Promotor Hilang, Band Metal Indonesia Terpaksa Galang Dana di Irlandia!
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Ringkasan Singkat
- Promotor Diablo Productions diduga menghilang, bikin pertunjukan Jasad, Death Vomit, dan DEADSQUAD di Cork & London batal.
- Venue The Underworld Camden mengungkap tidak ada reservasi, sementara tiket sudah terjual.
- Fans Irlandia turun tangan, galang dana lewat GoFundMe untuk bantu band melanjutkan tur di Belanda.
Tur CATACLYSMIC Summer Tour 2026 yang menampilkan tiga raksasa metal Indonesia â Jasad, Death Vomit, dan DEADSQUAD â tibaâtiba terhenti di tengah jalan. Setelah sukses menggebrak Dublin pada 15 Agustus, jadwal mereka di Cork (16 Agustus) dan London (17 Agustus) harus dibatalkan karena Diablo Productions tidak menepati janji: venue belum dipesan, transportasi tak disiapkan, bahkan akomodasi tak ada.
Masalahnya terungkap ketika The Underworld Camden menghubungi band lewat Instagram, mengabarkan bahwa tidak ada reservasi resmi dari promotor. Pihak venue bahkan melaporkan sudah berulangâulang mengirim email dan telepon ke Diablo, namun tak ada jawaban. Akibatnya, pertunjukan London dibatalkan secara mendadak.
Setelah kegagalan di Dublin, band berusaha menyelesaikan masalah secara internal, namun promotor tetap âmenghilangâ. Di sisi lain, venue The Underworld Camden menegaskan mereka tidak tahu tiket apa yang dijual lewat Eventbrite karena tidak ada konfirmasi dari promotor, dan mereka berharap uang tiket akan dikembalikan.
Tak mau menyerah, para penggemar Irlandia langsung menggerakkan GoFundMe untuk menutupi biaya transportasi dan akomodasi band. DEADSQUAD pun mengucapkan terima kasih lewat Instagram Story, menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari inisiatif publik Irlandia, sementara penggemar di Indonesia dapat mendukung dengan membeli merchandise khusus.
Berita baiknya, tur masih berlanjut! Jadwal baru dimulai 20 Agustus di Eindhoven, Belanda, lalu melanjutkan ke Andernach, Hengelo, Charleroi, Troisdorf, Alkmaar, Rotterdam, Kassel, Wina, Augsburg, hingga HĂŒttikon. Band menegaskan semangat mereka tetap membara, sekaligus mengingatkan industri musik tentang pentingnya profesionalisme.
Analisis Pakar
Kasus ini menggarisbawahi betapa rapuhnya ekosistem tur internasional, terutama bagi band indie yang mengandalkan promotor lokal. Diablo Productions tampaknya gagal pada tiga pilar utama: perencanaan logistik, komunikasi, dan tanggung jawab keuangan. Tanpa venue yang terjamin, tiket yang sudah terjual menjadi beban moral dan hukum yang berat.
Di era digital, penjual tiket seperti Eventbrite dan platform crowdfunding seperti GoFundMe memberi harapan baru bagi artis yang terjebak dalam kebuntuan. Namun, mereka juga menuntut transparansi yang lebih ketat. Jika promotor tidak dapat memberikan bukti reservasi, seharusnya platform penjualan tiket menunda penjualan sampai ada konfirmasi resmi.
Untuk musik ekstrem Indonesia, kejadian ini menjadi pelajaran penting: diversifikasi sumber pendanaan dan membangun jaringan langsung dengan venue dapat mengurangi ketergantungan pada satu promotor. Kolaborasi dengan manajemen internasional yang memiliki rekam jejak jelas akan menjadi investasi jangka panjang yang lebih aman.
Akhirnya, respons cepat fans Irlandia menunjukkan kekuatan komunitas global. Mereka tidak hanya menunggu, melainkan aktif menggalang dana, memperlihatkan bahwa loyalitas fanbase dapat menjadi penyelamat ketika industri gagal. Ini menjadi contoh inspiratif bagi artis lain yang menghadapi situasi serupa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa pertunjukan di Cork dan London dibatalkan?
A: Karena promotor Diablo Productions tidak menyediakan venue, transportasi, dan akomodasi yang dijanjikan, serta tidak merespon komunikasi venue. - Q: Bagaimana cara fans dapat membantu band yang terdampak?
A: Fans di Irlandia menggalang dana lewat GoFundMe, sementara penggemar Indonesia dapat membeli merchandise resmi band. - Q: Apakah tiket yang sudah terjual akan dikembalikan?
A: Venue The Underworld Camden telah menghubungi Eventbrite untuk proses refund, dan diharapkan pembeli tiket akan menerima pengembalian dana.


