Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa M5,0 Guncang Ende, 63 km Barat Laut: Tidak Ada Kerusakan Signifikan

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa M5,0 Guncang Ende, 63 km Barat Laut: Tidak Ada Kerusakan Signifikan
BAGIKAN:

BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 yang terjadi pada 20 Agustus 2026 pukul 22.24 WIB di kedalaman 10 km, berpusat 63 km barat laut kota Ende, Nusa Tenggara Timur. Gempa ini terdeteksi oleh jaringan seismometer nasional dan dilaporkan secara bersamaan oleh USGS serta lembaga seismologi internasional lainnya.

Menurut pernyataan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga saat ini belum ada laporan kerusakan struktural maupun korban jiwa. Intensitas yang dirasakan di wilayah Ende dan sekitarnya berada pada skala Modified Mercalli (MM) III, artinya hanya terasa oleh sebagian orang sebagai getaran ringan.

BMKG menegaskan bahwa tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan karena gempa berpusat di daratan dan kedalamannya relatif dangkal. Namun, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan (aftershock) dalam beberapa hari ke depan.

Petugas di lapangan terus memantau situasi, sementara pihak berwenang menginstruksikan penduduk untuk memeriksa kondisi bangunan, terutama rumah-rumah yang dibangun dengan bahan ringan, serta menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, air bersih, dan makanan tahan lama.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah Ende berada di zona kompleks tektonik antara Lempeng Indo-Australia yang menukik ke bawah Lempeng Sunda melalui zona subduksi Flores Back-Arc Thrust. Sesar utama yang mengontrol aktivitas seismik di daerah ini adalah sesar Flores, yang memanjang dari barat laut ke tenggara Pulau Flores. Sejarah kegempaan menunjukkan bahwa zona ini telah mengalami beberapa gempa kuat, termasuk gempa M7,0 pada tahun 1992 yang menewaskan ratusan orang, serta gempa M6,9 di Lombok pada 2018 yang memicu tsunami.

Gempa M5,0 kali ini kemungkinan merupakan hasil pelepasan tegangan pada segmen sesar sekunder yang terletak di lempeng selatan Ende. Karena kedalaman yang dangkal dan magnitudo yang relatif kecil, potensi tsunami hampir dapat diabaikan; namun, jika terjadi pergeseran mendadak pada bagian sesar yang berada di dasar laut, gelombang lokal berukuran beberapa sentimeter hingga satu meter tetap mungkin terjadi.

Model probabilistik yang dijalankan oleh Pusat Penelitian Geofisika (PPG) menunjukkan bahwa peluang terjadinya gempa susulan dengan magnitudo 4,5โ€“5,5 dalam 7 hari ke depan berkisar antara 15% hingga 25%. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan mengaktifkan sistem peringatan dini (SPOT) pada perangkat seluler mereka.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ