Skandal Emas: Penyelundup Beralih ke Bra dan Celana Dalam, Ancaman Baru bagi Bea Cukai
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- Polri ungkap modus baru penyelundupan emas: bubuk emas disembunyikan dalam pakaian dalam wanita dan pria.
- Bea Cukai dan Kemenkeu meningkatkan penindakan, namun pelaku terus berinovasi, termasuk penyelundupan lewat organ tubuh.
- Penegakan hukum di Bandarasoekarno-Hatta mengungkap dua teknik berbeda dalam 24 jam, menandakan risiko kerugian devisa yang signifikan.
Jakarta, CNBC Indonesia â Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Polri mengidentifikasi evolusi modus operandi penyelundupan emas ilegal. Menurut Moh. Irhamni, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim, pelaku kini tidak lagi mengandalkan balok atau peluru emas, melainkan memanfaatkan bubuk emas yang diselipkan dalam bra wanita atau celana dalam pria.
âSetelah penindakan intensif, kami melihat diversifikasi taktik yang mengancam efektivitas deteksi tradisional,â ujar Irhamni dalam konferensi pers di kantor pusat Bea dan Cukai, Selasa (18/8/2026). Ia menambahkan bahwa teknologi canggih akan diintegrasikan untuk mengantisipasi penyamaran baru, mengingat âbanyak yang masih lolos dengan modusâmodus inovatifâ.
Kasus terbaru pada 10â11 Agustus melibatkan dua teknik berbeda di Bandarasoekarno-Hatta. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa satu kelompok menyembunyikan emas di area kemaluan wanita dan dubur, sementara kelompok lain memanfaatkan layanan ground handling untuk menyalurkan emas kepada penumpang. âDalam kurang dari 24 jam, kami menghadapi dua modus yang sama sekali baru,â kata Purbaya.
Kerugian devisa akibat penyelundupan emas diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun. Dengan harga emas yang terus menguat, insentif bagi jaringan kriminal semakin tinggi, menuntut respons kebijakan yang lebih agresif dan koordinasi lintasâinstansi.
Analisis Pakar
Modus penyelundupan emas yang kini mengandalkan microâconcealmentâmenyembunyikan partikel emas dalam pakaian dalamâmenandakan pergeseran paradigma dalam kejahatan lintas batas. Dari perspektif ekonomi makro, fenomena ini bukan sekadar masalah penegakan hukum, melainkan gejala kegagalan sistem pengawasan nilai tukar dan kebijakan fiskal. Ketika bea masuk emas tidak dapat dipungut secara efektif, negara kehilangan potensi pendapatan yang dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur atau penguatan cadangan devisa.
Strategi penanggulangan harus bersifat multidimensi. Pertama, investasi dalam teknologi deteksi berbasis spectroscopy atau nanoscopic scanning di titik masuk bandara dan pelabuhan dapat meningkatkan rasio penemuan. Kedua, memperkuat intelijen ekonomi dengan melibatkan bank sentral dalam pemantauan aliran keuangan terkait perdagangan emas ilegal. Ketiga, memperketat regulasi pada industri perhiasan domestik, termasuk pelaporan wajib bagi produsen dan pedagang kecil, untuk menutup celah pasokan dalam negeri.
Selanjutnya, penting bagi pemerintah untuk meninjau kembali tarif bea masuk emas. Tarif yang terlalu rendah dapat menjadi âpayâoffâ bagi penyelundup, sementara tarif yang terlalu tinggi mendorong pencarian celah. Penetapan tarif yang optimal, dikombinasikan dengan insentif bagi pelaku legal yang mematuhi prosedur, dapat mengurangi selisih antara pasar resmi dan pasar gelap.
Akhirnya, kolaborasi internasional menjadi kunci. Jaringan penyelundup emas sering beroperasi lintas negara, memanfaatkan perbedaan regulasi. Kerjasama dengan otoritas bea cukai di negara tujuan akhir, serta pertukaran data realâtime melalui platform ASEANâCEN, dapat memutus rantai pasokan sebelum emas mencapai pasar domestik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Bagaimana cara Bea Cukai mendeteksi emas dalam bentuk bubuk?
- A: Menggunakan alat deteksi spektral dan Xâray yang dapat mengidentifikasi partikel logam berat meski tersembunyi dalam tekstil.
- Q: Apa dampak ekonomi dari penyelundupan emas bagi Indonesia?
- A: Mengurangi penerimaan bea masuk, menurunkan cadangan devisa, dan menimbulkan distorsi harga emas domestik.
- Q: Apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mengurangi penyelundupan?
- A: Melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang dan mendukung kebijakan transparansi dalam perdagangan logam mulia.


