Tijjani Reijnders di Persimpangan! Akankah Bintang Belanda-Keturunan Indonesia Tinggalkan Manchester City untuk Al Qadsiah?
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Tijjani Reijnders, gelandang asal Belanda dengan darah Indonesia, diprediksi akan dijual Manchester City ke klub Saudi Al Qadsiah.
- Manajer baru Enzo Maresca tak memasukkan Tijjani dalam rencana taktis, melainkan mengincar Enzo Fernandez.
- Al Qadsiah siap keluarkan sekitar £60 juta (≈ Rp1,4 triliun) untuk dapatkan pemain berusia 28 tahun itu, mengalahkan tawaran Nottingham Forest.
Tijjani Reijnders, gelandang kreatif yang dibawa oleh Manchester City pada musim panas lalu dengan kontrak panjang hingga 2030, kini berada di ujung tanduk. Pelatih asal Italia, Enzo Maresca, yang baru saja mengambil alih tongkat kepemimpinan, tampaknya menolak menaruh kepercayaan pada sang pemain. Maresca lebih tertarik pada sosok Enzo Fernandez dari Argentina, dan sudah hampir mencapai kata sepakat dengan Chelsea untuk mendatangkan gelandang muda tersebut.
Reijnders, yang direkrut oleh legenda Pep Guardiola dengan harapan besar, hanya menjadi starter dalam 34 dari 50 pertandingan musim lalu. Penampilan yang tidak konsisten membuatnya terancam keluar dari skuad elit. Isu kepindahan mulai menguar, dan satu nama klub yang paling menonjol adalah Al Qadsiah dari Saudi Pro League. Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, klub Saudi itu siap mengeluarkan £60 juta (sekitar Rp1,4 triliun) untuk menebus kontrak Tijjani, sekaligus menyiapkan dana untuk perekrutan Fernandez.
Selain Al Qadsiah, Nottingham Forest juga mengajukan tawaran, namun nilai yang ditawarkan jauh di bawah tawaran Saudi. Dengan demikian, prioritas Manchester City kini beralih ke Al Qadsiah. Pilihan akhir ada di tangan Tijjani: tetap bertahan di Manchester City dengan peluang bermain yang terbatas, menerima gaji lebih rendah di Nottingham, atau melompat ke liga Arab Saudi dengan kontrak menggiurkan.
Analisis Pakar
Secara taktis, kehilangan Tijjani Reijnders bukanlah kerugian fatal bagi Manchester City. Tim Guardiola memang mengandalkan rotasi pemain yang fleksibel, dan kehadiran gelandang seperti Bernardo Silva atau Ilkay Gündogan dapat menutup kekosongan sementara. Namun, bagi Maresca yang baru memegang kendali, keputusan ini menjadi ujian pertama dalam menata ulang lini tengah. Pilihan untuk mengincar Enzo Fernandez menunjukkan keinginan membangun pola permainan yang lebih dinamis, mengandalkan kreativitas dan kemampuan penetrasi yang tinggi.
Dari sudut pandang pasar transfer, tawaran £60 juta dari Al Qadsiah mencerminkan tren baru: klub-klub Arab Saudi tidak lagi sekadar membeli pemain bintang, melainkan menargetkan pemain yang masih memiliki nilai jual tinggi di pasar Eropa. Ini memberi tekanan pada klub-klub Premier League yang harus bersaing dengan dana yang melimpah. Bagi Tijjani, pindah ke Saudi Pro League dapat menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kariernya, mendapatkan jam bermain reguler, dan tentu saja, meningkatkan pendapatan secara signifikan.
Namun, ada risiko yang tak boleh diabaikan. Kompetisi di Saudi masih berkembang, dan eksposur internasional tidak sebanding dengan Liga Premier. Jika ambisi Tijjani adalah kembali ke panggung top Eropa, ia harus memastikan bahwa performanya di Al Qadsiah cukup menonjol untuk menarik perhatian klub-klub besar lagi. Di sisi lain, keputusan Maresca untuk menolak Reijnders dan fokus pada Fernandez dapat memperkuat identitas taktis tim, namun menimbulkan pertanyaan tentang kedalaman skuad di tengah musim.
Kesimpulannya, transfer ini bukan sekadar soal uang, melainkan tentang visi jangka panjang, baik bagi pemain maupun klub. Tijjani harus menimbang antara stabilitas di Manchester City yang kini tidak menjanjikan jam bermain, atau tantangan baru di Al Qadsiah yang menawarkan peran utama dan paket finansial menggiurkan. Pilihan yang diambil akan menjadi babak baru dalam kariernya dan sekaligus memberi sinyal tentang arah kebijakan transfer Enzo Maresca di masa depan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Manchester City ingin menjual Tijjani Reijnders?
A: Karena pelatih baru Enzo Maresca tidak memasukkan dia dalam rencana taktis dan lebih mengincar gelandang lain seperti Enzo Fernandez. - Q: Berapa nilai transfer yang ditawarkan Al Qadsiah untuk Reijnders?
A: Sekitar £60 juta, setara dengan Rp1,4 triliun. - Q: Apakah Nottingham Forest juga tertarik pada Reijnders?
A: Ya, namun tawaran mereka lebih rendah dibandingkan Al Qadsiah, sehingga tidak menjadi prioritas utama Manchester City.


