⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

3.055 Gempa Susulan di NTT: BMKG Tegaskan Tidak Ada Ancaman Tsunami, Namun Risiko Gempa Besar Masih Mengintai

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

3.055 Gempa Susulan di NTT: BMKG Tegaskan Tidak Ada Ancaman Tsunami, Namun Risiko Gempa Besar Masih Mengintai
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di NusaTenggaraTimur sejak gempa utama magnitude 7 pada 15 Agustus.
  • Magnitudo susulan berkisar 1,1‑6,2; hanya 88 di antaranya terasa masyarakat.
  • Direktur Wijayanto menegaskan tidak ada potensi tsunami dan gempa susulan tidak akan melampaui magnitude 7,8.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan total 3.055 gempa susulan di NusaTenggaraTimur hingga pukul 17.00 WIB, Senin 19 Agustus 2026, lima hari setelah gempa utama magnitude 7 mengguncang wilayah tersebut. Menurut TeukuFaisalFathani, magnitudo susulan paling kuat tercatat 6,2, sementara yang terlemah hanya 1,1.

Namun, dari ribuan rangkaian seismik itu, hanya 88 gempa yang dirasakan oleh penduduk. Fathani memperkirakan proses peluruhan seismik akan memakan waktu tiga hingga empat minggu sebelum aktivitas kembali normal. Peluruhan ini berarti frekuensi dan intensitas gempa susulan menurun secara bertahap setelah mainshock utama.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan tidak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa utama. Ia menambahkan bahwa magnitudo maksimum yang mungkin terjadi di NTT berkisar antara 7,7‑7,8, dan bahwa masa peluruhan akan menurunkan potensi gempa besar serta menyingkirkan ancaman tsunami dalam waktu dekat.

Analisis Pakar

Secara teknis, data BMKG menunjukkan pola aftershock yang masih berada dalam rentang yang wajar setelah gempa magnitude 7. Namun, angka 3.055 aftershocks dalam lima hari menandakan zona sesar yang sangat aktif, mengingat sebagian besar aftershocks biasanya menurun secara eksponensial. Hal ini menuntut pemantauan intensif, terutama pada wilayah pesisir yang rawan tsunami meski BMKG menyatakan tidak ada ancaman saat ini.

Penegasan tidak ada tsunami oleh pihak berwenang harus dipertimbangkan dengan skeptis. Sistem peringatan dini Indonesia masih bergantung pada jaringan seismik yang belum merata di seluruh kepulauan NTT. Keterbatasan infrastruktur dapat menimbulkan blind spot, sehingga masyarakat harus tetap waspada terhadap perubahan level laut yang tiba‑tiba.

Selanjutnya, pernyataan bahwa magnitudo susulan tidak akan melampaui 7,8 terkesan menutup ruang bagi skenario terburuk. Sejarah geologi Indonesia mencatat beberapa kasus di mana aftershock melebihi magnitude 7, meski jarang. Oleh karena itu, kebijakan evakuasi dan kesiapsiagaan harus tetap fleksibel, bukan sekadar mengandalkan perkiraan statistik.

Terakhir, waktu pemulihan tiga‑empat minggu yang disebutkan oleh Fathani bersifat optimistik. Dampak sosial‑ekonomi, terutama pada sektor pertanian dan pariwisata NTT, dapat berlarut lebih lama jika aftershocks terus mengganggu infrastruktur kritis. Pemerintah daerah perlu mempercepat penyaluran bantuan dan memperkuat bangunan publik agar tidak terulang kerusakan serupa pada gempa berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Apakah gempa susulan di NTT dapat menimbulkan tsunami? BMKG menyatakan bahwa aftershocks yang tercatat tidak memiliki potensi menggerakkan laut secara signifikan, sehingga risiko tsunami sangat kecil untuk saat ini.
  • Berapa lama aftershocks diperkirakan akan berlangsung? Para ahli memperkirakan proses peluruhan seismik akan memakan waktu tiga hingga empat minggu, meski aktivitas dapat berlanjut lebih lama pada zona sesar aktif.
  • Apa yang harus dilakukan masyarakat jika merasakan gempa? Tetap tenang, hindari bangunan tidak stabil, ikuti instruksi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan pantau informasi resmi melalui BMKG atau otoritas setempat.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸