⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.7 di 42 km NNW of Ende, Indonesia pada 17/8/2026, 07.46.45. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.

Masih Kaku Seminggu Nikah! Dea Annisa & Mazaki Ahmad Bikin Netizen Penasaran

Selebriti
Rio DewantoRio Dewanto
Rio Dewanto
Rio Dewanto
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Masih Kaku Seminggu Nikah! Dea Annisa & Mazaki Ahmad Bikin Netizen Penasaran
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Pasangan selebriti Dea Annisa dan Mazaki Ahmad masih terasa kikuk satu minggu setelah resmi mengikat janji suci.
  • Mereka mengaku masih pakai "panggilan sayang" dan batasan pacaran lama, bikin momen lucu di rumah.
  • Rencana punya anak? Kedua memutuskan serahkan pada takdir dan doa, tanpa target waktu.

Setelah melangsungkan pernikahan yang digelar di Tendean, Jakarta Selatan pada Jumat (14/8/2026), Dea Annisa mengaku masih merasakan kikuk ala masa pacaran. "Kita masih kayak jujur‑jujur, masih canggung, masih terasa kayak pacaran," ujarnya sambil tertawa.

Menurut Dea, kebiasaan‑kebiasaan kecil yang dulu jadi "batasan" saat berpacaran masih terulang. Mulai dari candaan soal "berbuat dosa" sampai panggilan mesra yang belum berubah: "Sayang… Beb…" Semua itu masih jadi bahan lelucon harian mereka, mengingat usia pernikahan baru seminggu.

Sementara itu, Mazaki Ahmad mengaku kadang lupa dirinya sudah resmi menjadi suami. "Kebiasaan lama masih nempel, kadang masih ingat jadi pacar," katanya sambil menggelengkan kepala.

Ketika ditanya soal rencana memiliki anak, pasangan ini menepis dengan santai: "Kita serahkan pada Allah, doa dulu, rezeki yang mengatur," ujar Dea. Tidak ada target waktu, hanya harapan agar segala sesuatunya mengalir alami.

Hal lucu lainnya? Cincin pernikahan Dea terasa agak longgar, dan ia belum sempat menimbang perubahan berat badan pasca‑nikah. "Cincin aja kegedean, belum tahu soal berat badan," candanya menutup wawancara dengan tawa.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat fenomena kikuk pasca‑nikah ini bukan sekadar cerita lucu, melainkan cerminan dinamika transisi peran dalam konteks modern Indonesia. Pasangan selebriti seperti Dea Annisa dan Mazaki Ahmad berada di sorotan publik, sehingga setiap gerak‑gerik mereka menjadi bahan konsumsi massa. Keterbukaan mereka mengakui rasa canggung justru menambah nilai autentikitas, yang sangat dihargai generasi milenial‑Gen Z yang mengutamakan kejujuran emosional.

Secara psikologis, fase "kikuk" ini wajar terjadi pada minggu‑minggu pertama pernikahan. Penelitian menunjukkan bahwa pasangan membutuhkan waktu sekitar 3‑6 bulan untuk menyesuaikan identitas individu dengan identitas pasangan baru. Selama periode ini, kebiasaan lama—seperti panggilan sayang atau batasan‑batasan kecil—cenderung bertahan sebagai mekanisme coping yang familiar. Hal ini membantu mengurangi kecemasan akan perubahan status sosial yang tiba‑tiba.

Dari perspektif sosiokultural, Indonesia masih memegang nilai‑nilai tradisional tentang peran suami‑istri. Namun, generasi muda kini menolak stereotip kaku dan lebih memilih hubungan yang fleksibel. Kombinasi antara tradisi (misalnya, pernikahan di Tendean) dan kebebasan ekspresi (candaan tentang dosa, panggilan mesra) menciptakan ruang baru bagi institusi pernikahan yang lebih inklusif.

Terakhir, keputusan mereka untuk tidak menetapkan target waktu memiliki anak dan menyerahkan pada takdir mencerminkan tren spiritualitas yang kembali menguat di kalangan selebriti. Ini bukan sekadar retorika, melainkan strategi mengurangi tekanan sosial‑ekonomi yang sering melekat pada pasangan muda. Dengan menekankan doa dan rezeki, mereka menegaskan kembali nilai kepercayaan diri dalam mengatur masa depan keluarga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah Dea Annisa dan Mazaki Ahmad sudah memiliki rencana pasti untuk memiliki anak?
  • A: Mereka memilih menyerahkan pada takdir dan berdoa, tanpa menetapkan target waktu tertentu.
  • Q: Mengapa pasangan ini masih menggunakan panggilan sayang yang sama seperti saat pacaran?
  • A: Karena kebiasaan lama masih nyaman dan menjadi bagian dari dinamika emosional mereka selama masa transisi pernikahan.
  • Q: Apakah rasa kikuk setelah menikah itu normal?
  • A: Ya, psikolog menjelaskan bahwa adaptasi peran suami‑istri biasanya memakan waktu beberapa bulan, sehingga rasa canggung pada minggu‑minggu pertama sangat wajar.
Meow! Tanya Nesi!
😸