Sampah Jadi Cuan: GO‑SARI Bawa Energi Surya & Lapangan Kerja ke Bantul

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Sampah Jadi Cuan: GO‑SARI Bawa Energi Surya & Lapangan Kerja ke Bantul
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • PT Pertamina serahkan PLTS 6,6 kWp ke TPS 3R GO‑SARI di Guwosari, Bantul, mengurangi biaya listrik hingga 60 %.
  • TPS 3R mengolah 3‑3,5 ton sampah harian menjadi kompos, pakan ternak, dan produk daur ulang, menciptakan pendapatan Rp98 juta per bulan dan 27 lapangan kerja.
  • Program CSR Pertamina tidak hanya soal lingkungan, tapi memicu ekonomi sirkular yang mandiri lewat aplikasi Gosari Lestari dan pelibatan komunitas lansia serta mantan narapidana.

Guwosari, Kabupaten Bantul – Pada Rabu (12/8), PT Pertamina secara simbolis menyerahkan instalasi PLTS berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh ke GO‑SARI di TPS 3R Guwosari, Kecamatan Pajangan. Energi surya ini langsung dipakai untuk menggerakkan peralatan pengolahan sampah, menurunkan tagihan listrik dari Rp3,5‑4 juta menjadi Rp1,5‑2 juta per bulan – sebuah penghematan sekitar 60 %.

Hendry, pengelola TPS 3R, menegaskan, “Dengan PLTS, operasional kami tetap berjalan meski terjadi pemadaman listrik, sekaligus mengurangi beban biaya energi.” Selain itu, 771 paket sembako disalurkan kepada warga prasejahtera di sekitar area, menambah dimensi sosial program.

Para pekerja pun merasakan dampaknya. Ardian Sajidanto, yang telah mengabdi 2,5 tahun, mengaku pendapatan dari TPS 3R cukup untuk kebutuhan keluarga, termasuk susu anak. Secara kolektif, TPS 3R melayani sekitar 1.500 rumah tangga, menghasilkan Rp98 juta per bulan, dan membuka 27 lapangan kerja.

Pendekatan sederhana dalam pemilahan – “bosok, rosok, popok, bodongkok” – memudahkan partisipasi warga. Bahkan kelompok lansia dan mantan narapidana Rutan Kelas IIB Bantul terlibat dalam produksi eco‑furniture dari plastik.

Aplikasi Gosari Lestari menjadi tulang punggung digital: memfasilitasi pembayaran layanan persampahan, tabungan sampah anorganik, serta pemasaran produk daur ulang. Dengan ekosistem ini, sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan aset produktif yang menggerakkan ekonomi lokal.

Analisis Pakar

Program GO‑SARI merupakan contoh klasik ekonomi sirkular yang berhasil mengintegrasikan tiga pilar utama: lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dari perspektif makroekonomi, inisiatif semacam ini menurunkan externalities negatif (biaya kesehatan, pencemaran) sekaligus menambah gross domestic product daerah melalui nilai tambah daur ulang. Penghematan energi listrik sebesar 60 % bukan sekadar angka, melainkan peningkatan margin operasional yang dapat dialokasikan kembali ke investasi produktif atau peningkatan upah pekerja.

Keberlanjutan program sangat bergantung pada kemandirian finansial. Dukungan CSR Pertamina harus bertransformasi menjadi model public‑private partnership yang mengalirkan modal ventura atau kredit mikro ke koperasi daur ulang. Tanpa mekanisme pembiayaan jangka panjang, risiko “kegagalan pasca‑CSR” tetap tinggi.

Selanjutnya, digitalisasi lewat aplikasi Gosari Lestari membuka peluang data‑driven management. Data volume sampah, jenis material, dan nilai pasar dapat di‑analytics untuk mengoptimalkan rantai pasok, menegosiasikan harga jual kompos atau bahan baku daur ulang, serta menarik investor yang mengincar green bonds. Ini adalah langkah strategis untuk mengubah “sampah rumah tangga” menjadi commodity yang diperdagangkan secara terukur.

Namun, skala dampak masih terbatas pada satu kecamatan. Untuk mereplikasi model ini secara nasional, pemerintah daerah perlu menyusun regulasi insentif (mis. tarif listrik khusus, subsidi energi terbarukan) dan standar pemilahan sampah yang seragam. Sinergi antara policy dan market akan menentukan apakah GO‑SARI menjadi blueprint bagi kota‑kota lain atau tetap menjadi kasus lokal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa besar penghematan biaya listrik yang dicapai TPS 3R GO‑SARI?
    A: Penghematan mencapai sekitar 60 %, menurunkan tagihan dari Rp3,5‑4 juta menjadi Rp1,5‑2 juta per bulan.
  • Q: Berapa pendapatan bulanan yang dihasilkan oleh TPS 3R GO‑SARI?
    A: Sekitar Rp98 juta per bulan dari penjualan kompos, pakan ternak, dan produk daur ulang.
  • Q: Siapa saja yang terlibat dalam proses daur ulang di Guwosari?
    A: 27 warga setempat, kelompok lansia, serta mantan narapidana Rutan Kelas IIB Bantul yang memproduksi eco‑furniture.
Meow! Tanya Nesi!
😸