Basuki Pimpin Tanam 1.708 Pohon di IKN, Cetak Rekor MURI—Dampak Besar bagi Ekonomi Hijau Indonesia
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- 1.708 bibit pohon ditanam di Embung Sanggai, IKN bersama 2.300 relawan.
- Kegiatan "Merdeka Bersama Alam" memecahkan rekor MURI menjelang HUT ke‑81 RI.
- Penghijauan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Otorita Ibu Kota Nusantara untuk mengubah lahan terbuka menjadi hutan produktif.
Pada Sabtu (15/8/2026), Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), memimpin penanaman 1.708 pohon di Embung Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Lebih dari 2.300 peserta—dari Forkopimda, Pramuka, sekolah, masyarakat adat, hingga mitra OIKN—bergabung dalam aksi yang sekaligus menjadi upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Berbagai jenis bibit, termasuk belangeran, ulin, dan meranti, ditanam secara berkelompok. Basuki menegaskan bahwa yang dihitung MURI adalah jumlah pohon yang berhasil ditanam, bukan jumlah peserta. "Kita menyiapkan 1.708 lubang pohon, dan itulah yang menjadi tolak ukur," ujarnya.
OIKN melaporkan bahwa sejak 2025, lebih dari 5 juta pohon telah ditanam di wilayah IKN. Penanaman tidak hanya menjadi agenda pemerintah; warga, pelancong, dan investor juga diajak berpartisipasi, menjadikan penghijauan sebagai nilai tambah bagi citra investasi di IKN.
Konsep penghijauan IKN terinspirasi dari program rehabilitasi Borneo Orangutan Survival (BOS). Basuki menargetkan transformasi lahan terbuka menjadi hutan produktif dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis ekosistem, seperti agroforestry, ekowisata, dan industri kayu berkelanjutan.
Acara "Merdeka Bersama Alam" juga diisi dengan kegiatan rekreasi seperti fun fishing, paddleboard, serta penampilan musisi lokal Nusavvara, menegaskan bahwa penghijauan dapat dipadukan dengan hiburan dan gaya hidup sehat.
Analisis Pakar
Secara makroekonomi, inisiatif penghijauan berskala besar di IKN bukan sekadar aksi simbolik. Penanaman 1.708 pohon dalam satu hari menandakan komitmen pemerintah untuk menambah stok karbon, yang pada gilirannya dapat meningkatkan nilai carbon credit Indonesia di pasar internasional. Bagi investor, sinyal ini memperkuat persepsi risiko iklim yang lebih rendah, membuka pintu bagi pembiayaan hijau (green financing) dan obligasi berkelanjutan.
Lebih jauh, diversifikasi jenis pohon—kayu keras seperti ulin dan meranti serta buah-buahan—menunjukkan strategi jangka panjang untuk menciptakan rantai nilai baru. Kayu keras dapat menjadi bahan baku industri mebel premium, sementara buah-buahan membuka peluang agribisnis lokal. Kedua sektor ini dapat menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan daerah, dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan yang tradisional di Kalimantan.
Namun, tantangan utama terletak pada pemeliharaan dan keberlanjutan. Tanam satu kali tidak cukup; diperlukan sistem monitoring, perawatan pasca‑tanam, dan mekanisme insentif bagi petani serta komunitas adat. Pemerintah harus mengintegrasikan data GIS dan teknologi satelit untuk memastikan tingkat survival pohon di atas 80 %. Tanpa itu, potensi ekonomi hijau akan terhambat.
Terakhir, pencapaian rekor MURI dapat dimanfaatkan sebagai alat pemasaran bagi IKN sebagai “smart green city”. Ini dapat menarik developer properti yang mengedepankan standar LEED atau BREEAM, serta perusahaan multinasional yang mencari lokasi dengan reputasi lingkungan kuat. Dengan demikian, satu aksi penanaman pohon dapat bereskalasi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah baru ibu kota.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa banyak pohon yang ditanam dalam acara ini?
A: Sebanyak 1.708 bibit pohon ditanam di Embung Sanggai, IKN. - Q: Apa tujuan utama penanaman pohon di IKN?
A: Menghijaukan kawasan, meningkatkan stok karbon, dan menciptakan nilai ekonomi berbasis ekosistem. - Q: Bagaimana pencapaian rekor MURI dapat memengaruhi investasi di IKN?
A: Rekor tersebut meningkatkan citra IKN sebagai kota hijau, menarik pembiayaan hijau, obligasi berkelanjutan, dan developer yang mengutamakan standar lingkungan.


