Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M4,8 Guncang 74 km Utara Ruteng, Potensi Dampak Diperiksa BMKG

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa M4,8 Guncang 74 km Utara Ruteng, Potensi Dampak Diperiksa BMKG
BAGIKAN:

BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 terjadi pada 18 Agustus 2026 pukul 12.01 WIB di kedalaman yang belum dipublikasikan, berpusat 74 km sebelah utara kota Ruteng, Flores. Guncangan dirasakan oleh penduduk di beberapa kecamatan sekitar, namun belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa.

Tim tanggap darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan otoritas setempat segera melakukan pemantauan intensif. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa gempa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami mengingat lokasinya berada jauh dari pantai dan kedalaman yang relatif dangkal.

Menurut data historis, wilayah Flores termasuk zona subduksi Indo-Australia yang menukik di bawah lempeng Eurasia, sehingga rawan terjadi gempa tektonik berulang. Gempa dengan magnitudo serupa telah tercatat beberapa kali dalam dekade terakhir, namun sebagian besar tidak menimbulkan dampak luas.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, terutama pada sore dan malam hari ketika aktivitas seismik cenderung meningkat. Pemerintah daerah telah menyiapkan posko darurat dan memeriksa kesiapan infrastruktur kritis, termasuk jaringan listrik, air bersih, dan fasilitas kesehatan.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah 74 km utara Ruteng berada di zona patahan Flores Back‑Arc Thrust, sebuah sistem sesar yang terbentuk akibat interaksi kompleks antara lempeng Indo‑Australia dan lempeng Sunda. Patahan ini memanjang dari barat laut ke tenggara Pulau Flores, menghubungkan zona subduksi di selatan dengan zona tektonik interior di utara. Sejak era modern, zona ini telah menghasilkan lebih dari 30 gempa dengan magnitudo ≥5,0, termasuk gempa M5,9 pada 2018 yang menimbulkan kerusakan struktural di beberapa desa.

Secara geologis, sesar ini bersifat thrust (tekuk) dengan kemiringan rata‑rata 15‑20 derajat, menghasilkan pergeseran vertikal yang dapat memicu uplift atau penurunan permukaan tanah. Meskipun gempa M4,8 tidak cukup kuat untuk memicu tsunami, pergerakan sesar di kedalaman kurang dari 30 km berpotensi menimbulkan gelombang laut lokal bila terjadi slip mendadak pada segmen yang berdekatan dengan pantai barat Flores.

Potensi gempa susulan (aftershock) biasanya berkisar antara 30‑70 % dari magnitudo utama dalam rentang waktu 24‑48 jam. Dengan magnitudo 4,8, model Gutenberg‑Richter memperkirakan kemungkinan terjadinya aftershock dengan magnitudo 3,5‑4,0 sekitar 0,8 kali per hari selama tiga hari pertama. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk mematuhi prosedur evakuasi darurat, memeriksa kondisi bangunan, dan mengikuti peringatan BMKG secara berkala.

Meow! Tanya Nesi!
😸