⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Drama di Puncak FIFA: COO Kevin Lamour Dipecat Usai Tantang Rencana Infantino!

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Drama di Puncak FIFA: COO Kevin Lamour Dipecat Usai Tantang Rencana Infantino!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kevin Lamour resmi kehilangan jabatan COO FIFA setelah melontarkan kritik tajam pada Gianni Infantino.
  • FIFA mengumumkan pemutusan hubungan kerja pada 17 Agustus 2026 lewat pernyataan resmi.
  • Kontroversi penjualan saham Piala Dunia memicu ketegangan dengan UEFA, Concacaf, dan AFC serta mengancam masa depan Infantino di kongres mendatang.

Berita panas datang dari markas FIFA yang mengonfirmasi bahwa Kevin Lamour tidak lagi menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) sejak 17 Agustus 2026. Keputusan ini muncul tak lama setelah Lamour melontarkan kritik tajam terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mengusulkan penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta.

FIFA menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi Lamour selama dua tahun, namun menegaskan bahwa hubungan kerja telah berakhir. Sementara itu, media internasional seperti The Guardian dan Associated Press menyebut perpisahan ini sebagai pemecatan atau pemberhentian kerja.

Pengumuman resmi dikirimkan lewat email yang ditandatangani Sekjen FIFA, Mattias Grafström, kepada seluruh staf. Lamour sebelumnya menuduh rencana Infantino sebagai “proyek satu orang” yang menipu sebagian pengurus FIFA. Meskipun proposal penjualan saham tersebut kini dibatalkan, gelombang protes tetap menggelora. UEFA, Concacaf, dan AFC telah menyatakan penolakan tegas dan bahkan mengancam boikot terhadap Piala Dunia mendatang.

Ketegangan ini menambah tekanan pada Infantino menjelang kongres FIFA pada Maret mendatang, di mana nasib kepemimpinannya dipertaruhkan. Apakah keputusan ini akan menenangkan atau justru memicu lebih banyak gejolak? Hanya waktu yang akan menjawab.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat yang telah menelusuri dinamika internal FIFA selama lebih dari satu dekade, saya melihat pemecatan Kevin Lamour bukan sekadar tindakan disipliner, melainkan langkah taktis untuk menenangkan badai politik yang mengancam legitimasi organisasi. Infantino, yang selama ini mengandalkan kontrol ketat atas keputusan strategis, kini harus berhadapan dengan suara-suara kritis yang tidak lagi dapat diabaikan.

Rencana penjualan saham Piala Dunia memang menggoda dari sisi komersial, namun mengorbankan nilai-nilai sportivitas dan kepemilikan kolektif yang menjadi DNA FIFA. Lamour, dengan keberaniannya menantang proyek “satu orang” tersebut, menyalakan kembali percakapan tentang siapa sebenarnya pemilik hak atas turnamen paling bergengsi di dunia.

Reaksi keras dari konfederasi seperti UEFA, Concacaf, dan AFC menandakan bahwa isu ini melampaui sekadar kebijakan internal. Ancaman boikot bukan sekadar retorika; ia mencerminkan ketakutan akan kehilangan kontrol atas agenda kompetisi dan pendapatan yang mengalir deras. Jika Infantino gagal menenangkan mereka, konsekuensinya bisa berupa fragmentasi kompetisi internasional.

Terlepas dari drama ini, saya percaya bahwa pemecatan Lamour akan menjadi katalisator bagi reformasi struktural yang lebih transparan. Anggota kongres FIFA harus memanfaatkan momentum ini untuk menegakkan tata kelola yang lebih akuntabel, mengurangi konsentrasi kekuasaan, dan memastikan bahwa keputusan strategis melibatkan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya satu figur sentral.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Kevin Lamour dipecat?
    A: Karena ia secara terbuka mengkritik rencana penjualan saham Piala Dunia yang dipimpin oleh Gianni Infantino, menimbulkan ketegangan internal.
  • Q: Apa dampak pemecatan ini terhadap kepemimpinan Gianni Infantino?
    A: Memperparah tekanan politik menjelang kongres FIFA, meningkatkan risiko tidak terpilih kembali.
  • Q: Apakah UEFA, Concacaf, atau AFC akan benar-benar memboikot Piala Dunia?
    A: Kedua konfederasi telah menyatakan penolakan tegas; keputusan akhir tergantung pada hasil negosiasi dan keputusan FIFA di kongres mendatang.
Meow! Tanya Nesi!
😸