Drama Voli Putri Indonesia Tersungkur di Tianjin: Thailand Gigit 3-0, Peluang Bangkit Masih Ada!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Timnas Voli Putri Indonesia tersungkur 0-3 dari Thailand di fase grup AVC Women's Continental Championship 2026.
- Thailand memimpin Pool B dengan 6 poin setelah menaklukkan Australia dan Indonesia.
- Indonesia masih punya satu laga melawan Australia untuk memperbaiki posisi klasemen.
Di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Timnas Voli Putri Indonesia harus menelan kekalahan telak 0-3 (16-25, 18-25, 15-25) dari Thailand pada laga kedua fase grup AVC Women's Continental Championship 2026.
Serangan luar biasa Janthawisut Sasipaporn menjadi bintang lapangan, mencetak 17 poin terbanyak, diikuti oleh Pimpichaya Kokram dengan 12 poin. Sisi Indonesia, Chelsea dan Medi Yoku menjadi pencetak poin utama, masing-masing 9 dan 8 poin, namun tidak cukup untuk menahan gempuran agresif lawan.
Kekalahan ini menandai catatan pertama Merah Putih di turnamen setelah menutup laga pembuka dengan kemenangan 3-0 atas Kazakhstan (25-22, 25-22, 25-23). Kini, Indonesia berada di peringkat ketiga Pool B dengan tiga poin, tertinggal satu poin dari Kazakhstan dan jauh di belakang Thailand yang sudah mengumpulkan enam poin.
Masih ada harapan! Timnas akan kembali bertarung melawan Australia pada Rabu (26/8). Jika berhasil mengamankan tiga poin, Indonesia berpotensi naik ke posisi kedua dan tetap hidup dalam persaingan melaju ke fase selanjutnya.
Analisis Pakar
Penampilan Thailand di Tianjin menunjukkan evolusi taktik serangan yang sangat terstruktur. Mereka menekan sejak set pertama, memanfaatkan servis cepat dan variasi serangan sayap yang membuat blok Indonesia hampir tak berdaya. Janthawisut Sasipaporn, dengan kemampuan memotong bola di tengah, menjadi kunci utama, sementara Kokram menambah dimensi serangan dari posisi opposite.
Di sisi lain, Indonesia tampak masih bergulat dengan konsistensi blok dan transisi pertahanan-ke-serangan. Meskipun Chelsea dan Medi Yoku menunjukkan keberanian dalam menyerang, mereka terlalu sering terjebak dalam pola serangan yang dapat diprediksi. Pelatih harus segera menyesuaikan formasi, mungkin dengan menambah variasi quick set dan memperkuat pertahanan zona untuk menahan serangan cepat Thailand.
Kekalahan ini juga mengungkap kurangnya kedalaman bench. Pemain cadangan belum mendapatkan cukup menit untuk mengasah ritme pertandingan, sehingga beban berat jatuh pada starter. Mengoptimalkan rotasi pemain akan menjadi kunci dalam laga melawan Australia, di mana stamina dan kecepatan akan sangat menentukan.
Secara taktis, Indonesia perlu meningkatkan kecepatan servis, memperbaiki penempatan blok, dan mengadopsi pola serangan yang lebih dinamis, seperti kombinasi back-row attack dan quick middle. Jika dapat melakukannya, peluang untuk mengubah nasib di Pool B bukanlah hal yang mustahil.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan Indonesia akan bertanding melawan Australia?
A: Pertandingan dijadwalkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Tianjin Olympic Center Gymnasium. - Q: Berapa poin tertinggi yang dicetak oleh pemain Thailand?
A: Janthawisut Sasipaporn mencetak 17 poin, menjadi pencetak poin terbanyak dalam pertandingan melawan Indonesia. - Q: Apakah Indonesia masih memiliki peluang untuk lolos ke fase selanjutnya?
A: Ya, dengan kemenangan melawan Australia, Indonesia dapat naik ke posisi kedua Pool B dan tetap bersaing untuk melaju ke fase knockout.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Bandung Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Jadwal, Strategi, dan Dampaknya pada Grup E

2.300 Atlet Padati GOR Ciracas, Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri 14 Gencar Bidik Regenerasi Atlet Internasional

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen
