Gojek & Grab Siap Guncang Pasar dengan Motor Listrik Nasional – Hemat Rp500 Ribu per Bulan!

Ringkasan Singkat
- Danantara Indonesia gandeng Gojek, Grab, Pos Indonesia, dan J&T untuk meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas).
- Pengemudi ojek listrik dapat mengurangi biaya operasional harian hingga Rp20 ribu, berpotensi menghemat sampai Rp500 ribu per bulan.
- Masalah teknis dan pembiayaan menjadi hambatan utama; Danantara berencana ubah skema kredit bersama Himbara untuk menurunkan suku bunga dan risiko.
Jakarta, 20 Agustus 2024 – Danantara Indonesia mengumumkan kolaborasi strategis dengan raksasa aplikasi ojek online Gojek dan Grab dalam rangka mengakselerasi adopsi Motor Listrik Nasional (Molinas). Ardy Muawin, Managing Director Industrialization Danantara, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin menjual unit, melainkan membangun ekosistem lengkap mulai dari infrastruktur pengisian, layanan purna jual, hingga skema pembiayaan yang ramah pengemudi.
Analisis pasar yang dilakukan bersama Gojek, Grab, Pos Indonesia, dan J&T mengungkap potensi permintaan yang signifikan. Pengemudi yang beralih ke motor listrik dapat memangkas biaya operasional harian sebesar Rp10‑20 ribu dibandingkan motor bensin. Jika diasumsikan 25 hari kerja per bulan, penghematan kumulatif mencapai Rp500 ribu – angka yang cukup menggoda bagi rider yang hidup dari margin tipis.
Namun, adopsi masih terhambat oleh dua kendala utama. Pertama, legacy issues pada performa mesin dan daya tahan baterai yang dulu membuat motor listrik kurang tangguh di tanjakan. Produsen kini telah mengatasi masalah tersebut dengan motor yang menghasilkan torsi tinggi sejak 0‑3000 rpm dan paket baterai berkapasitas 3,5 kWh yang mampu menempuh 150 km dalam kondisi beban penuh.
Kedua, skema pembiayaan yang menjerat rider dengan suku bunga kredit motor mencapai 30‑40 %. Ardy menyoroti fakta bahwa rider bintang lima dengan rekam jejak kerja konsisten memiliki risiko kredit sangat rendah. Ia mengusulkan mekanisme auto‑deactivation kendaraan bila cicilan menunggak, serta opsi cicilan harian yang menyesuaikan dengan pendapatan harian rider. Dengan menurunkan cost of money, diharapkan permintaan motor listrik akan melambung.
Untuk menutup kesenjangan suku bunga, Danantara mengajak Himbara merancang ulang struktur pembiayaan, memisahkan kredit motor listrik dari produk kredit mobil konvensional, dan menurunkan margin dealer yang selama ini mengandalkan bonus penjualan kredit.
Analisis Pakar
Sebagai seorang reviewer otomotif yang telah menelusuri ribuan motor sejak era 2‑tak, saya melihat langkah ini sebagai titik balik penting bagi ekosistem mobilitas Indonesia. Secara teknis, motor listrik generasi terbaru kini menawarkan torque instant yang melampaui motor bensin 125 cc pada tanjakan curam, sekaligus menurunkan suhu kerja mesin karena tidak ada pembakaran. Ini berarti keausan komponen mekanis berkurang drastis, memperpanjang umur kendaraan hingga 10‑12 tahun dengan perawatan minimal.
Namun, tantangan terbesar tetap pada infrastructure gap. Tanpa jaringan pengisian cepat (fast‑charging) yang tersebar merata, rider akan kembali ke motor bensin untuk menghindari downtime. Pemerintah harus mempercepat pembangunan stasiun pengisian 22 kW di titik-titik strategis seperti hub Gojek, depot Grab, dan pusat logistik Pos Indonesia.
Di sisi pembiayaan, model cicilan harian yang diusulkan Ardy sangat cerdas. Ia meniru pola pay‑as‑you‑go yang sudah terbukti berhasil pada layanan fintech, mengikat pembayaran langsung ke pendapatan harian rider. Ini tidak hanya menurunkan risiko kredit, tetapi juga menciptakan ekosistem keuangan terintegrasi antara platform ojek, bank, dan produsen motor.
Jika semua komponen ini – performa motor, infrastruktur, dan skema kredit – beroperasi selaras, Indonesia berpotensi menjadi pasar motor listrik terbesar di Asia Tenggara. Namun, kegagalan satu saja akan mengakibatkan proyek ini kembali terperangkap dalam siklus adopsi lambat yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa lama waktu pengisian penuh motor listrik Molinas?
A: Dengan charger 22 kW, pengisian penuh dapat selesai dalam 2‑3 jam; opsi fast‑charging 45 kW menurunkan waktu ke sekitar 45 menit. - Q: Apakah rider dapat mengajukan kredit motor listrik tanpa riwayat kredit?
A: Ya, melalui skema cicilan harian berbasis pendapatan, rider dengan performa tinggi dapat memperoleh kredit tanpa harus melewati BI Checking tradisional. - Q: Bagaimana performa motor listrik di tanjakan dibandingkan motor bensin?
A: Motor listrik Molinas menghasilkan torsi maksimum sejak 0 rpm, sehingga mampu menaklukkan tanjakan 15% dengan kecepatan stabil 30‑40 km/h, jauh lebih baik dari motor bensin 125 cc yang kehilangan tenaga di atas 3000 rpm.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Mengungkap Kekuatan Honda NSF250RW: Senjata Rahasia Veda Ega Pratama Menaklukkan Sirkuit

IMOS 2026 Digelar 10 Hari di ICE BSD, Tiket Mulai Rp25 Ribu

19 Pebalap MotoGP Tolak Balapan di Qatar, Yamaha Resmi Absen
