Nyali Juara Belum Cukup! Paul Scholes Sebut MU Masih Jauh dari Level Arsenal, Ini Biang Keroknya!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Legenda MU, Paul Scholes, menilai Setan Merah belum siap bersaing dengan Arsenal dalam perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini.
- Meskipun ada kemajuan di bawah asuhan Michael Carrick dan kedatangan pemain baru seperti Andrey Santos dan Youri Tielemans, kelemahan di lini tengah dan belakang masih sangat mencolok.
- Scholes menyoroti kurangnya kecepatan dan mobilitas di poros tengah yang membuat pertahanan MU mudah ditembus lawan lewat serangan langsung.
Bung dan Nona pecinta sepak bola, tensi persaingan papan atas Liga Inggris musim ini dipastikan bakal semakin membara! Namun, sebuah peringatan keras nan realistis baru saja ditiupkan oleh sang legenda hidup Setan Merah, Paul Scholes. Menurut maestro lini tengah era Sir Alex Ferguson ini, impian Manchester United untuk meruntuhkan dominasi sang juara bertahan, Arsenal, tampaknya masih harus disimpan rapat-rapat di dalam laci. Terlalu dini, Bung!
Scholes memang tidak menutup mata atas progres luar biasa yang ditunjukkan United di bawah komando taktis Michael Carrick. Sukses finis di posisi tiga besar musim lalu setelah transisi pasca-era Ruben Amorim jelas merupakan pencapaian yang patut diacungi jempol. Optimisme sempat membubung tinggi di Old Trafford, apalagi setelah manajemen bergerak aktif di bursa transfer dengan mendaratkan nama-nama beken seperti Karl Darlow, Andrey Santos, hingga gelandang kreatif Youri Tielemans.
Tapi tunggu dulu! Bagi Scholes, belanja mewah ini belum cukup untuk menyulap MU menjadi penantang gelar yang sahih. "Apakah Anda berharap mereka bisa bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris? Menurut saya, target itu masih agak jauh jika melihat langkah-langkah yang telah mereka ambil sejauh ini," cetus Scholes dengan nada realistis, seperti dikutip dari Metro.
Scholes membedah borok taktis MU dengan sangat tajam. Masalah utama yang belum terpecahkan adalah poros tengah dan jantung pertahanan. "Rasanya prioritas musim panas ini adalah lini tengah, mengingat area tersebut memang menjadi masalah pada musim lalu. Menurut saya, masalah itu masih ada—bukan hanya di posisi gelandang tengah, tetapi juga bek tengah. Setiap tim yang merepotkan MU selalu menyerang langsung dari tengah, karena kurangnya kecepatan dan mobilitas di area tersebut," tambahnya.
Meskipun kehadiran Santos dan Tielemans memberikan angin segar, Scholes bersikeras bahwa lubang besar di lini tengah belum sepenuhnya tertutup. Tanpa adanya tambahan bek tengah yang tangguh dan cepat, MU akan terus menjadi sasaran empuk tim-tim dengan transisi cepat di Premier League.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang bertahun-tahun membedah taktik di atas lapangan hijau, saya harus sepakat 100 persen dengan analisis Paul Scholes. Apa yang dikatakan Scholes bukan sekadar kritik asal bunyi, melainkan sebuah kebenaran taktis yang telanjang. Michael Carrick memang membawa stabilitas dan pendekatan modern, namun sepak bola level tertinggi tidak bisa dimenangkan hanya dengan romansa taktik tanpa kedalaman skuad yang mumpuni.
Mari kita bedah lini tengah mereka. Youri Tielemans adalah dirigen yang luar biasa dengan visi bermain kelas dunia, namun dia bukanlah seorang 'destroyer' atau perusak alur serangan lawan. Sementara Andrey Santos, meski memiliki potensi masif, masih terlalu hijau untuk memikul beban berat sebagai jangkar tunggal di liga sekejam Premier League. Akibatnya, ketika lawan melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang, lini tengah MU kerap kali terlihat seperti jalan tol tanpa hambatan—kosong dan mudah ditembus!
Masalah ini merembet langsung ke sektor bek tengah. Sepak bola modern menuntut garis pertahanan tinggi (high defensive line). Jika Anda tidak memiliki bek tengah yang memiliki kecepatan (pace) mumpuni untuk melakukan recovery run, maka setiap bola daerah dari lawan akan menjadi mimpi buruk. MU saat ini sangat rentan terhadap serangan balik cepat yang langsung menusuk ke jantung pertahanan. Carrick harus berani mendesak manajemen untuk berburu bek tengah modern yang cepat dan piawai mengalirkan bola (ball-playing defender).
Jika dibandingkan dengan Arsenal, perbedaannya sangat kontras. Mikel Arteta berhasil membangun struktur pertahanan yang kokoh dengan Declan Rice sebagai pelindung utama, disokong oleh duet Saliba dan Gabriel yang sangat atletis dan cepat. Fondasi kokoh inilah yang belum dimiliki MU. Skuad Carrick saat ini lebih mirip tim yang dibangun untuk turnamen cup yang mengandalkan momentum, bukan untuk konsistensi maraton 38 pertandingan liga. Target realistis MU musim ini? Amankan empat besar, matangkan filosofi Carrick, dan bersabarlah, karena proses menuju juara tidak bisa instan!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Mengapa Paul Scholes meragukan peluang juara Manchester United musim ini?
A: Scholes menilai kualitas skuad MU saat ini belum cukup setara dengan Arsenal, terutama karena adanya kelemahan fatal dalam hal kecepatan dan mobilitas di sektor lini tengah serta bek tengah.
Q: Siapa saja pemain baru yang didatangkan MU untuk memperkuat tim?
A: Manchester United telah merekrut beberapa pemain baru di bursa transfer, di antaranya adalah penjaga gawang Karl Darlow, gelandang muda Andrey Santos, dan gelandang kreatif Youri Tielemans.
Q: Apa kelemahan taktis utama MU yang paling disorot?
A: Kelemahan utama MU terletak pada kurangnya gelandang bertahan murni tipe perusak (destroyer) dan bek tengah yang cepat, yang membuat mereka sangat rentan terhadap serangan balik langsung dari area tengah lapangan.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
