Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Netanyahu Bentrok dengan Jared Kushner: Perselisihan Kebijakan Gaza Memanas

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Netanyahu Bentrok dengan Jared Kushner: Perselisihan Kebijakan Gaza Memanas
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Perdebatan intens antara BenjaminNetanyahu dan menantu Presiden AS JaredKushner mengenai rencana fase kedua gencatan senjata di Gaza.
  • Kushner menuduh Netanyahu menghalangi upaya damai yang didukung oleh DewanPerdamaian, sementara Netanyahu menegaskan bahwa penarikan pasukan hanya akan terjadi setelah Hamas dibongkar sepenuhnya.
  • Ketegangan internal dalam pemerintahan Israel dan tekanan eksternal menambah kompleksitas proses politik yang sedang berlangsung.

Menurut laporan Channel14 yang dikutip oleh Anadolu Agency pada Selasa (11/8), pertemuan antara BenjaminNetanyahu and JaredKushner berubah menjadi diskusi panas dalam beberapa hari terakhir. Sumber yang dekat dengan kedua belah pihak menyebutkan bahwa Kushner menantang Netanyahu atas penolakan Israel terhadap peta jalan fase kedua gencatan senjata di Gaza.

"Anda sedang menggagalkan gagasan sesuai yang Anda inginkan," kata Kushner kepada Netanyahu, menuduhnya menghambat proses yang telah disepakati oleh DewanPerdamaian. Netanyahu menolak kritik tersebut dan menegaskan bahwa setiap pengaturan pemerintahan baru di Gaza hanya dapat dilakukan setelah senjata Hamas dilucuti dan wilayah tersebut sepenuhnya didemiliterisasi. Ia juga menolak gagasan menempatkan Gaza di bawah hukum Palestina, yang ia anggap setara dengan pengakuan negara Palestina – sebuah langkah yang secara historis ditolak oleh pemerintahannya.

Ketegangan ini muncul setelah Netanyahu menolak 15 poin yang diajukan oleh DewanPerdamaian. Poin-poin tersebut mencakup penarikan pasukan Israel setelah pelucutan senjata Hamas yang akan diawasi oleh Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG), sebuah badan yang terdiri dari teknokrat internasional, bukan perwakilan Israel atau Palestina. Meskipun kesepakatan baru ini belum sepenuhnya diimplementasikan, serangan militer Israel di Gaza terus berlanjut, menambah ketidakpastian bagi proses perdamaian.

Analisis Pakar

Perselisihan antara Netanyahu dan Kushner mencerminkan dinamika yang lebih luas antara kepentingan keamanan nasional Israel dan upaya diplomatik yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Dari perspektif realpolitik, Netanyahu berpegang pada prinsip bahwa keamanan Israel tidak dapat dikompromikan sebelum ancaman Hamas sepenuhnya dihilangkan. Pandangannya didukung oleh sebagian besar koalisi politik dalam negeri, yang melihat setiap konsesi teritorial sebagai potensi risiko keamanan yang tak dapat diterima.

Di sisi lain, Kushner, yang berperan sebagai penasihat senior dalam kebijakan luar negeri AS, mewakili pendekatan yang lebih pragmatis—menekankan pentingnya langkah-langkah bertahap untuk mengurangi penderitaan kemanusiaan dan membuka ruang bagi solusi politik jangka panjang. Penolakannya terhadap penundaan fase kedua gencatan senjata menandakan keinginan Washington untuk mengaktifkan mekanisme internasional, seperti NCAG, yang dapat menurunkan ketegangan tanpa mengorbankan kepentingan strategis Israel.

Ketegangan internal dalam pemerintahan Netanyahu, termasuk tekanan dari partai-partai koalisi yang menuntut kebijakan keamanan yang keras, memperumit kemampuan premiér untuk bernegosiasi. Sementara itu, kegagalan implementasi cepat dari kesepakatan gencatan senjata menimbulkan risiko eskalasi lebih lanjut, yang dapat memicu reaksi internasional dan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

Secara keseluruhan, konflik ini menyoroti batas antara kebijakan keamanan dan diplomasi kemanusiaan. Jika tidak ada titik temu yang memuaskan kedua belah pihak, kemungkinan besar akan muncul tekanan tambahan dari komunitas internasional, termasuk Uni Eropa dan PBB, yang menuntut solusi politik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa JaredKushner menentang keputusan BenjaminNetanyahu terkait gencatan senjata di Gaza?
    A: Kushner berargumen bahwa penolakan Netanyahu menghambat proses damai yang didukung oleh Dewan Perdamaian, khususnya fase kedua yang melibatkan penarikan pasukan Israel setelah Hamas dilucuti.
  • Q: Apa syarat utama Netanyahu untuk menarik pasukan Israel dari Gaza?
    A: Netanyahu menuntut pelucutan total senjata Hamas dan demiliterisasi penuh wilayah Gaza sebelum mempertimbangkan penarikan pasukan.
  • Q: Bagaimana peran Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) dalam kesepakatan gencatan senjata?
    A: NCAG, yang terdiri dari teknokrat internasional, akan mengawasi pelucutan senjata Hamas dan menjadi prasyarat bagi penarikan pasukan Israel, meskipun implementasinya masih dalam tahap awal.
Meow! Tanya Nesi!
😸