Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Eks Engineer Meta Bongkar Kebohongan Zuckerberg soal Keamanan Anak di Sosial Media!

TeknologiFitriani NingsihFitriani NingsihSumber: CNN Teknologi
Fitriani Ningsih
Fitriani Ningsih
Jurnalis Siber

Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Eks Engineer Meta Bongkar Kebohongan Zuckerberg soal Keamanan Anak di Sosial Media!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Arturo Béjar, mantan senior safety engineer Meta, mengaku sudah memperingatkan MarkZuckerberg lebih dari 100 kali tentang bahaya konten bagi anak di Facebook dan Instagram.
  • Pengadilan di Oakland menilai Meta sengaja merancang produk adiktif, mengumpulkan data anak di bawah 13 tahun tanpa izin, dan menutup mata pada laporan internal.
  • Jika terbukti bersalah, Meta dapat dikenai denda hingga $200 miliar – setara dengan pendapatan tahunan perusahaan.

Meta berada di bawah sorotan tajam setelah Arturo Béjar, mantan senior safety engineer, bersaksi di pengadilan federal Oakland, California. Béjar menuduh bahwa perusahaan raksasa media sosial ini telah lama menyadari risiko infinite scroll, rekomendasi konten predator, dan gambar kekerasan, namun tetap mengutamakan iklan demi profit.

Selama dua hari persidangan, Béjar mengungkapkan temuan riset internal yang menunjukkan Meta secara sadar menyalakan mesin adik‑tif dengan menampilkan lebih banyak iklan setiap kali pengguna menggulir. "Semakin lama pengguna scrolling, semakin banyak tayangan, iklan, dan pendapatan," katanya.

Lebih dari 100 kali pertemuan dengan MarkZuckerberg tidak menghasilkan tindakan. Béjar mengirim email pada 2021 yang merinci konten berbahaya bagi remaja, namun CEO tidak pernah menanggapi. "Dia menciptakan kesan palsu bahwa Meta menempatkan keselamatan di atas keuntungan," tegas saksi.

Kasus ini diajukan oleh 29 jaksa agung negara bagian AS, menuduh Meta merancang produk yang memicu kecanduan pada remaja dan melanggar undang‑undang perlindungan data anak (Children's Online Privacy Protection Act). Pengadilan diperkirakan akan berlangsung minimal enam minggu, dengan lebih dari satu juta akun di bawah 13 tahun yang sudah dinonaktifkan sebagai bukti upaya mitigasi perusahaan.

Meta membantah semua tuduhan. Pengacara Paul Schmidt berargumen bahwa risiko kecanduan bersifat individual, bukan produk. Namun, dokumen internal yang bocor menunjukkan strategi pertumbuhan yang mengorbankan keamanan anak demi engagement dan ad revenue.

Analisis Pakar

Sebagai seorang tech‑reviewer, saya melihat pola yang sama pada banyak platform digital: desain yang memaksimalkan waktu layar (time‑on‑site) menjadi prioritas utama, sementara kebijakan keamanan sering diperlakukan sebagai after‑thought. Meta tidak hanya gagal menanggapi peringatan internal, tetapi juga menutup mata pada data yang jelas menunjukkan dampak psikologis pada generasi Z.

Fitur infinite scroll dan algoritma rekomendasi berbasis engagement memang meningkatkan session length, namun tanpa filter yang ketat, mereka juga memperbesar eksposur pada konten berbahaya. Ini bukan sekadar kegagalan teknis; ini adalah keputusan bisnis yang menempatkan ad revenue di atas tanggung jawab sosial.

Kasus ini juga menyoroti kegagalan regulasi. Meskipun ada undang‑undang seperti COPPA, penegakan masih lemah. Meta berhasil mengumpulkan data anak di bawah 13 tahun dengan cara yang hampir tidak terdeteksi, menunjukkan bahwa kerangka hukum saat ini belum cukup kuat untuk menahan perusahaan teknologi raksasa.

Jika Meta dikenai denda maksimum $200 miliar, konsekuensinya akan menjadi preseden penting bagi seluruh ekosistem digital. Perusahaan akan dipaksa untuk mengubah arsitektur produk, memperketat kebijakan privasi, dan menempatkan child safety sebagai inti desain, bukan sekadar fitur tambahan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa yang menjadi inti tuduhan terhadap Meta dalam kasus ini?
    A: Meta dituduh secara sengaja merancang produk adiktif, mengumpulkan data anak di bawah 13 tahun tanpa izin, dan mengabaikan laporan internal tentang konten berbahaya.
  • Q: Berapa potensi denda yang dapat dikenakan kepada Meta?
    A: Jika terbukti bersalah, Meta dapat dikenai denda hingga $200 miliar, setara dengan pendapatan tahunan perusahaan.
  • Q: Apa langkah yang diambil Meta untuk melindungi anak-anak?
    A: Meta mengklaim telah menonaktifkan lebih dari 1 juta akun di bawah 13 tahun dan melarang pendaftaran akun bagi anak di bawah usia tersebut, meski bukti internal menunjukkan upaya tersebut tidak memadai.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸