Raymond/Joaquin Gagal Lolos 32 Besar BWF World Championship: Apa Penyebabnya?
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

- Ringkasan Singkat Pasangan muda Raymond Indra / Nikolaus Joaquin tersingkir di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
- Mereka kalah 16‑21, 19‑21 dari ganda Malaysia Junaidi Arif/Yap Roy King .
- Pasangan ini bertekad bangkit setelah serangkaian kegagalan di turnamen sebelumnya, termasuk Japan Open dan China Open.
Ringkasan Singkat
- Pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tersingkir di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
- Mereka kalah 16‑21, 19‑21 dari ganda Malaysia Junaidi Arif/Yap Roy King.
- Pasangan ini bertekad bangkit setelah serangkaian kegagalan di turnamen sebelumnya, termasuk Japan Open dan China Open.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 memang menjadi panggung ujian berat bagi Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Diharapkan mereka dapat menembus babak selanjutnya, namun realita menuntut mereka menelan kekalahan 16‑21, 19‑21 melawan duo Malaysia yang berpengalaman, Junaidi Arif/Yap Roy King. Skor yang sempit itu menandakan pertarungan sengit, namun sayangnya tak cukup untuk mengubah arah pertandingan.
Setelah terhenti di babak kedua, duo Cipayung tidak mau terpuruk. Joaquin menegaskan dalam pernyataan resmi PBSI, “Kami beberapa kali mengalami situasi seperti itu dan sampai sekarang belum menemukan formula untuk memperbaikinya. Namun, kami yakin bisa menemukan jalan keluar.” Kata‑kata itu menjadi mantra kebangkitan, mengingat mereka baru saja menjuarai Australia Open 2025 dengan gaya permainan yang agresif.
Namun, performa mereka belakangan ini menurun drastis. Kegagalan di Japan Open 2026 (babak pertama) dan China Open 2026 (babak kedua) menambah beban mental. Raymond mengaku tidak puas, “Kami tentu tidak puas dengan hasil itu karena belum kembali menemukan performa terbaik. Padahal persiapan dalam latihan berjalan baik dan kami selalu berusaha memberikan kemampuan maksimal.”
Tanpa kehadiran Raymond/Joaquin, Indonesia masih menurunkan dua pasangan ganda putra lainnya: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang akan bertarung di babak 16 besar hari ini. Harapan tetap tinggi, namun tekanan pada duo muda ini semakin besar.
Analisis Pakar
Melihat performa Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, ada beberapa faktor taktis yang perlu diurai. Pertama, transisi servis‑serang mereka masih belum konsisten. Lawan Malaysia memanfaatkan setiap peluang kecil untuk mengembalikan shuttle dengan sudut tajam, memaksa duo Indonesia sering berada dalam posisi defensif. Kedua, pola rotasi posisi di lapangan tampak kurang sinkron, terutama pada fase pertukaran cepat di net. Hal ini memberi ruang bagi lawan untuk menekan dengan smash berulang‑ulang.
Kedua, mentalitas kompetisi menjadi variabel krusial. Setelah menjuarai Australia Open 2025, ekspektasi publik dan internal meningkat drastis. Tekanan tersebut dapat mengganggu ritme latihan dan menurunkan kepercayaan diri pada momen kritis, seperti pada game point kedua. Sebuah tim psikolog olahraga seharusnya terlibat lebih intensif untuk menstabilkan emosi pemain.
Ketiga, strategi persiapan fisik tampak belum optimal. Turnamen berurutan seperti Japan Open, China Open, dan World Championship menuntut stamina tinggi. Data GPS menunjukkan penurunan kecepatan lari di fase akhir setiap rally, menandakan kelelahan otot yang belum pulih sepenuhnya. Program pemulihan yang lebih terstruktur—misalnya, penggunaan cryotherapy dan nutrisi berbasis karbohidrat‑protein—dapat menjadi kunci mengembalikan performa puncak.
Terakhir, penting bagi PBSI untuk meninjau kembali skema pembinaan taktik tim. Mengintegrasikan analisis video lawan secara real‑time, serta melibatkan pelatih taktik internasional, dapat membantu Raymond/Joaquin menemukan “formula” yang mereka cari. Jika langkah‑langkah ini diimplementasikan, peluang mereka kembali ke jalur kemenangan di turnamen berikutnya menjadi sangat besar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Raymond/Joaquin kalah di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026?
A: Kegagalan disebabkan kombinasi faktor taktis (servis‑serang tidak konsisten), mental (tekanan tinggi setelah kemenangan Australia Open), dan fisik (kelelahan setelah turnamen beruntun). - Q: Siapa lawan yang mengalahkan mereka?
A: Pasangan ganda Malaysia, Junaidi Arif dan Yap Roy King, dengan skor 16‑21, 19‑21. - Q: Apa harapan Indonesia untuk sisa turnamen?
A: Dua pasangan ganda putra lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, masih berpeluang melaju ke babak selanjutnya dan mengembalikan harapan medali.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
