Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Azizah MRDS, Pesilat Lombok yang Bikin Netizen Ngaku 'Zendaya dari Indonesia'!

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Azizah MRDS, Pesilat Lombok yang Bikin Netizen Ngaku 'Zendaya dari Indonesia'!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Azizah MRDS, atlet pencak silat sekaligus dancer asal Lombok, viral karena wajahnya mirip bintang Hollywood Zendaya.
  • Netizen tak henti‑hentinya menandai akun Zendaya, mengira sang aktris bakal lihat aksi Spider‑Man parody milik Azizah.
  • Di balik kemiripan, Azizah sudah mengukir prestasi internasional di silat, menjuarai kompetisi tari, dan tampil di panggung megah seperti MotoGP Mandalika serta Istana Presiden.

Siapa sih Azizah MRDS? Nama lengkapnya Nurul Azizah Syafitri, lahir dan besar di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sejak kecil ia hidup antara dua dunia: pencak silat dan tari. Tanpa studio mewah atau koneksi selebriti, ia mengasah bakat lewat keringat, doa orang tua, dan latihan tiap hari.

“Aku anak Lombok asli. Dari kecil cuma tahu dua hal, dance sama silat. Enggak ada studio mewah, enggak ada koneksi siapa‑siapa. Yang ada cuma ngelatihan tiap hari, keringat sama doa orang tua,” tulis Azizah di Instagram pada 16 Mei lalu. Dari sanggar kecil di NTB, ia melompat ke panggung WWF, MotoGP Mandalika, bahkan Istana Presiden. “Bakat itu bisa tumbuh dimana saja, bahkan di pulau kecil yang sering dianggap jauh dari mana‑mana,” tambahnya.

Prestasi silatnya tak main‑main: juara 1 O2SN SMP tingkat Provinsi NTB, kemudian terpilih mewakili Indonesia di Hanoi International Martial Arts Festival 2026. Di dunia tari, ia pernah jadi peserta termuda di World of Dance (WOD) Jakarta, menempati peringkat ketujuh, dan bersama tim Miracle Dancers memegang gelar juara WOD Region Indonesia 2024 di Bali.

Namun yang bikin netizen heboh adalah kemiripan wajahnya dengan Zendaya. Komentar‑komentar seperti “Zendaya from Indonesia” atau “Memang adiknya Zendaya kan ya?” menghiasi kolom komentar postingannya. Bahkan ada yang menandai akun Instagram sang aktris, berharap si bintang Spider‑Man, Dune, dan The Odyssey melihat video parodi Spider‑Man yang dibuat Azizah.

Azizah menanggapi dengan santai: “Lha kok rame. Mari kita buat seru‑seruan aja ya.” Ia pun mengunggah ulang postingan‑postingan yang memuji kemiripannya, menjadikan hype ini bahan konten seru di media sosialnya.

Analisis Pakar

Fenomena Azizah MRDS bukan sekadar soal look‑alike. Di era digital, visual menjadi mata uang utama, dan kemiripan wajah dengan selebriti internasional dapat menjadi katalisator eksposur yang luar biasa. Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik hype ini? Pertama, netizen Indonesia memang memiliki budaya “celebrity‑spotting” yang kuat; mereka gemar mencari sosok lokal yang dapat menyaingi atau meniru bintang global. Hal ini menciptakan rasa kebanggaan kolektif—seolah‑olah Indonesia memiliki “Zendaya versi Nusantara”.

Kedua, keberhasilan Azizah menembus panggung internasional di bidang silat dan tari menunjukkan bahwa bakatnya memang legit. Tanpa dukungan studio megah, ia mengandalkan disiplin, jaringan komunitas lokal, dan platform media sosial untuk menampilkan diri. Ini menegaskan bahwa talenta dapat bersaing di level global asalkan ada strategi digital yang tepat. Video parodi Spider‑Mannya, misalnya, tidak hanya menonjolkan kemiripan fisik, melainkan juga kreativitas dalam menggabungkan budaya pop Barat dengan seni bela diri tradisional.

Namun, ada sisi lain yang perlu diwaspadai. Ketika sorotan publik terfokus pada penampilan fisik, risiko “type‑casting” muncul—Azizah bisa saja dilabeli hanya sebagai “Zendaya Indonesia” dan bukan sebagai atlet atau seniman yang berprestasi. Ini dapat mengaburkan pencapaian sportivitasnya dan menurunkan nilai penghargaan terhadap pencak silat sebagai warisan budaya. Oleh karena itu, penting bagi media dan penggemar untuk menyeimbangkan narasi: mengapresiasi kemiripan visual sekaligus menyoroti dedikasi, kerja keras, dan kontribusi budaya yang dibawa Azizah.

Terakhir, fenomena ini membuka peluang bagi industri hiburan dan olahraga Indonesia untuk berkolaborasi lebih erat. Bayangkan sebuah pertunjukan panggung yang menggabungkan elemen martial arts dengan choreography modern, dipandu oleh figur seperti Azizah yang sudah memiliki basis penggemar lintas platform. Ini bukan hanya soal viralitas, melainkan tentang menciptakan ekosistem kreatif yang memberi ruang bagi talenta lokal bersaing di panggung dunia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah Azizah MRDS benar‑benar mirip dengan Zendaya?
    A: Banyak netizen yang melihat kemiripan wajah, terutama pada foto‑foto profil, namun keduanya tetap memiliki ciri khas masing‑masing.
  • Q: Apa prestasi utama Azizah di bidang pencak silat?
    A: Ia juara 1 O2SN SMP tingkat Provinsi NTB dan mewakili Indonesia di Hanoi International Martial Arts Festival 2026.
  • Q: Bagaimana cara Azizah memanfaatkan popularitasnya?
    A: Ia aktif di media sosial, membuat konten parodi, dan menggabungkan tari serta silat dalam pertunjukan di acara besar seperti MotoGP Mandalika.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
😸