Febi/Meilysa Gigit Tiket 16 Besar Dunia, Marwan/Aisyah Tersingkir di Babak 32!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Ringkasan Singkat Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari menaklukkan pasangan Turki 2-0 dan melaju ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
- Dominasi mereka terlihat jelas: 21‑12, 21‑14 dalam waktu kurang dari 30 menit di New Delhi .
- Sementara itu, ganda campuran Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri terhenti di babak 32 besar setelah kalah telak dari duo Denmark.
Ringkasan Singkat
- Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari menaklukkan pasangan Turki 2-0 dan melaju ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
- Dominasi mereka terlihat jelas: 21‑12, 21‑14 dalam waktu kurang dari 30 menit di New Delhi.
- Sementara itu, ganda campuran Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri terhenti di babak 32 besar setelah kalah telak dari duo Denmark.
Di Indira Gandhi Arena, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menampilkan taktik agresif yang membuat lawan Turki, Yasemen Bektas dan Sinem Yildiz, terdiam. Gim pertama dimulai dengan tiga poin beruntun dari pasangan Indonesia, lalu melesat menjadi sembilan poin berturut‑turut (13‑2). Kecepatan serangan mereka tak memberi ruang bagi lawan, sehingga set pertama berakhir 21‑12 dalam kurang 15 menit.
Gim kedua sempat menegangkan. Turki menekan, memimpin 4‑1, namun Meilysa Trias Puspitasari bersama Febriana kembali menyeimbangkan skor menjadi 4‑4. Setelah pertarungan sengit hingga 7‑7, duo Indonesia menguasai interval 11‑7. Setelah jeda, mereka meningkatkan intensitas, memperlebar jarak menjadi 14‑9 dan menutup set dengan 21‑14. Kemenangan ini menegaskan posisi mereka di peringkat ke‑12 dunia dan membuka peluang besar menuju perempat final.
Di sisi lain, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri mengalami nasib kurang beruntung. Setelah menancapkan keunggulan 21‑19 di set pertama melawan pasangan Denmark, Mathias Christiansen dan Alexandra Boje, mereka kehilangan ritme. Marwan/Aisyah tak mampu menahan serangan balik Denmark dan menyerah dengan skor 9‑21, 10‑21 di set kedua dan ketiga. Kekalahan ini menutup mimpi mereka di babak 32 besar.
Analisis Pakar
Penampilan Febriana/Meilysa menunjukkan evolusi taktik ganda putri Indonesia yang kini mengandalkan kecepatan servis, variasi smash, dan rotasi posisi yang sangat dinamis. Kedua pemain tampak telah menginternalisasi skema “front‑back” yang memaksa lawan menyesuaikan posisi secara terus‑menerus, sehingga menciptakan celah untuk serangan tajam. Keberhasilan mereka melawan Turki bukan sekadar faktor fisik, melainkan juga keputusan strategis: memanfaatkan momentum awal untuk menumpuk poin, menghindari “dead ball” yang sering menjadi jebakan lawan.
Sementara itu, Marwan/Aisyah tampak belum menemukan keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Setelah mengamankan set pertama, mereka gagal menyesuaikan taktik menghadapi perubahan ritme Denmark. Kelemahan utama terletak pada pertahanan net yang lemah dan kurangnya variasi servis, memberi peluang bagi Christiansen untuk mengatur tempo. Jika mereka ingin kembali bersaing di level dunia, diperlukan latihan intensif pada transisi cepat dan koordinasi gerakan kaki.
Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar di bulu tangkis dunia, namun konsistensi menjadi kunci. Ganda putri menunjukkan bahwa dengan persiapan mental dan taktik yang tepat, mereka dapat menembus babak final. Sementara ganda campuran harus melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam hal adaptasi taktik di tengah pertandingan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa lawan yang dikalahkan Febriana/Meilysa di babak 16 besar?
A: Mereka mengalahkan pasangan Turki, Yasemen Bektas dan Sinem Yildiz, dengan skor 21‑12, 21‑14. - Q: Mengapa Marwan/Aisyah kalah di babak 32 besar?
A: Setelah unggul di set pertama, mereka tidak dapat menyesuaikan taktik menghadapi serangan balik kuat dari pasangan Denmark, sehingga kalah 9‑21, 10‑21 di set berikutnya. - Q: Apa harapan Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah hasil ini?
A: Dengan ganda putri masuk 16 besar, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meraih medali, namun ganda campuran perlu perbaikan taktik untuk melanjutkan kompetisi.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Piala Asia 2027 Diundur, Timnas Indonesia Berpotensi Catat Sejarah Baru Berkat Waktu Tambahan John Herdman

Laga Penuh Drama di Medan: Persija Ditahan Imbang PSMS Lewat Gol Penentu Phillerson

Verdonk Starter, Lille Amankan Hasil Imbang 0-0 dari Bodo/Glimt
