Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Laut Flores di Utara Ruteng, Pakar Ingatkan Karakteristik Sesar Naik Flores

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Laut Flores di Utara Ruteng, Pakar Ingatkan Karakteristik Sesar Naik Flores
BAGIKAN:

Wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,9 pada Jumat malam (21/8/2026) pukul 20:06:37 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat di laut, tepatnya berjarak sekitar 93 kilometer arah utara Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman hiposenter yang tergolong dangkal di kerak bumi.

Guncangan ini dirasakan dengan intensitas lemah hingga sedang oleh sebagian masyarakat di wilayah pesisir utara Pulau Flores. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. BMKG mengimbau warga setempat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Analisis Pakar Geofisika

Secara tektonik, wilayah utara Flores merupakan salah satu kawasan dengan tingkat aktivitas seismik yang sangat aktif dan kompleks di Indonesia. Gempa bumi berkekuatan M4,9 ini dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Sesar ini merupakan zona deformasi kompresional yang membentang dari utara Bali hingga utara Flores, terbentuk akibat akomodasi gaya tekan (konvergensi) antara Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dan Blok Sunda di utara.

Sejarah kegempaan menunjukkan bahwa Sesar Naik Flores memiliki rekam jejak yang sangat destruktif. Peristiwa paling masif dalam sejarah modern kawasan ini terjadi pada 12 Desember 1992, ketika gempa berkekuatan M7,8 yang bersumber dari sesar ini memicu tsunami dahsyat dan merenggut lebih dari 2.500 korban jiwa di Maumere dan sekitarnya. Karakteristik sesar naik (thrust fault) di wilayah perairan dangkal seperti Laut Flores memang memiliki efisiensi tinggi dalam memindahkan volume air laut secara vertikal apabila terjadi patahan dengan magnitudo besar.

Kendati demikian, untuk kasus gempa M4,9 ini, analisis mekanis menunjukkan bahwa akumulasi energi yang dilepaskan tidak cukup kuat untuk merobek permukaan dasar laut (sea floor rupture). Oleh karena itu, gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami. Namun, mengingat sifat batuan di zona tektonik Flores yang rapuh, potensi terjadinya gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo yang lebih kecil masih sangat mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan sebagai proses alamiah pelepasan sisa tegangan (stress release) batuan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ