Dea Ananda Naik Eskalator ke Puncak Tianmen: Turun Jalan 999 Anak Tangga? Simak Petualangannya di China!

Selebriti
Rio DewantoRio Dewanto
Rio Dewanto
Rio Dewanto
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Dea Ananda Naik Eskalator ke Puncak Tianmen: Turun Jalan 999 Anak Tangga? Simak Petualangannya di China!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Dea Ananda liburan ke China bersama ibunya, menjelajahi Zhangjiajie yang memukau.
  • Mereka menaklukkan Zhangjiajie Grand Canyon Glass Bridge yang transparan, meski hati berdebar.
  • Alih-alih menapaki 999 anak tangga Gunung Tianmen, duo ini memilih naik eskalator menuju puncak “Tangga Menuju Surga”.

Siapa sangka liburan keluarga bisa sekeren ini? Dea Ananda dan ibunya baru saja kembali dari petualangan epik di provinsi Hunan, China. Dari menyeberangi jembatan kaca yang menantang vertigo hingga menaklukkan gunung yang dijuluki “Gerbang Surga”, mereka tak hanya mengumpulkan foto-foto Instagramable, tapi juga cerita-cerita seru yang bikin penasaran.

Perjalanan dimulai di Zhangjiajie, kawasan yang terkenal dengan formasi batu karstnya yang menakjubkan. Di sana, duo dinobatkan sebagai “pahlawan kaca” setelah berhasil menaklukkan Zhangjiajie Grand Canyon Glass Bridge. “Transparan banget, gaes! Bikin ngilu lihat ke bawah, tapi tetap jalan terus,” tulis Dea di Instagram, menambahkan bahwa mereka tak takut ketinggian, meski ada sensasi “melayang” di atas jurang.

Setelah puas menantang gravitasi, mereka melanjutkan ke Gunung Tianmen. Puncaknya terkenal dengan 999 anak tangga curam yang disebut “Tangga Menuju Surga”. Namun, ibunya Dea mengaku masih mencari teman yang mau ikut menaklukkan semua anak tangga itu, jadi mereka memanfaatkan eskalator yang tersedia. “Naik gunung pakai eskalator? Berhasil!” ujar Dea dengan gaya santai, sambil menertawakan keinginan ibunya yang sempat “ngide” naik semua tangga.

Sesudah menaklukkan Tianmen, mereka meluncur ke kota Hunan untuk menikmati kuliner lokal dan suasana kota yang hidup. Semua momen ini terekam dalam serangkaian foto dan video yang kini mengisi feed Instagram mereka, mengundang ribuan komentar penasaran dari netizen.

Analisis Pakar

Secara budaya pop, perjalanan Dea Ananda ke China mencerminkan tren selebriti Indonesia yang semakin mengglobal. Tidak hanya sekadar liburan, tetapi menjadi konten visual yang strategis untuk memperkuat personal branding. Dengan menampilkan diri di lokasi ikonik seperti Zhangjiajie Grand Canyon Glass Bridge dan Gunung Tianmen, ia menempatkan dirinya pada peta wisata internasional, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk “travel daring”.

Dari sudut psikologis, keputusan ibunya untuk “nyari temen” sebelum menaklukkan 999 anak tangga mengungkap nilai kebersamaan dalam pengalaman ekstrem. Ini menegaskan bahwa meski selebriti hidup di sorotan, mereka tetap mengutamakan nilai keluarga dan keamanan. Fenomena ini juga menambah dimensi humanis pada citra publik Dea, menjadikannya lebih relatable bagi penggemar.

Secara ekonomi wisata, eksposur media sosial selebriti seperti Dea dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa postingan Instagram dengan tag lokasi dapat meningkatkan minat wisata hingga 20‑30%. Oleh karena itu, otoritas pariwisata China dan Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk kampanye promosi bersama, memperkuat hubungan bilateral di bidang pariwisata budaya.

Terakhir, dari perspektif media, penggunaan bahasa yang ringan, emotikon, dan istilah kekinian (misalnya “ngilu”, “geret”) menciptakan kedekatan emosional dengan audiens milenial. Gaya penulisan ini tidak hanya meningkatkan engagement, tetapi juga menegaskan pergeseran paradigma jurnalisme hiburan yang kini lebih bersifat interaktif dan partisipatif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk naik eskalator ke puncak Gunung Tianmen?
  • A: Perjalanan eskalator memakan waktu sekitar 15‑20 menit, tergantung pada antrean pengunjung.
  • Q: Apakah Zhangjiajie Grand Canyon Glass Bridge aman untuk orang yang takut ketinggian?
  • A: Jembatan dilengkapi dengan kaca tempered berlapis yang kuat, namun sensasi melihat ke bawah tetap intens; disarankan memakai sabuk pengaman dan mengikuti petunjuk staf.
  • Q: Bagaimana cara mendapatkan tiket masuk ke Gunung Tianmen?
  • A: Tiket dapat dibeli secara online melalui situs resmi atau langsung di loket tiket di area masuk; paket kombinasi dengan eskalator biasanya lebih ekonomis.
Meow! Tanya Nesi!
😾