Gempa 7,7 SR Magnitudo di NTT: Tiga Korban Tewas, 111 Gempa Susulan, dan Penanganan Darurat yang Dipertanyakan

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa 7,7 SR Magnitudo di NTT: Tiga Korban Tewas, 111 Gempa Susulan, dan Penanganan Darurat yang Dipertanyakan
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang Kabupaten Nagekeo, NTT, menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya di gedung pelabuhan Maumere.
  • Hingga pukul 10.00 WITA tercatat 111 gempa susulan, meski magnitudo menurun, peringatan tsunami kini dicabut.
  • Tim TimSARGabungan dan KapoldaNTT berkoordinasi dengan BMKG untuk evakuasi, namun data korban masih belum lengkap.

Maumere, NTT – Pada Sabtu (15/8) pagi, gempa bumi berkekuatan gempaNTT dengan magnitudo 7,7 SR mengguncang wilayah timur‑laut Mbay, Nagekeo. Salah satu bangunan di kawasan Pelabuhan Lauren Say runtuh, menimpa tiga orang yang berada di dalamnya. Kepala Kantor TimSARGabungan, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa satu korban, Meliana Nenong (54 tahun), ditemukan sudah tak bernyawa, sementara dua lainnya mengalami luka‑luka dan langsung dilarikan ke RSUD T.C. Hillers Maumere.

Fathur menambahkan bahwa timnya juga dikerahkan ke beberapa titik di Kabupaten Nagekeo serta daerah‑daerah lain yang dilaporkan terdampak. Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Sementara itu, BMKG melaporkan hingga pukul 10.00 WITA tercatat 111 kali gempa susulan di Nagekeo. Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tystama, menyatakan bahwa gempa susulan terakhir berukuran 3,8 SR. Meskipun magnitudo menurun, BMKG tetap mengimbau masyarakat Flores untuk tetap waspada karena aktivitas seismik belum berakhir. Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pada pukul 07.03 WITA kini telah dicabut.

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menginstruksikan seluruh kapolres di wilayah terdampak untuk melakukan evakuasi bersama stakeholder terkait. “Penyelamatan masyarakat menjadi hal yang paling diutamakan, sementara pendataan korban masih dalam proses,” ujarnya.

Analisis Pakar

Penanganan darurat pasca‑gempa di NTT mengungkap sejumlah celah struktural dalam koordinasi lintas lembaga. Meskipun TimSARGabungan berhasil mengevakuasi korban ke rumah sakit, proses pendataan yang masih “dihimpun” menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan sistem informasi bencana di daerah. Tanpa data yang akurat, alokasi bantuan, distribusi logistik, dan penilaian kerusakan menjadi sangat terhambat.

Selanjutnya, keputusan BMKG mencabut peringatan tsunami meski masih ada gempa susulan menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat pesisir. Kebijakan ini tampaknya didasarkan pada model probabilistik yang belum sepenuhnya transparan. Keterbukaan data real‑time dan edukasi publik tentang apa yang harus dilakukan ketika peringatan diangkat kembali sangat penting untuk menghindari kepanikan atau, sebaliknya, rasa lengah.

Di sisi keamanan, pernyataan Kapolda Rudi Darmoko menekankan evakuasi sebagai prioritas, namun tidak ada indikasi jelas mengenai penempatan shelter yang memadai, pasokan air bersih, atau dukungan psikologis bagi korban. Mengingat sejarah gempa di Flores yang kerap menimbulkan kerusakan infrastruktur kritis, pemerintah daerah harus mengintegrasikan rencana kontinjensi jangka panjang, termasuk rehabilitasi bangunan publik yang tahan gempa.

Terakhir, fenomena 111 gempa susulan dalam hitungan jam menandakan zona tektonik yang sangat aktif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami pola migrasi energi seismik di wilayah ini, yang pada gilirannya dapat memperbaiki sistem peringatan dini. Tanpa investasi pada riset geofisika dan peningkatan kapasitas lokal, NTT akan terus berada dalam lingkaran rentan terhadap bencana alam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa jumlah korban jiwa akibat gempa 7,7 SR di Nagekeo?
    A: Hingga saat ini tercatat satu korban jiwa, yaitu Meliana Nenong, 54 tahun.
  • Q: Mengapa peringatan tsunami dicabut padahal masih ada gempa susulan?
    A: BMKG menilai bahwa potensi tsunami menurun drastis karena magnitudo susulan berada di bawah ambang yang dapat memicu gelombang laut signifikan.
  • Q: Apa langkah selanjutnya bagi pemerintah daerah dalam penanganan bencana ini?
    A: Pemerintah daerah akan melanjutkan evakuasi, mempercepat pendataan korban, memperkuat koordinasi lintas lembaga, serta menyiapkan rencana rehabilitasi infrastruktur yang tahan gempa.
Meow! Tanya Nesi!
😸