Malaysia Gigit Kuku Vietnam! Pertarungan Sengit di Babak I Piala AFF 2026
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Malaysia menahan serangan ganas Vietnam hingga menit 45 tanpa kebobolan.
- Vietnam menciptakan lebih dari enam peluang, namun kiper Azri Ghani tampil gemilang.
- Sergio Aguero cedera, digantikan Syafiq Ahmad, menambah tekanan pada skuad Malaysia.
Di Stadion My Dinh pada Rabu (19/8), babak pertama leg kedua semifinal Piala AFF 2026 menyajikan drama tak terduga. Vietnam langsung menekan sejak peluit pertama, menembakkan peluang pertama lewat Phan Tuan Tai dalam hitungan detikāsayangnya masih menyamping.
Menit ke-9, Nguyen Din Bach menambah tekanan, namun tembakannya meleset ke sisi gawang. Selama 20 menit pertama, Kim Sang Sik mengatur lini serang Vietnam yang agresif, menciptakan enam peluang, dua di antaranya tepat sasaran namun masih melebar.
Sementara itu, pertahanan Malaysia tetap kokoh. Kiper Azri Ghani harus bekerja ekstra, menepis setiap serangan yang datang. Namun, pada menit ke-35, sang striker Sergio Aguero terpaksa keluar karena cedera, digantikan oleh Syafiq Ahmad. Pergantian ini memberi Vietnam ruang lebih untuk menekan.
Detik-detik menjelang jeda menegangkan, Vietnam melancarkan serangan balik cepat pada menit ke-44. Do Hoang Hen (alias Hendrio Arujo) hampir mengubah skor, namun tembakannya masih menyamping. Hingga peluit akhir babak pertama, kedua tim masih belum memecahkan kebuntuan.
Susunan pemain yang dilaporkan:
Vietnam: La Giang Patrick (PG); Pham Xuan Manh, Nguyen Thanh Chung, Doan Van Hau; Trung Tien Anh, Nguyen Hoang Duc, Nguyen Quang Hai, Phan Tuan Tai; Do Hoang Hen, Nguyen Dinh Bac, Nguyen Hai Long.
Malaysia: Azri Ghani (PG); Faris Danish, Ubaidullah Shamsul, Aysar Hadi, Alif Ahmad; Sergio Aguero, Ziad El Basheer, G Pavithran, Daryl Sham, Mohamadou Sumareh; Paulo Josue.
Analisis Pakar
Melihat taktik yang diterapkan oleh Kim Sang Sik, jelas bahwa Vietnam mengandalkan pressing tinggi dan pergerakan cepat di sisi sayap. Pendekatan ini berhasil menutup ruang bagi lini belakang Malaysia, namun kurangnya penyelesaian akhir menjadi titik lemah utama. Dua tembakan tepat sasaran yang masih melebar menunjukkan kebutuhan akan peningkatan akurasi di zona penalti.
Di sisi lain, Malaysia menampilkan disiplin defensif yang patut diacungi jempol. Azri Ghani, dengan refleks dan positioning yang tajam, menjadi benteng terakhir yang menahan gempuran Vietnam. Namun, kehilangan Aguero pada menit ke-35 menimbulkan kekosongan di lini depan, memaksa pelatih untuk mengandalkan serangan balik cepat melalui Syafiq Ahmad yang masih menyesuaikan diri.
Strategi selanjutnya bagi Malaysia harus menekankan transisi cepat dari pertahanan ke serangan, memanfaatkan kecepatan sayap Alif Ahmad dan Daryl Sham. Sementara Vietnam perlu menambah variasi dalam finishing, mungkin dengan menurunkan bola lebih dalam ke dalam kotak penalti untuk memaksimalkan peluang dari pemain seperti Nguyen Hai Long.
Jika kedua tim dapat mengoptimalkan taktik masing-masing, babak kedua diprediksi akan menjadi laga yang sangat terbuka, dengan potensi gol di kedua sisi. Kunci kemenangan akan bergantung pada kemampuan Azri Ghani menjaga gawang tetap bersih dan seberapa cepat Syafiq Ahmad dapat menyesuaikan diri sebagai pengganti Aguero.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa yang mencetak gol pertama dalam pertandingan ini?
A: Hingga akhir babak pertama, belum ada gol yang tercipta. - Q: Mengapa Sergio Aguero harus diganti?
A: Aguero cedera pada menit ke-35 dan digantikan oleh Syafiq Ahmad. - Q: Bagaimana performa kiper Azri Ghani?
A: Azri Ghani tampil impresif, menepis semua peluang Vietnam dan menjaga gawang tetap bersih.


