Trump Usir Latihan Militer AS‑Korsel, Klaim Hubungan Dekat dengan Kim Jong Un
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Presiden Donald Trump mengumumkan pengurangan skala latihan bersama Korea Selatan hanya beberapa jam sebelum acara dimulai.
- Trump menyebut keputusan itu didasari hubungan pribadi dengan Kim Jong Un serta kekecewaan atas kurangnya dukungan Seoul dalam kebijakan Iran.
- Meskipun pernyataan Trump, latihan "Ulchi Freedom Shield" tetap dijadwalkan, namun detail skala dan intensitasnya masih dipertanyakan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penyesuaian skala latihan militer gabungan dengan Korea Selatan melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, hanya beberapa jam sebelum latihan tahunan yang dikenal sebagai Ulchi Freedom Shield dimulai. Dalam postingannya, Trump menyoroti biaya tinggi latihan tersebut, yang sebagian besar ditanggung oleh anggaran pertahanan Amerika, serta potensi provokasi terhadap Kim Jong Un dan rezim Korea Utara.
"Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah lama berpartisipasi dalam latihan militer bersama Korea Selatan," tulis Trump. Ia menambahkan bahwa latihan tersebut mengirimkan sinyal yang "tidak pantas dan bermusuhan" kepada Pyongyang, meskipun selama masa kepresidenannya ia mengklaim hubungan dengan pemimpin Korea Utara tetap damai.
Selain menekankan kedekatan pribadi dengan Kim, Trump juga mengkritik Presiden Korea Selatan, Lee Jae‑Myung, yang menurutnya menolak untuk bergabung dalam upaya denuklirisasi Iran. "Saya bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka ingin membantu kami dalam denuklirisasi Republik Islam Iran, dan mereka menjawab, 'Tidak, terima kasih'," ungkap Trump.
Pihak pemerintah Korea Selatan melalui Kantor Kepresidenan (Blue House) menanggapi pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa hubungan pertahanan bersama tetap menjadi prioritas. Blue House menyatakan bahwa mereka berharap hubungan pribadi antara pemimpin Amerika dan Korea Utara dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif antara Washington dan Pyongyang.
Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa latihan Ulchi Freedom Shield akan tetap dilaksanakan pada 17 Agustus sesuai jadwal, namun belum ada kepastian apakah jumlah pasukan, yang biasanya mencapai sekitar 18.000 tentara Korea Selatan, akan dipangkas secara signifikan.
Analisis Pakar
Penurunan skala latihan militer AS‑Korsel yang diumumkan oleh Trump menimbulkan pertanyaan strategis yang lebih luas tentang arah kebijakan keamanan regional di Asia‑Pasifik. Dari sudut pandang keamanan, latihan bersama seperti Ulchi Freedom Shield telah menjadi pilar utama dalam menegaskan komitmen Amerika terhadap pertahanan Korea Selatan sejak akhir Perang Dingin. Pengurangan atau penyesuaian skala latihan dapat dilihat sebagai sinyal kelemahan, yang berpotensi dimanfaatkan oleh Korea Utara untuk meningkatkan tekanan diplomatik.
Namun, Trump tampaknya mengedepankan pendekatan personalistik, mengandalkan hubungan pribadi dengan Kim Jong Un sebagai faktor penyeimbang. Pendekatan semacam ini mengabaikan dinamika struktural yang melibatkan aliansi militer, kepentingan ekonomi, serta tekanan geopolitik dari China. Tanpa dukungan institusional yang kuat, hubungan pribadi saja tidak cukup untuk menjamin stabilitas jangka panjang di semenanjung Korea.
Selain itu, kritik Trump terhadap Korea Selatan terkait kebijakan Iran menyoroti ketegangan yang lebih luas antara Washington dan Seoul. Meskipun kedua negara merupakan sekutu dekat, perbedaan pandangan mengenai strategi denuklirisasi Iran dapat memengaruhi koordinasi keamanan di kawasan. Jika Seoul terus menolak partisipasi dalam inisiatif Amerika, hal ini dapat memperlemah posisi Washington dalam negosiasi multilateral di Timur Tengah.
Secara keseluruhan, keputusan Trump dapat dilihat sebagai upaya jangka pendek untuk mengurangi beban fiskal dan menghindari provokasi, namun berisiko menimbulkan ketidakpastian strategis. Pengamat menekankan pentingnya dialog multilateral yang melibatkan semua pemangku kepentingan—AS, Korea Selatan, Korea Utara, serta negara‑negara regional—untuk memastikan bahwa penyesuaian taktis tidak berujung pada penurunan kemampuan deterensial di kawasan yang sudah rawan konflik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah latihan Ulchi Freedom Shield tetap akan dilaksanakan?
- A: Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa latihan tetap dijadwalkan pada 17 Agustus, meskipun skala dan intensitasnya mungkin disesuaikan.
- Q: Mengapa Presiden Trump menekankan hubungannya dengan Kim Jong Un?
- A: Trump mengklaim bahwa hubungan pribadi dengan pemimpin Korea Utara dapat mengurangi ketegangan dan menjadi alasan untuk menurunkan intensitas latihan bersama Korea Selatan.
- Q: Bagaimana respons Korea Selatan terhadap pernyataan Trump?
- A: Pemerintah Korea Selatan menegaskan komitmen terhadap pertahanan bersama dan menyatakan bahwa hubungan antara AS dan Korea Utara harus diarahkan pada dialog yang konstruktif.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Senjata 'Pasukan Lula': Strategi Gerilya Media Sosial yang Membalikkan Arah Pilpres Brasil

Gebrakan Global: 33 Negara Perintahkan Warga Stok Bahan Darurat Hadapi Ancaman Siber dan Cuaca

Guncangan Ganda India: Siklon Murasu Ancam Pemulihan Pasca-Arnab, 30.000 Warga Dievakuasi
