Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Drama di New Delhi! Ganda Putri Indonesia Tembus 16 Besar, Sementara Ganda Campuran Gagal Lolos!

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Drama di New Delhi! Ganda Putri Indonesia Tembus 16 Besar, Sementara Ganda Campuran Gagal Lolos!
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari menaklukkan pasangan Turki 2-0 dan melaju ke 16 besar World BWF 2026 .
  • Pertandingan berlangsung di Indira Gandhi Arena , New Delhi, dengan dominasi poin cepat dan taktik agresif.
  • Ganda campuran Marwan Faza / Aisyah Salsabila Putri tersingkir di babak 32 besar oleh duo Denmark.

Ringkasan Singkat

  • Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari menaklukkan pasangan Turki 2-0 dan melaju ke 16 besar World BWF 2026.
  • Pertandingan berlangsung di Indira Gandhi Arena, New Delhi, dengan dominasi poin cepat dan taktik agresif.
  • Ganda campuran Marwan Faza / Aisyah Salsabila Putri tersingkir di babak 32 besar oleh duo Denmark.

Di Indira Gandhi Arena, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari menampilkan permainan yang penuh energi, menembus babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 pada Rabu (19/8). Pasangan Turki, Yasemen Bektas / Sinem Yildiz, tak mampu menahan serangan beruntun mereka.

Gim pertama dimulai dengan tiga poin beruntun dari Indonesia, lalu melesat menjadi sembilan poin berturut‑turut (13‑2). Keunggulan 21‑12 tercapai dalam kurang dari 15 menit, menandakan dominasi total. Pada gim kedua, Turki sempat menekan dan memimpin 4‑1, namun Meilysa dan Febriana bangkit, menyamakan kedudukan dan kemudian menguasai jalannya hingga menutup set dengan skor 21‑14.

Sementara itu, ganda campuran Marwan Faza / Aisyah Salsabila Putri harus menelan kekalahan melawan pasangan Denmark, Mathias Christiansen / Alexandra Boje, di babak 32 besar. Meskipun sempat unggul 21‑19 pada gim pertama, mereka tidak mampu mempertahankan momentum, berakhir dengan 9‑21 dan 10‑21 pada dua gim berikutnya.

Analisis Pakar

Penampilan Febriana dan Meilysa menunjukkan evolusi taktik Indonesia dalam ganda putri. Kedua pemain tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga penempatan shuttle yang presisi, memaksa lawan terjebak dalam pertukaran yang tidak menguntungkan. Keberhasilan mereka mengamankan 9 poin beruntun pada set pertama menandakan kesiapan mental yang luar biasa, terutama di panggung dunia.

Strategi agresif setelah interval pada set kedua menjadi kunci. Dengan meningkatkan tempo serangan net dan smash, mereka berhasil memperlebar selisih menjadi 14‑9 sebelum menutup pertandingan. Ini bukan sekadar kebetulan; pelatih tim Indonesia jelas telah menyiapkan skema permainan yang menekankan transisi cepat dari defense ke offense, sesuatu yang sangat efektif melawan pasangan Turki yang cenderung bermain defensif.

Di sisi lain, kegagalan Marwan/Aisyah menyoroti pentingnya konsistensi mental. Memiliki keunggulan pada set pertama seharusnya menjadi pijakan untuk menekan lawan, namun mereka tampak kehilangan fokus setelah set pertama berakhir. Lawan Denmark memanfaatkan momentum tersebut dengan mengubah taktik menjadi lebih agresif, memaksa pasangan Indonesia melakukan kesalahan fatal. Ini menjadi pelajaran berharga bagi ganda campuran Indonesia untuk memperkuat stamina mental dan adaptasi taktik di tengah pertandingan.

Ke depan, harapan besar menanti Febriana dan Meilysa. Jika mereka dapat mempertahankan pola permainan ini, peluang menembus semifinal bahkan final bukanlah hal yang mustahil. Sementara Marwan dan Aisyah perlu evaluasi intensif, terutama dalam hal penanganan tekanan pada set kritis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Siapa lawan Indonesia yang dikalahkan di babak 16 besar?

A: Pasangan Turki, Yasemen Bektas dan Sinem Yildiz.

Q: Di mana pertandingan Kejuaraan Dunia BWF 2026 berlangsung?

A: Di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India.

Q: Mengapa ganda campuran Marwan/Aisyah kalah?

A: Mereka kehilangan konsistensi setelah unggul di set pertama, sementara pasangan Denmark meningkatkan agresivitas dan memanfaatkan kesalahan mereka.

Meow! Tanya Nesi!
😸