Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa M 4,6 Guncang Timur Laut Ruteng NTT, Pakar Geofisika Ingatkan Aktivitas Sesar Naik Flores

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa M 4,6 Guncang Timur Laut Ruteng NTT, Pakar Geofisika Ingatkan Aktivitas Sesar Naik Flores
BAGIKAN:

Wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,6 pada Sabtu pagi (22/8/2026) pukul 04:59:28 WIB. Guncangan yang terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur ini sempat memicu kepanikan sesaat, meskipun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat geografis yang berada di laut, sekitar 42 kilometer arah timur laut Ruteng. Berdasarkan kedalaman hiposenternya yang berada di kategori dangkal, getaran gempa ini dirasakan cukup nyata di wilayah Ruteng dan sekitarnya dengan skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk besar yang melintas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai segera melakukan monitoring pasca-gempa guna mengantisipasi adanya dampak kerusakan pada bangunan warga maupun fasilitas publik. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Analisis Pakar Geofisika

Secara tektonik, wilayah utara Flores, termasuk kawasan di lepas pantai timur laut Ruteng, merupakan salah satu zona seismik paling aktif di Indonesia. Gempa bumi berkekuatan M 4,6 ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan pada struktur Flores Back-Arc Thrust (Sesar Naik Busur Belakang Flores). Sesar naik ini membentang dari utara Bali hingga utara Flores dan terbentuk akibat proses kompresi tektonik antara Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Sejarah kegempaan mencatat bahwa Sesar Naik Flores memiliki rekam jejak destruktif yang sangat tinggi. Salah satu peristiwa paling mematikan dalam sejarah modern Indonesia adalah Gempa dan Tsunami Flores pada 12 Desember 1992 (M 7,8) yang membangkitkan tsunami dahsyat dan merenggut ribuan korban jiwa. Kendati gempa M 4,6 kali ini bersumber dari sistem sesar yang sama, energinya jauh lebih kecil dan tidak memiliki kapasitas untuk memicu deformasi dasar laut yang signifikan.

Masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman tsunami dari peristiwa ini. Secara ilmiah, tsunami hanya dapat dipicu oleh gempa bumi tektonik dengan magnitudo minimal 6,5, berpusat di laut, memiliki kedalaman dangkal (kurang dari 70 km), dan memiliki mekanisme sesar naik atau sesar turun yang dominan. Meskipun demikian, gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo yang lebih kecil masih berpotensi terjadi dalam beberapa jam ke depan sebagai proses pelepasan sisa energi (stress release) untuk mencapai kesetimbangan tektonik yang baru. Warga diimbau untuk selalu memastikan jalur evakuasi di dalam rumah bebas dari hambatan fisik.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ