Sihir Kuncian Hilang? Islam Makhachev Rajai Kelas Welter UFC Tanpa Satu Pun Kemenangan Submission!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Islam Makhachev mempertahankan rekor 100% kemenangan di kelas welter UFC setelah mengalahkan Jack Della Maddalena dan Ian Machado Garry.
- Meskipun dominan, Makhachev belum mencatatkan satu pun kemenangan lewat submission (kuncian) di divisi barunya ini karena perbedaan fisik lawan yang lebih besar.
- Kemenangan atas Ian Garry menyejajarkan Makhachev sebagai petarung kelima dalam sejarah UFC yang mampu mempertahankan sabuk juara di dua divisi berbeda.
Halo sobat olahraga! Bung Dimas Pratama di sini, dan mari kita bedah fenomena luar biasa yang sedang terjadi di oktagon! Sang raja pound-for-pound, Islam Makhachev, kembali membuktikan kelasnya sebagai petarung elite dunia. Naik ke kelas welter, murid legendaris Khabib Nurmagomedov ini masih tak terkalahkan dengan rekor 100 persen! Namun, ada satu anomali menarik yang wajib kita ulas secara taktis: ke mana perginya sihir submission mematikan milik Makhachev?
Dari total 27 kemenangan dalam karier profesionalnya, Makhachev adalah monster grappling sejati dengan 13 kemenangan lewat submission, 9 lewat keputusan juri, dan 5 KO/TKO. Bahkan, di kelas ringan, dia mencatatkan statistik mengerikan: empat kemenangan kuncian dari tujuh laga terakhirnya! Namun, begitu menapakkan kaki di divisi 170 pon UFC, ceritanya berubah total.
Makhachev harus berhadapan dengan tembok fisik yang jauh lebih tebal dan bertenaga. Menghadapi monster-monster kelas welter, taktik grappling andalannya tidak lagi bisa dieksekusi dengan mudah. Kendati demikian, mentalitas juara tidak pernah bohong. Meski gagal mengunci lawan, Makhachev tetap tampil super tangguh dengan mengamankan kemenangan angka mutlak atas Jack Della Maddalena dan yang terbaru, Ian Garry.
Usai laga brutal melawan Garry, Makhachev sendiri mengakui betapa beratnya persaingan di kelas ini. "Petarung yang luar biasa, sosok pria yang hebat, menghadirkan pertarungan yang sulit buat saya. Mereka lebih bertenaga, laga menjadi lebih sulit," ungkap sang juara dengan jujur. Kemenangan ini sekaligus menahbiskan Makhachev sebagai petarung kelima dalam sejarah UFC yang mampu mempertahankan gelar di dua divisi berbeda. Sebuah tinta emas sejarah!
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang bertahun-tahun mengikuti perkembangan MMA, saya melihat transisi Islam Makhachev ke kelas welter adalah sebuah pembuktian taktis yang sangat matang, namun sekaligus menjadi alarm bahaya bagi dominasi mutlaknya. Di kelas ringan, keunggulan leverage, teknik gulat Dagestan, dan kekuatan fisik Makhachev berada di atas rata-rata. Namun di kelas welter, ia kehilangan keunggulan fisik tersebut. Lawan-lawan seperti Ian Garry memiliki postur yang lebih tinggi, jangkauan lebih panjang, dan yang paling krusial: core strength yang mampu menahan tekanan takedown Makhachev.
Secara taktis, ketidakmampuan Makhachev mencetak submission di kelas welter bukanlah tanda penurunan performa, melainkan adaptasi realistis. Ketika Anda bertarung melawan atlet yang secara alami lebih berat saat hari pertandingan (setelah rehidrasi), energi yang dibutuhkan untuk melakukan transisi kuncian seperti rear-naked choke atau arm-triangle berlipat ganda. Makhachev sangat cerdas; ia tidak memaksakan submission yang bisa menguras energinya, melainkan memilih bermain aman dengan mengontrol posisi (positional dominance) untuk mengamankan poin dari para juri.
Namun, tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Divisi welter saat ini dihuni oleh para "hiu" lapar yang memiliki pertahanan gulat luar biasa. Nama-nama seperti Michael Morales di peringkat ketiga dan sang mesin KO Carlos Prates di peringkat pertama sudah mengantre. Morales memiliki atletisisme yang luar biasa, sementara Prates memiliki serangan striking yang bisa menidurkan siapa saja. Jika Makhachev tidak mampu mengancam dengan submission, lawan-lawan berikutnya akan bermain lebih berani dan agresif dalam pertarungan berdiri (stand-up fight).
Kesimpulannya, Makhachev telah membuktikan dirinya adalah petarung cerdas yang bisa menang dalam kondisi apa pun. Namun, untuk mempertahankan takhtanya di kelas welter dalam jangka panjang, ia harus memodifikasi sistem grappling-nya agar lebih efisien melawan petarung yang lebih besar, atau ia harus siap melakoni laga-laga berdarah lima ronde penuh yang menguras fisik dan mental.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Mengapa Islam Makhachev belum bisa mencetak kemenangan submission di kelas welter?
A: Perbedaan bobot dan kekuatan fisik lawan di kelas welter jauh lebih besar dibanding kelas ringan, membuat teknik grappling dan kuncian Makhachev lebih sulit dieksekusi secara instan.
Q: Siapa saja petarung kelas welter yang sudah dikalahkan oleh Islam Makhachev?
A: Hingga saat ini, Makhachev sukses mengamankan kemenangan angka mutlak atas dua petarung top, yaitu Jack Della Maddalena dan Ian Machado Garry.
Q: Siapa calon lawan Islam Makhachev berikutnya di kelas welter UFC?
A: Tantangan berikutnya kemungkinan besar datang dari penantang papan atas seperti Michael Morales (peringkat 3) atau Carlos Prates (peringkat 1).


