Anak Artis Syok Makan Gultik Rp7 Ribu! Intip Cara Tya Ariestya Ajarkan Hidup Sederhana Sejak Dini

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Anak Artis Syok Makan Gultik Rp7 Ribu! Intip Cara Tya Ariestya Ajarkan Hidup Sederhana Sejak Dini
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Tya Ariestya mengajak putranya, Kanaka, mencicipi kuliner legendaris Gultik di Mahakam untuk mengajarkan nilai kesederhanaan sejak dini.
  • Kanaka sempat terkejut dan heran dengan porsi kecil serta harga Gultik yang hanya Rp7.000, jauh di bawah harga jajanan sekolahnya.
  • Tya menekankan pentingnya membangun memori sederhana agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang membumi dan bisa bergaul dengan semua kalangan.

Halo Sobat Pop! Siapa sih yang nggak kenal dengan Tya Ariestya? Artis multitalenta yang selalu tampil ceria ini baru saja membagikan momen parenting yang super inspiratif. Di tengah gempuran gaya hidup anak artis yang serba mewah dan estetik, Tya justru memilih jalan ninja yang berbeda untuk sang putra, Kanaka.

Baru-baru ini, Tya mengajak Kanaka buat nge-date sederhana di pinggir jalan kawasan Mahakam, Jakarta Selatan. Menunya? Apalagi kalau bukan kuliner legendaris Gultik Mahakam! Bukan cuma sekadar makan kenyang, ternyata ada misi mulia di balik semangkuk gulai hangat ini, lho.

Tya mengaku sengaja membiasakan anak-anaknya untuk hidup sederhana sejak dini. "Karena kan ini enggak selamanya tuh bermewah-mewahan gitu. Kita juga harus bisa dan nanti juga punya teman juga kan enggak semua teman-temannya juga mungkin bisa berkelebihan seperti Kanaka alhamdulillah," ungkap Tya saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Lucunya, momen makan gultik ini sempat bikin Kanaka kebingungan. Bayangkan saja, anak zaman sekarang yang biasa jajan di kantin sekolah internasional tiba-tiba dihadapkan dengan porsi gultik yang imut-imut. Kanaka pun langsung bertanya polos, "Bunda kok dikit banget nasinya? Bunda ini satu nasinya berapa?"

Ketika Tya menjawab harganya cuma Rp7.000, Kanaka langsung syok! Maklum, harga segitu mungkin nggak dapet apa-apa di sekolahnya. Tya pun dengan sabar menjelaskan bahwa penjual gultik nggak perlu bayar sewa tempat ber-AC, makanya bisa jual murah. Menariknya, bukannya kapok, Kanaka malah ketagihan dan minta balik lagi! Wah, gaya parenting artis yang satu ini patut diacungi jempol ya!

Analisis Pakar

Di era media sosial saat ini, kita sering kali disuguhi konten anak-anak selebriti yang sejak bayi sudah akrab dengan barang-barang branded, liburan jet pribadi, dan gaya hidup ultra-mewah. Fenomena ini menciptakan standar baru di masyarakat yang kadang tidak realistis. Langkah Tya Ariestya mengajak Kanaka makan Gultik Rp7.000 di pinggir jalan adalah sebuah oase segar di tengah gurun pamer kemewahan (flexing) yang menjemukan. Ini menunjukkan bahwa menjadi kaya tidak harus membuat kita kehilangan sentuhan dengan realitas sosial di sekitar kita.

Secara psikologis, mengenalkan anak pada berbagai lapisan sosial sejak dini sangat penting untuk membangun empati. Anak yang hanya tumbuh di lingkungan "gelembung" (bubble) kelas atas cenderung akan mengalami kesulitan beradaptasi saat dewasa ketika harus berhadapan dengan dunia nyata yang sangat heterogen. Dengan membiasakan Kanaka makan di warteg atau gultik kaki lima, Tya sedang membekali anaknya dengan kecerdasan sosial (social intelligence) yang tinggi. Kemampuan untuk bisa masuk ke semua kalangan adalah aset yang jauh lebih berharga daripada warisan materi semata.

Menarik sekali melihat bagaimana Tya menekankan pentingnya "memori". Memori masa kecil yang bahagia sering kali tidak datang dari mainan mahal atau hotel bintang lima, melainkan dari momen-momen sederhana namun hangat bersama orang tua—seperti makan gultik di pinggir jalan sambil menikmati angin malam Jakarta. Memori sensorik seperti ini (rasa makanan, suasana jalanan, obrolan santai) akan melekat kuat hingga dewasa dan membentuk karakter anak yang membumi (grounded).

Pada akhirnya, apa yang dilakukan Tya Ariestya adalah sebuah tamparan lembut sekaligus inspirasi bagi para orang tua modern. Mengajarkan kesederhanaan bukan berarti kita pelit atau tidak mampu memberikan yang terbaik, melainkan memberikan pemahaman bahwa kebahagiaan dan nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh nominal harga makanan yang mereka konsumsi. Semoga makin banyak figur publik yang membagikan konten edukatif dan membumi seperti ini!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Mengapa Tya Ariestya mengajak anaknya makan Gultik di Mahakam?
A: Tya Ariestya ingin mengajarkan nilai kesederhanaan dan membiasakan anaknya, Kanaka, untuk bisa berbaur dengan semua kalangan masyarakat sejak dini tanpa memandang status sosial.

Q: Berapa harga Gultik Mahakam yang dimakan oleh anak Tya Ariestya?
A: Harga satu porsi Gultik Mahakam yang dicicipi Kanaka adalah Rp7.000, yang sempat membuat Kanaka terkejut karena harganya jauh lebih murah dibanding jajanan sekolahnya.

Q: Apa tujuan utama Tya Ariestya menerapkan pola asuh sederhana pada anaknya?
A: Tujuannya adalah membekali anak agar memiliki kecerdasan sosial yang baik, mampu beradaptasi di berbagai situasi ekonomi, serta membangun memori masa kecil yang indah dan membumi bersama keluarga.

Meow! Tanya Nesi!
😸