Saling Sindir Memanas! Max Holloway Senggol Dua Sabuk Islam Makhachev, Balasan Sang Juara Bikin Kena Mental!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Islam Makhachev sukses mempertahankan sabuk juara kelas welter UFC setelah mengalahkan Ian Machado Garry di UFC 330.
- Max Holloway menyindir aksi Makhachev yang memamerkan dua sabuk juara, padahal gelar kelas ringannya sudah dilepas secara resmi.
- Makhachev memberikan balasan menohok nan kocak dengan menyebut Holloway tidak akan paham rasanya memegang dua sabuk juara dunia.
Bung, tensi di luar oktagon UFC kembali membara! Kali ini, sang raja baru kelas welter, Islam Makhachev, terlibat perang urat saraf yang sangat menarik dengan petarung veteran, Max Holloway. Semua bermula setelah Makhachev sukses mempertahankan takhtanya di ajang UFC 330 akhir pekan lalu yang digelar di Xfinity Mobile Arena.
Dalam laga yang berjalan taktis dan penuh ketegangan tersebut, Makhachev berhasil menang angka mutlak atas penantang tangguh, Ian Machado Garry, dengan skor 49-46, 49-46, dan 48-47. Kemenangan ini mengukuhkan dominasi perdana Makhachev dalam mempertahankan sabuk emas kelas welter, setelah sebelumnya ia merebutnya dari Jack Della Maddalena di UFC 322.
Namun, yang menjadi sorotan panas dunia MMA bukanlah sekadar kemenangan taktis tersebut, melainkan aksi selebrasi Makhachev pasca-laga. Petarung tangguh asal Dagestan ini dengan bangga memamerkan dua sabuk juara UFC sekaligus di pundaknya—yang diduga kuat merupakan sabuk kelas ringan (lightweight) dan kelas welter (welterweight).
Aksi pamer ini rupanya memancing gatalnya mulut Max Holloway. Lewat podcast pribadinya di platform Kick, Holloway melontarkan sindiran tajam yang meremehkan pencapaian tersebut. "Kenapa kamu punya dua sabuk? Biar kelihatan keren? Kamu kan cuma mempertahankan satu sabuk, bro," sindir Holloway dengan nada sinis.
Secara regulasi, Makhachev memang telah melepas sabuk juara kelas ringan sebelum naik ke kelas welter pada November 2025. Sabuk lowong tersebut kemudian sempat dimenangi oleh Illia Topuria sebelum akhirnya kini jatuh ke tangan Justin Gaethje yang mengalahkan Topuria di UFC Freedom 250.
Mendengar sindiran pedas dari Holloway, Makhachev tidak tinggal diam. Dengan gaya khasnya yang dingin namun mematikan, petarung berusia 34 tahun ini membalas lewat kolom komentar Instagram dengan kalimat yang sangat menohok: "Saya gak tahu bro. Itu (dua sabuk) bahkan terlalu berat dipegang. Tetapi kamu tidak paham, maaf ya." Sebuah pukulan telak yang langsung membungkam kritik Holloway!
Analisis Pakar
Bung, mari kita bedah perang urat saraf ini dari kacamata taktis dan psikologis. Sebagai pengamat yang bertahun-tahun mengikuti dinamika UFC, saya melihat perseteruan antara Islam Makhachev dan Max Holloway ini bukan sekadar drama media sosial biasa. Ini adalah benturan ego antara dua petarung elit yang memiliki warisan (legacy) berbeda di dalam oktagon. Holloway, dengan segala reputasinya sebagai salah satu striker terbaik dalam sejarah kelas bulu, tampaknya mencoba mengusik ketenangan mental Makhachev. Namun, apa yang terjadi? Makhachev justru menunjukkan kematangan mental seorang juara sejati dengan memberikan respons yang sangat santai namun menghujam langsung ke ulu hati.
Secara taktis, keputusan Makhachev untuk naik kelas ke welter dan langsung mendominasi adalah bukti sahih bahwa ia adalah petarung "pound-for-pound" yang sangat komplet. Kemenangannya atas Ian Machado Garry di UFC 330 menunjukkan transisi permainan yang luar biasa. Makhachev tidak lagi hanya mengandalkan gulat gaya Dagestan yang monoton, melainkan telah berevolusi menjadi striker yang sabar dan penuh perhitungan. Ketika Holloway mempertanyakan kepemilikan dua sabuk tersebut, ia lupa bahwa secara de facto, dominasi Makhachev di dua divisi tersebut adalah kenyataan yang tak terbantahkan. Membawa dua sabuk adalah simbol supremasi, sebuah pesan psikologis kepada seluruh petarung di UFC bahwa dialah sang penguasa era baru.
Sindiran Holloway sebenarnya bisa dibaca sebagai upaya untuk membangun narasi pertarungan masa depan (superfight). Kita tahu betul bagaimana UFC bekerja; perseteruan di media sosial adalah bahan bakar utama untuk menciptakan laga dengan bayaran selangit (pay-per-view). Namun, jawaban Makhachev yang berbunyi "kamu tidak paham, maaf ya" adalah sebuah penegasan kelas. Makhachev ingin mengatakan bahwa berada di puncak dua divisi yang berbeda adalah level yang belum pernah dicapai oleh Holloway dalam kapasitas yang sama. Ini adalah perang mental yang dimenangkan mutlak oleh kubu Khabib Nurmagomedov cs.
Ke depan, saya melihat Makhachev akan semakin kokoh di kelas welter. Tantangan berikutnya tentu akan lebih berat, namun dengan mentalitas baja yang ia tunjukkan saat merespons psywar di luar oktagon, sangat sulit melihat siapa yang bisa meruntuhkan takhtanya dalam waktu dekat. Bagi para pecinta olahraga tarung bebas, drama seperti inilah yang membuat UFC selalu menarik untuk diikuti. Ini bukan hanya soal adu fisik, tapi juga adu kecerdasan dan mentalitas!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Siapa yang memenangkan pertarungan antara Islam Makhachev vs Ian Machado Garry di UFC 330?
A: Islam Makhachev memenangkan pertarungan tersebut lewat keputusan angka mutlak (unanimous decision) dengan skor akhir 49-46, 49-46, dan 48-47.
Q: Mengapa Max Holloway menyindir Islam Makhachev terkait dua sabuk juara?
A: Holloway menyindir karena Makhachev memamerkan dua sabuk (kelas ringan dan welter), padahal Makhachev secara resmi telah melepas sabuk juara kelas ringannya sebelum memutuskan naik ke kelas welter.
Q: Siapa pemegang sabuk juara kelas ringan UFC saat ini setelah dilepas oleh Makhachev?
A: Sabuk juara kelas ringan UFC saat ini dipegang oleh Justin Gaethje, yang merebutnya setelah mengalahkan Illia Topuria di ajang UFC Freedom 250 pada Juni lalu.


