaju ke fase selanjutnya.

Analisis Pakar

Secara taktis, Thailand menampilkan pola permainan yang sangat terstruktur. Mereka memanfaatkan kecepatan serangan sayap, terutama melalui Janthawisut Sasipaporn, yang tidak hanya menyerang dengan power tetapi juga menempatkan bola tepat di zona lemah pertahanan Indonesia. Kombinasi blok tinggi dan pertahanan yang solid membuat Indonesia kesulitan melakukan penetrasi.

Di sisi lain, Indonesia tampak masih mencari ritme. Meskipun Chelsea dan Medi Yoku menunjukkan kemampuan menyerang, mereka tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari setter untuk menciptakan variasi serangan. Penempatan bola yang terlalu terfokus pada satu sisi memudahkan Thailand mengatur blok dan melakukan counter‑attack.

Strategi yang perlu diperbaiki adalah peningkatan kecepatan transisi dari pertahanan ke serangan. Indonesia harus memperkuat blok tengah, memperbanyak servis agresif, serta mengoptimalkan pergerakan pemain di belakang garis tiga meter untuk menutup ruang tembak Thailand. Latihan khusus pada situasi 1‑on‑1 dan penanganan servis lawan akan sangat krusial menjelang laga melawan Australia.

Jika Indonesia dapat menyesuaikan taktik, memanfaatkan kecepatan pemain sayap, dan meningkatkan konsistensi servis, peluang untuk mengubah nasib di Pool B sangat terbuka. Pertandingan melawan Australia bukan sekadar soal poin, melainkan ujian mental dan taktik yang dapat menentukan apakah Indonesia masih berpeluang melaju ke fase knockout.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan pertandingan Indonesia melawan Australia dijadwalkan?
  • A: Pertandingan tersebut akan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Q: Berapa poin yang dicetak oleh Janthawisut Sasipaporn dalam pertandingan melawan Indonesia?
  • A: Ia mencetak 17 poin, menjadi pencetak poin terbanyak dalam laga tersebut.
  • Q: Apa posisi Indonesia di klasemen Pool B setelah kekalahan dari Thailand?
  • A: Indonesia berada di peringkat ketiga dengan tiga poin.
Meow! Tanya Nesi!
😸