Gila! Tanpa Adaptasi Lapangan dan Lolos 'Last Minute', Rehan/Gloria Hancurkan Wakil Malaysia di Kejuaraan Dunia BWF 2026!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Ringkasan Singkat Bantai Malaysia: ganda campuran Indonesia, Rehan/Gloria, sukses melaju ke babak 16 besar setelah melibas wakil Malaysia, Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien, dengan skor telak 21-16, 21-3.
- Benar-benar mentalitas juara ditunjukkan oleh ganda campuran kebanggaan kita, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja !
- Siapa yang menyangka, di tengah drama ketidakpastian keberangkatan yang mirip wahana roller coaster, mereka justru tampil menggila di laga pembuka Kejuaraan Dunia BWF 2026 di India.
Ringkasan Singkat
- Bantai Malaysia: ganda campuran Indonesia, Rehan/Gloria, sukses melaju ke babak 16 besar setelah melibas wakil Malaysia, Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien, dengan skor telak 21-16, 21-3.
- Drama Roller Coaster: Pasangan Indonesia ini menghadapi ketidakpastian luar biasa, baru mendapat kepastian tampil pada Jumat pagi dan tiba di India pada Senin dini hari tanpa sempat menjajal lapangan pertandingan.
- Mentalitas Baja: Sempat kesulitan beradaptasi di gim pertama, momentum kemenangan diraih setelah memanfaatkan hilangnya fokus lawan akibat protes service fault, sebelum akhirnya melakukan pembantaian taktis di gim kedua.
Luar biasa! Benar-benar mentalitas juara ditunjukkan oleh ganda campuran kebanggaan kita, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja! Siapa yang menyangka, di tengah drama ketidakpastian keberangkatan yang mirip wahana roller coaster, mereka justru tampil menggila di laga pembuka Kejuaraan Dunia BWF 2026 di India. Pasangan Malaysia, Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien, dibuat tak berkutik dan digulung habis dengan skor telak 21-16, 21-3! Ya, Anda tidak salah baca, gim kedua berakhir dengan skor afkir 21-3!
Bayangkan saja tekanannya. Rehan/Gloria baru mendapat kepastian tiket bertanding pada Jumat pagi. Persiapan super mepet, langsung terbang, dan baru mendarat di India pada Senin dini hari. Tanpa ada waktu untuk mencicipi karpet lapangan alias nol adaptasi arena, mereka langsung diterjunkan ke medan perang pada hari Selasa. Di gim pertama, Rehan mengakui mereka masih meraba-raba embusan angin dan karakteristik shuttlecock.
Namun, kematangan mental berbicara. Gloria mengungkapkan momen krusial terjadi saat pasangan Malaysia terkena service fault akibat melakukan delay. Lawan emosi, melancarkan protes keras, dan kehilangan fokus. Di sinilah kecerdikan Rehan/Gloria diuji. Bukannya ikut larut dalam drama, mereka justru menaikkan tempo permainan, merebut gim pertama 21-16, dan langsung melakukan 'pembantaian' taktis di gim kedua dengan skor sadis 21-3 untuk menyegel tiket 16 besar!
Analisis Pakar
Bung Dimas di sini! Mari kita bedah secara taktis apa yang terjadi di lapangan. Skor 21-3 di gim kedua itu bukan sekadar keberuntungan, kawan! Itu adalah bukti nyata dari tactical masterclass dan keunggulan mentalitas. Ketika pasangan Malaysia kehilangan fokus akibat drama protes di gim pertama, Rehan/Gloria langsung menutup ruang napas lawan. Rehan dengan sangat cerdik memotong bola-bola depan, sementara Gloria dengan postur jangkungnya mendominasi area belakang dengan smes-smes tajam dan penempatan bola yang sangat presisi. Transisi bertahan ke menyerang mereka berjalan sangat mulus, memaksa lawan melakukan unforced errors beruntun.
Dari sudut pandang psikologis, status 'last-minute entry' ini justru menjadi berkah tersembunyi (blessing in disguise). Bermain tanpa beban adalah senjata paling mematikan dalam olahraga. Rehan/Gloria masuk ke lapangan dengan mentalitas 'nothing to lose' karena mereka tahu persiapan mereka sangat minim. Beban justru ada di pundak lawan yang secara teoritis lebih siap secara fisik dan adaptasi lapangan. Ketika tekanan berbalik, mentalitas baja ganda campuran Indonesia ini yang berbicara. Mereka bermain lepas, menikmati setiap reli, dan inilah yang membuat permainan mereka mengalir begitu indah.
Namun, sebagai pengamat senior, saya juga harus memberikan catatan kritis. Drama ketidakpastian keberangkatan seperti ini tidak boleh sering terjadi. Atlet profesional membutuhkan kepastian program latihan dan pemulihan fisik yang terstruktur. Beruntung kali ini Rehan/Gloria bisa mengatasi hambatan non-teknis tersebut dengan luar biasa. Namun, untuk level Kejuaraan Dunia, persiapan yang terburu-buru seperti ini sangat berisiko tinggi memicu cedera atau kelelahan prematur di babak-babak akhir. PBSI dan pihak terkait harus lebih responsif dan taktis dalam mengelola kuota cadangan agar kejadian serupa bisa diantisipasi lebih awal.
Menatap babak 16 besar, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Lawan-lawan tangguh sudah menanti dengan analisis video yang lebih matang. Rehan/Gloria harus segera melupakan euforia kemenangan telak ini. Kunci utama di laga berikutnya adalah konsistensi start gim pertama. Mereka tidak bisa lagi mengandalkan momentum 'meraba-raba' lapangan di awal laga. Jika mereka mampu mempertahankan intensitas serangan dan ketenangan seperti di gim kedua tadi, saya sangat optimis pasangan ini bisa melangkah jauh dan memberikan kejutan besar di turnamen ini!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Bagaimana hasil pertandingan Rehan/Gloria di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026?
A: Rehan/Gloria berhasil menang telak atas pasangan Malaysia, Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien, dengan skor 21-16 dan 21-3, sehingga berhak lolos ke babak 16 besar.
Q: Mengapa persiapan Rehan/Gloria terbilang sangat singkat untuk turnamen ini?
A: Mereka baru mendapat kepastian bisa tampil di Kejuaraan Dunia pada Jumat pagi sebelum turnamen dimulai, sehingga persiapan taktis dan fisik dilakukan dalam waktu yang sangat mepet.
Q: Apa kendala utama yang dihadapi Rehan/Gloria saat baru tiba di India?
A: Mereka tidak sempat melakukan uji coba atau adaptasi lapangan karena baru tiba di India pada Senin dini hari, sementara pertandingan babak pertama langsung digelar pada hari Selasa.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
