Ceferin Tolak Panggung FIFA, Tekan Infantino Mundur! Drama Kepemimpinan Sepak Bola Global!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Ceferin menegaskan tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA dan mengingatkan Infantino untuk mundur.
- Infantino berada di bawah tekanan hebat setelah rencana investasi swasta menimbulkan kontroversi.
- Beberapa konfederasi dan negara Eropa mulai mencabut dukungan, menyiapkan potensi tantangan pada pemilihan Maret 2027.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dengan tegas menolak melangkah ke panggung FIFA sebagai calon presiden. Meski begitu, ia menegaskan satu hal: Gianni Infantino harus mundur atau bersiap menghadapi penantang kuat pada pemilihan Maret mendatang.
Kontroversi terbaru melibatkan upaya Infantino mencari investasi swasta untuk mengelola turnamen bergengsi, termasuk Piala Dunia putra dan putri. Langkah itu memicu gelombang kritik, bahkan tiga konfederasi utama—UEFA, CONCACAF, dan AFC—dilaporkan tengah menyiapkan mosi tidak percaya.
Awalnya, nama Ceferin muncul sebagai kandidat potensial yang dapat menantang Infantino pada pemilihan 2027. Namun, sang pemimpin berusia 58 tahun menegaskan bahwa hatinya tetap setia pada UEFA. "Saya mencintai UEFA dan senang bekerja di sini," ujarnya dalam wawancara di siniar *The Rest is Politics* yang dilaporkan ESPN.
Ceferin menilai posisi Infantino kini jauh lebih rapuh. "Dia punya dua pilihan: mengakui kehilangan dukungan atau maju dan menghadapi kandidat lain," katanya. Meski belum tahu siapa yang akan menantang Infantino, Ceferin menegaskan belum ada kontak langsung sejak kontroversi investasi muncul.
Di Eropa, dukungan terhadap Infantino mulai mengendur. Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia dilaporkan telah menarik dukungan mereka. Ceferin menepis tuduhan bahwa UEFA menentang FIFA demi kepentingan klub besar, mengingat Infantino sendiri adalah orang Eropa yang dulu mendapat dukungan kuat UEFA pada 2016.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat sepak bola yang telah menelusuri dinamika kekuasaan sejak era era reformasi FIFA, saya melihat fenomena ini sebagai titik balik yang sangat signifikan. Infantino selama ini mengandalkan jaringan politik internasional dan janji-janji komersial yang ambisius. Namun, langkahnya mencari dana swasta untuk turnamen utama menandai perubahan paradigma: dari model kepemimpinan yang terpusat pada federasi ke arah model yang lebih “korporat”. Ini menimbulkan ketakutan di kalangan federasi tradisional yang khawatir kehilangan kontrol atas kompetisi paling ikonik.
Di sisi lain, Ceferin menunjukkan kebijaksanaan taktis yang jarang terlihat pada pemimpin sepak bola. Dengan menolak pencalonan, ia tidak hanya melindungi reputasinya, tetapi juga mengirim sinyal kuat kepada anggota UEFA bahwa fokus utama tetap pada pengembangan kompetisi klub dan internasional di benua ini. Keputusan ini juga memberi ruang bagi federasi lain—seperti CONCACAF dan AFC—untuk mengatur agenda mereka tanpa harus bersaing dengan ambisi pribadi Ceferin.
Namun, tantangan terbesar bagi Infantino adalah mengembalikan kepercayaan para pemangku kepentingan. Jika ia memutuskan maju pada pemilihan Maret, ia harus menyiapkan koalisi yang lebih luas, termasuk negara-negara yang kini menahan dukungan. Tanpa dukungan kuat dari Eropa, peluangnya untuk memenangkan kembali kursi tertinggi FIFA akan sangat terancam. Ini membuka peluang bagi calon-calon baru yang mungkin belum terlihat, tetapi memiliki basis kuat di Asia atau Amerika Latin.
Secara strategis, apa yang terjadi selanjutnya akan menentukan arah sepak bola global selama dekade berikutnya. Apakah FIFA akan tetap menjadi “benteng” komersial yang dikuasai oleh satu figur kuat, ataukah akan muncul struktur kepemimpinan yang lebih kolektif dan transparan? Jawabannya akan sangat dipengaruhi oleh keputusan Infantino dan dinamika politik internal UEFA yang dipimpin oleh Ceferin.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Aleksander Ceferin menolak mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA?
A: Ceferin menyatakan cintanya pada UEFA dan ingin tetap fokus mengelola organisasi tersebut, bukan mengejar jabatan di FIFA. - Q: Apa yang menjadi sumber kontroversi Gianni Infantino akhir-akhir ini?
A: Rencana mencari investasi swasta untuk mengelola turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, menimbulkan kritik dan potensi mosi tidak percaya. - Q: Negara mana saja yang menarik dukungan mereka terhadap Infantino?
A: Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia telah melaporkan penarikan dukungan.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Bandung Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Jadwal, Strategi, dan Dampaknya pada Grup E

2.300 Atlet Padati GOR Ciracas, Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri 14 Gencar Bidik Regenerasi Atlet Internasional

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen
