Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Nayla Purnama Ganti Kulit & Kembali ke Kolam: Persiapan ‘Laras’ di Di Ambang Kematian 2 Bikin Penasaran!

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: KapanLagi
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Nayla Purnama Ganti Kulit & Kembali ke Kolam: Persiapan ‘Laras’ di Di Ambang Kematian 2 Bikin Penasaran!
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Nayla Purnama rela tanning dan diet demi menyatu dengan karakter atlet renang di film horor Di Ambang Kematian 2 .
  • Ia kembali ke kolam renang setelah 6‑7 tahun absen, mengulang latihan dari nol untuk stamina maksimal.
  • Sutradara Kinoy menekankan pentingnya keserasian fisik dan chemistry antar pemeran, termasuk Derby Romero sebagai kakak Laras.

Ringkasan Singkat

  • Nayla Purnama rela tanning dan diet demi menyatu dengan karakter atlet renang di film horor Di Ambang Kematian 2.
  • Ia kembali ke kolam renang setelah 6‑7 tahun absen, mengulang latihan dari nol untuk stamina maksimal.
  • Sutradara Kinoy menekankan pentingnya keserasian fisik dan chemistry antar pemeran, termasuk Derby Romero sebagai kakak Laras.

Siapa sangka Nayla Purnama bakal mengubah warna kulitnya lewat tanning hanya demi satu peran? Di film Di Ambang Kematian 2, ia memerankan Laras, adik bungsu yang sekaligus atlet renang. Bukan sekadar akting, Nayla memutuskan untuk menyesuaikan fisik—dari diet ketat hingga kembali ke kolam dua kali seminggu—agar penampilannya selaras dengan gambaran karakter.

"Aku rasa perubahan fisik paling membantu masuk ke kepala Laras," ujar Nayla saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026). Ia mengakui, meski tantangan diet dan latihan berat, proses ini memberi rasa puas tersendiri. "Syuting tinggal sebentar lagi, jadi ya sudahlah, yang penting terasa nyata," tambahnya sambil tertawa.

Latihan renang bukan hal baru bagi Nayla; enam‑tujuh tahun lalu ia pernah memerankan atlet serupa. Namun jeda waktu membuatnya harus mengulang teknik dasar, memperkuat stamina, dan menyesuaikan ritme napas di air. "Dua sesi di kolam bikin ngos‑ngosan, tapi itu yang bikin badan tetap fit untuk adegan horor yang berat," katanya.

Sutradara Kinoy menegaskan pemilihan pemain tak hanya soal akting, melainkan juga keserasian visual dalam keluarga. "Kita harus hati‑hati, bukan cuma karena 'dia pemain bagus', tapi juga karena penampilan harus cocok satu sama lain," jelasnya. Ini penting mengingat cerita film melompat waktu, sehingga kemiripan antara Laras dan kakaknya Ismail (diperankan Derby Romero) harus tetap konsisten.

Selain renang, Nayla juga mengikuti workshop khusus adegan horor: penggunaan sling, gerakan fisik intens, dan teknik menakutkan lainnya. "Olahraga jadi rutinitas, karena setiap latihan bikin badan lelah tapi siap tempur di set," tuturnya.

Film ini melanjutkan tema pesugihan Kandang Bubrah dari sekuel pertama, namun menambah karakter baru dan konflik yang lebih menegangkan. Jadwal syuting resmi dimulai 20 Agustus 2026, sementara tanggal rilis bioskop masih dinanti.

Analisis Pakar

Sebagai editor hiburan yang selalu mengamati tren transformasi aktor, saya melihat langkah Nayla Purnama ini sebagai contoh nyata dari metode method acting yang semakin populer di industri film Indonesia. Mengubah warna kulit lewat tanning bukan sekadar estetika; ia berusaha meniru pencahayaan dan tekstur kulit seorang atlet yang sering terpapar sinar matahari di kolam. Ini menambah kedalaman visual yang sulit dicapai dengan makeup konvensional.

Namun, ada risiko kesehatan yang tak boleh diabaikan. Tanning berulang dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit, sementara diet ketat dalam waktu singkat dapat memengaruhi stamina aktor saat melakukan adegan fisik berat. Produser dan tim medis sebaiknya memastikan protokol keamanan yang ketat, mengingat film horor biasanya menuntut pengambilan gambar yang intens dan berjam‑jam.

Dari sudut pandang naratif, keputusan sutradara Kinoy untuk menekankan keserasian fisik antar pemeran menandakan evolusi storytelling yang lebih realistis. Penonton kini tidak hanya menilai kualitas akting, melainkan juga keotentikan visual karakter. Ini sejalan dengan tren global di mana penonton menuntut keautentikan, seperti yang terlihat pada film‑film superhero yang menuntut aktor berlatih fisik intens.

Akhirnya, persiapan intensif Nayla membuka peluang diskusi tentang batas antara dedikasi seni dan ekses pribadi. Apakah seorang aktor harus mengorbankan kesehatan demi peran? Ataukah industri harus menyediakan alternatif teknologi—seperti CGI atau prostetik—untuk mengurangi beban fisik? Pertanyaan ini akan terus berkembang seiring industri film Indonesia semakin kompetitif dan berani bereksperimen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa lama Nayla Purnama melakukan latihan renang untuk peran ini?
    A: Ia berlatih di kolam dua kali seminggu sejak awal persiapan, dengan sesi intensitas tinggi selama beberapa minggu menjelang syuting.
  • Q: Apakah proses tanning Nayla aman untuk kulit?
    A: Tanning dilakukan dengan produk khusus yang aman, namun tetap disarankan pengawasan medis untuk menghindari risiko kulit.
  • Q: Kapan film Di Ambang Kematian 2 akan tayang di bioskop?
    A: Jadwal rilis resmi belum diumumkan, namun diperkirakan akan tayang akhir 2026 setelah proses pasca‑produksi selesai.
Meow! Tanya Nesi!
😸