Drama Politik FIFA: Trump dan Sekutunya Buka Suara Dukung Infantino di Tengah Kontroversi Penjualan Saham Piala Dunia!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

- Ringkasan Singkat Andrew Giuliani, orang dekat DonaldTrump , bersuara mendukung GianniInfantino yang tengah diserang karena rencana penjualan saham PialaDunia2026 .
- Beberapa konfederasi seperti UEFA , AFC, dan Concacaf menuntut pengunduran diri Infantino, sementara CAF, CONMEBOL, Argentina, dan Meksiko tetap setia.
- Trump sebelumnya sudah menegaskan bahwa FIFA akan melakukan kesalahan fatal bila melengserkan Infantino, menambah panasnya perdebatan politik dalam sepak bola.
Ringkasan Singkat
- Andrew Giuliani, orang dekat DonaldTrump, bersuara mendukung GianniInfantino yang tengah diserang karena rencana penjualan saham PialaDunia2026.
- Beberapa konfederasi seperti UEFA, AFC, dan Concacaf menuntut pengunduran diri Infantino, sementara CAF, CONMEBOL, Argentina, dan Meksiko tetap setia.
- Trump sebelumnya sudah menegaskan bahwa FIFA akan melakukan kesalahan fatal bila melengserkan Infantino, menambah panasnya perdebatan politik dalam sepak bola.
Jakarta, 15 Agustus 2026 – Di tengah badai kontroversi penjualan saham Piala Dunia 2026, GianniInfantino kembali mendapat dukungan tak terduga dari lingkaran politik Amerika. DonaldTrump melalui tangan kanannya, Andrew Giuliani, yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Eksekutif Satuan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, menegaskan bahwa serangan terhadap Infantino hanyalah permainan politik belaka.
"Ini soal politik. Saya pernah melihat hal seperti ini sebelumnya," kata Giuliani kepada The Athletic, dikutip oleh Al Jazeera. "Saya pernah melihatnya ketika mereka menargetkan Presiden Trump dari sudut pandang politik, dan saya yakin ini kembali dengan cara yang sama, menyoroti rasa iri terhadap pencapaian luar biasa Infantino."
Giuliani menambahkan, "Orang‑orang merasa iri ketika ada sosok yang sangat berprestasi, dan apa yang telah dilakukan Infantino bagi FIFA adalah mengangkat organisasi ini ke level yang sebelumnya dianggap mustahil."
Sementara itu, tekanan dari konfederasi UEFA, AFC, dan Concacaf terus menguat, menuntut Infantino mengundurkan diri menjelang pemilihan pada Maret 2027. Namun, dukungan tetap mengalir dari CAF, CONMEBOL, serta asosiasi sepak bola Argentina dan Meksiko, menandakan perpecahan tajam di dalam dunia sepak bola internasional.
Tak kalah penting, mantan Presiden Amerika Serikat DonaldTrump sendiri telah menulis di platform Truth Social bahwa FIFA akan melakukan "kesalahan fatal" bila mereka mengganti Infantino, menambah bobot politik pada pertarungan kepemimpinan FIFA ini.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah menyaksikan dinamika politik dalam sepak bola selama lebih dari dua dekade, saya melihat fenomena ini sebagai contoh klasik bagaimana kekuasaan politik dapat mempengaruhi keputusan sportivitas. Gianni Infantino memang telah mengubah wajah FIFA dengan menegakkan standar komersial yang lebih tinggi, memperluas pasar global, dan mengoptimalkan pendapatan dari hak siar. Namun, langkahnya yang kontroversial dalam menjual saham Piala Dunia menimbulkan pertanyaan etis yang sah.
Rasa iri yang diungkapkan Giuliani bukan sekadar retorika; ia mencerminkan ketegangan antara elit politik Amerika dan struktur tradisional sepak bola Eropa. UEFA dan konfederasi lain yang menuntut pengunduran diri Infantino berargumen bahwa keputusan komersialnya mengorbankan integritas kompetisi. Di sisi lain, dukungan dari CAF dan CONMEBOL menandakan bahwa banyak federasi melihat manfaat ekonomi yang signifikan dari kebijakan Infantino.
Jika dilihat dari perspektif taktis, FIFA berada di persimpangan jalan. Mempertahankan Infantino dapat memastikan kesinambungan proyek komersial yang sedang berjalan, termasuk Piala Dunia 2026 yang diprediksi menghasilkan miliaran dolar. Namun, mengabaikan suara kritis dari konfederasi kuat seperti UEFA dapat memicu fragmentasi yang lebih dalam, bahkan berpotensi memicu pemisahan atau pembentukan kompetisi alternatif.
Keputusan pemilihan pada Maret 2027 akan menjadi penentu arah sepak bola dunia selama satu dekade ke depan. Apakah FIFA akan memilih stabilitas ekonomi di atas semua, ataukah mereka akan mengedepankan reformasi struktural demi menjaga kepercayaan publik? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: drama politik ini akan menjadi sorotan utama bagi setiap pecinta olahraga yang menginginkan permainan yang adil dan transparan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa penjualan saham Piala Dunia 2026 menjadi kontroversial?
A: Karena dianggap mengubah kepemilikan komersial turnamen utama, menimbulkan kekhawatiran tentang pengaruh korporasi dan potensi konflik kepentingan. - Q: Apa saja konfederasi yang menuntut pengunduran diri Infantino?
A: UEFA, AFC, dan Concacaf secara terbuka menuntut Infantino mengundurkan diri menjelang pemilihan 2027. - Q: Bagaimana peran Andrew Giuliani dalam mendukung Infantino?
A: Giuliani, sebagai orang dekat Donald Trump dan Direktur Eksekutif Satuan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, menyatakan bahwa serangan terhadap Infantino bersifat politik dan didorong oleh rasa iri.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
