Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ribuan Kasus ISPA Melonjak di Malaysia Akibat Kabut Asap Karhutla Indonesia: Apa Penyebabnya?

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ribuan Kasus ISPA Melonjak di Malaysia Akibat Kabut Asap Karhutla Indonesia: Apa Penyebabnya?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kasus ISPA di Malaysia naik 124% menjadi 3.764 kasus dalam seminggu terakhir.
  • Asma meningkat 259% sementara konjungtivitis justru turun 7%.
  • Polusi udara di tujuh wilayah, termasuk Sarawak dan Kedah, tercatat tidak sehat akibat asap Karhutla Indonesia.

Menurut data Dzulkefly Ahmad, Menteri Kesehatan Malaysia, pemantauan antara Minggu Epidemiologi (EW) ke‑32 dan ke‑33 menunjukkan lonjakan tajam pada penyakit pernapasan. Kasus asma meningkat 259 persen, sementara infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) naik 124 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pada akhir pekan 23 Agustus, tercatat 3.764 kasus ISPA, naik dari 1.637 kasus, dan 219 kasus asma, naik dari 61 kasus. Sebaliknya, kasus konjungtivitis menurun menjadi 146 dari 157 kasus sebelumnya.

Angka polusi udara (API) di tujuh daerah mencatat level tidak sehat pada pukul 08.00 waktu setempat. Lima wilayah berada di Sarawak—Serian (197), Kuching (185), Sri Aman (178), Samarahan (176), dan Sarikei (128). Dua wilayah lainnya, Sungai Petani di Kedah dan Taiping di Perak, masing‑masing mencatat API 126.

Statistik EW sebelumnya (EW ke‑30 hingga ke‑32) mencatat hanya dua hingga tiga kasus per hari, namun pada EW ke‑33 angka melonjak menjadi sembilan kasus per hari, mayoritas terkait sengatan panas. Pemerintah menekankan pentingnya menghindari paparan sinar matahari berlebih, mengurangi aktivitas luar ruangan, serta segera mencari pertolongan medis bila muncul gejala pernapasan.

Di Kedah, Dinas Kesehatan setempat mengimbau warga, khususnya di Sungai Petani dan Alor Setar, untuk membatasi aktivitas luar ruangan karena API berada pada level tidak sehat. Kelompok rentan—anak‑anak, lansia, dan penderita penyakit jantung—dianjurkan lebih berhati‑hati.

Analisis Pakar

Lonjakan kasus ISPA dan asma di Malaysia menegaskan betapa rentannya negara‑negara di Asia Tenggara terhadap fenomena transboundary haze. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia tidak hanya menjadi isu lingkungan, melainkan juga krisis kesehatan publik yang melintasi batas negara. Data terbaru menunjukkan bahwa dampak kesehatan dapat terukur secara kuantitatif melalui peningkatan kunjungan ke fasilitas kesehatan, beban pada sistem perawatan intensif, dan penurunan produktivitas tenaga kerja.

Secara kebijakan, respons Malaysia masih bersifat reaktif—pemberian peringatan, pembatasan aktivitas luar ruangan, dan penanganan klinis. Namun, pendekatan yang lebih proaktif diperlukan, termasuk peningkatan kapasitas deteksi dini kualitas udara, investasi pada sistem filtrasi di fasilitas publik, serta kerja sama bilateral yang lebih kuat dengan Indonesia untuk menekan sumber kebakaran. Perjanjian ASEAN tentang transboundary haze, meski ada, belum sepenuhnya diimplementasikan secara efektif.

Dari perspektif kesehatan masyarakat, peningkatan kasus konjungtivitis yang justru menurun dapat mengindikasikan pergeseran pola paparan; mata lebih terlindungi dibandingkan saluran pernapasan yang langsung terpapar partikel halus (PM2,5). Ini menyoroti perlunya edukasi publik yang lebih tersegmentasi—misalnya, penggunaan masker N95, ventilasi ruangan, dan pemantauan kualitas udara secara real‑time melalui aplikasi mobile.

Ke depan, perubahan iklim memperparah frekuensi dan intensitas kebakaran hutan. Oleh karena itu, strategi mitigasi harus melibatkan tidak hanya penegakan hukum terhadap pembakaran ilegal, tetapi juga program reforestasi, pengembangan alternatif mata pencaharian bagi petani, serta investasi dalam teknologi pemantauan satelit. Tanpa langkah-langkah struktural ini, lonjakan kasus kesehatan serupa dapat menjadi pola berulang yang mengancam stabilitas sosial‑ekonomi kawasan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu ISPA dan mengapa kasusnya meningkat selama kabut asap?
    A: ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) meliputi flu, bronkitis, dan pneumonia ringan. Partikel halus dalam asap kebakaran memperparah iritasi saluran napas, memicu infeksi sekunder, sehingga kasus meningkat.
  • Q: Bagaimana tingkat API memengaruhi kesehatan masyarakat?
    A: API (Indeks Pencemaran Udara) mengukur konsentrasi polutan. Nilai di atas 100 dikategorikan “tidak sehat”, meningkatkan risiko gangguan pernapasan, kardiovaskular, dan mata.
  • Q: Apa langkah yang diambil pemerintah Malaysia untuk mengurangi dampak kabut asap?
    A: Pemerintah mengeluarkan peringatan kesehatan, membatasi aktivitas luar ruangan, menyarankan penggunaan masker, serta meningkatkan layanan medis di daerah terdampak. Selain itu, ada upaya diplomatik dengan Indonesia untuk menekan sumber kebakaran.
Meow! Tanya Nesi!
😸