Kim Sang Sik Puji Gemilang Vietnam, Siapkan Serangan Taktis Lawan Thailand di Final AFF 2026!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Vietnam menundukkan Malaysia 2-0 di leg kedua semifinal, menambah keunggulan agregat 4-0.
- Pelatih asal Korea Selatan, Kim Sang Sik, memuji perbaikan taktik tim di laga kandang.
- Vietnam siap menantang Thailand di final Piala AFF 2026 dengan jeda istirahat yang sangat singkat.
Di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam menutup babak semifinal dengan kemenangan bersih 2-0 atas Malaysia. Skor identik dengan leg pertama yang digelar di Kuala Lumpur, namun kualitas permainan jauh berbeda. Kim Sang Sik menegaskan bahwa timnya berhasil mengatasi masalah taktis yang menghambat performa di laga tandang, sehingga tampil lebih tajam dan terorganisir di rumah.
“Dibandingkan pada leg pertama, pemain‑pemain kami lebih baik dalam mengendalikan tempo dan mengeksekusi skema yang kami susun,” ujar sang pelatih. “Analisis kami tentang kelemahan di leg pertama terbukti efektif, dan hasilnya terlihat jelas di lapangan.”
Dengan agregat 4-0, Vietnam melaju ke final melawan Thailand, raja Piala AFF yang telah mengukir tujuh gelar juara. Duel pertama akan digelar di Bangkok, sementara leg kedua menanti di My Dinh. Kim Sang Sik menekankan pentingnya pemulihan cepat: “Kami hanya punya dua hari istirahat sebelum berangkat ke Thailand. Fokus utama kini adalah memastikan pemain kembali fit secepatnya.”
Final Piala AFF 2026 dijadwalkan pada 22 dan 26 Agustus. Leg pertama di Stadion Rajamangala, Bangkok, dan leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi. Pertemuan keempat antara Thailand dan Vietnam di panggung final, setelah pertemuan pada 2008, 2022, dan 2024. Dari tiga pertemuan sebelumnya, Vietnam keluar sebagai pemenang pada 2008 dan 2024.
Analisis Pakar
Secara taktis, perubahan terbesar yang terlihat pada leg kedua adalah penyesuaian posisi lini tengah. Kim Sang Sik menurunkan Nguyen Quang Hai ke peran lebih dalam, memaksa Malaysia menurunkan pertahanan mereka dan membuka ruang bagi sayap sayap cepat Vietnam. Pergerakan diagonal ini bukan sekadar improvisasi, melainkan hasil dari analisis video intensif yang menyoroti pola serangan lawan pada leg pertama.
Selain itu, penggunaan pressing tinggi pada fase transisi menjadi senjata utama. Tim Vietnam tidak lagi menunggu bola di zona pertahanan, melainkan langsung menekan pemain lawan di zona tengah, memaksa kesalahan yang berujung pada peluang emas. Ini menunjukkan evolusi mentalitas tim: dari sekadar menahan hingga mengendalikan tempo pertandingan.
Namun, tantangan terbesar menanti di Bangkok. Thailand, dengan pengalaman final yang melimpah, biasanya mengandalkan kecepatan sayap kiri dan serangan balik cepat. Vietnam harus menyiapkan skema anti‑counter yang solid, terutama dengan menurunkan bek sayap yang memiliki stamina tinggi untuk menutup ruang. Penggunaan gelandang bertahan yang dapat menutup celah sekaligus mendistribusikan bola akan menjadi kunci.
Jika Vietnam dapat meniru disiplin taktik yang ditunjukkan di My Dinh, sambil menambahkan variasi serangan lewat sayap kanan, peluang mereka untuk merebut gelar ke‑5 di Piala AFF sangat besar. Kunci utama tetap pada pemulihan fisik; dua hari istirahat memang singkat, tetapi dengan manajemen beban yang tepat, pemain dapat tampil maksimal pada laga tandang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan dan di mana leg pertama final Piala AFF 2026 akan digelar?
A: Leg pertama dijadwalkan pada 22 Agustus 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand. - Q: Berapa agregat kemenangan Vietnam atas Malaysia di semifinal?
A: Vietnam menang dengan agregat 4-0 (2-0 di leg pertama dan 2-0 di leg kedua). - Q: Siapa pelatih tim nasional Vietnam pada Piala AFF 2026?
A: Pelatihnya adalah Kim Sang Sik, asal Korea Selatan.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Bandung Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Jadwal, Strategi, dan Dampaknya pada Grup E

2.300 Atlet Padati GOR Ciracas, Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri 14 Gencar Bidik Regenerasi Atlet Internasional

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen
