One Piece Bikin Film Horor Ini Jadi Lebih Gokil! Rahasia di Balik Kolaborasi Reza Arap & AAA Clan Terungkap
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Ringkasan Singkat
- Film Harusnya Horror akan tayang 20 Agustus 2026 dengan bumbu komedi yang terinspirasi dari One Piece.
- Penulis Rahabi Mandra dan sutradara Reza Arap mengaku terhubung lewat fandom anime, menjadikan proses naskah terasa "seru kayak petualangan Luffy".
- Plotnya unik: setan wibu yang mati penasaran harus mengganggu 100 ribu orang supaya bisa nonton ending anime favoritnya, sambil berkolaborasi dengan content creator.
Jelang premier Harusnya Horror di bioskop, para pemain dan sineasnya menggelar konferensi pers di Jakarta pada Kamis (13/8/2026). Di balik sorotan lampu kilat, ada cerita lucu yang bikin penasaran: penulisan skenario dimulai dari One Piece! Penulis Rahabi Mandra mengaku, "Aku dan Reza Arap samaâsama fans One Piece, jadi referensi langsung dari Luffy, Usopp, dan kawanâkawan. Itu bikin alur cerita langsung âconnectâ".
Sutradara Reza Arap menambahkan, kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi diri, terutama di ranah akting. "Saya pengen coba skill set baru, dan semoga temanâteman juga terinspirasi untuk mengeksplor kemampuan akting mereka," ujarnya dengan semangat.
Produser Jimmy Lalwani menaruh kepercayaan tinggi pada AAA Clan. "Mereka sudah punya karakter unik dari Marapthon, jadi kami angkat mereka ke layar lebar supaya penonton bisa lihat sisi lain mereka," jelasnya.
Sinopsis film ini memang menggelitik: seorang setan wibu yang mati penasaran karena belum menonton ending anime favoritnya diberi tugas mustahilâmengganggu 100 ribu manusia agar takut padanya. Sementara itu, sekelompok content creator justru merekrutnya sebagai talent. Dilema muncul: menonton ending anime yang dinanti atau menyelamatkan temanâteman kreatifnya?
Analisis Pakar
Secara konseptual, Harusnya Horror menantang genre tradisional dengan memadukan elemen horor, komedi, dan fandom anime. Pendekatan ini bukan sekadar gimmick; ia mencerminkan tren budaya pop Indonesia yang semakin mengakui kekuatan subkultur otaku sebagai sumber inspirasi mainstream. Menggunakan One Piece sebagai titik tolak menambah nilai nostalgia, sekaligus memberi ruang bagi penonton yang familiar dengan dunia bajak laut Straw Hat untuk menemukan âeaster eggâ yang menggelitik.
Kolaborasi antara Rahabi Mandra dan Reza Arap juga patut diacungi jempol. Kedua kreator ini membawa keahlian masingâmasingâpenulisan yang tajam dan humor yang mengalirâmenjadi sinergi yang terasa organik. Hal ini mengingatkan pada formula sukses filmâkomedi Indonesia yang mengandalkan chemistry di balik layar, bukan sekadar akting.
Namun, tantangan terbesar terletak pada eksekusi visual. Menggambarkan âsetan wibuâ yang harus mengganggu 100 ribu manusia memerlukan efek khusus yang tidak mengorbankan kualitas cerita. Jika produksi berhasil menyeimbangkan efek visual dengan narasi yang kuat, film ini bisa menjadi pionir genre hybrid di tanah air.
Terakhir, kehadiran AAA Clan sebagai bintang baru menandai pergeseran industri: talent digital kini beralih ke layar lebar. Ini memberi sinyal bahwa ekosistem hiburan Indonesia semakin inklusif, membuka peluang bagi kreator konten untuk bertransformasi menjadi aktor profesional.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan film Harusnya Horror akan tayang di bioskop?
A: Film ini dijadwalkan rilis pada 20 Agustus 2026. - Q: Siapa saja yang terlibat dalam penulisan skenario?
A: Penulis skenario adalah Rahabi Mandra, bekerja sama dengan sutradara Reza Arap. - Q: Apakah film ini memang terinspirasi dari One Piece?
A: Ya, elemenâelemen karakter dan humor dari One Piece menjadi salah satu referensi utama dalam pembuatan cerita.


