GIIAS 2026 Meledak! Pengunjung Mencapai 496 K, Test‑Drive Naik 30% – Apa Artinya bagi Pasar Otomotif Indonesia?
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Ringkasan Singkat
- Pengunjung GIIAS 2026 mencapai 496.378, naik 2,2 % dibandingkan tahun lalu.
- Test‑drive melonjak lebih dari 30 % dengan total 26.000+ trip selama 11 hari.
- Lebih dari 65 merek hadir, termasuk 43 merek mobil penumpang dan 7 merek kendaraan niaga.
Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS2026) kembali menggebrak dunia otomotif pada 30 Juli – 9 Agustus 2026 di ICEBSDCity, Tangerang. Selama 11 hari, pameran ini menyedot 496.378 pengunjung, menandai kenaikan 2,2 % dari rekor 485.569 pengunjung pada edisi 2025. Angka ini bukan sekadar statistik; ia mencerminkan kebangkitan minat konsumen Indonesia terhadap mobilitas berteknologi tinggi.
Lebih mengesankan lagi, aktivitas test‑drive melesat tajam. Panitia melaporkan lebih dari 26.000 trip, naik hampir 30 % dibandingkan 20.000 trip tahun lalu. Pengunjung rata‑rata menghabiskan lima jam di area pameran, menandakan mereka tidak hanya sekadar melihat, melainkan menguji performa, handling, dan fitur keselamatan kendaraan secara mendalam.
Keberagaman eksposur juga meningkat. Lebih dari 65 merek otomotif berpartisipasi, dengan 43 merek mobil penumpang (tambah tiga dari tahun sebelumnya) dan 7 merek kendaraan niaga (naik tiga). Industri pendukung meluas menjadi lebih dari 150 merek, menandakan ekosistem suplai yang semakin terintegrasi. Satu-satunya pengecualian adalah segmen sepeda motor, yang turun menjadi 13 merek dari 17 tahun lalu.
Menurut Ketua Harian Gaikindo, Anton Kumonty, durasi kunjungan yang lebih lama dan lonjakan test‑drive mengindikasikan konsumen yang datang dengan niat serius untuk membeli atau setidaknya mengevaluasi pilihan mereka secara kritis. "Kehadiran 37 kendaraan baru yang diluncurkan pada GIIAS kali ini menjadi magnet utama," ujarnya dalam konferensi pers resmi pada 10 Agustus.
Analisis Pakar
Sebagai reviewer otomotif yang telah menelusuri ribuan kilometer jalanan Indonesia, saya melihat fenomena ini sebagai titik balik penting. Pertama, peningkatan test‑drive bukan sekadar angka; ini menandakan konsumen kini menuntut bukti nyata performa sebelum memutuskan pembelian. Dengan lebih dari 26.000 trip, produsen harus menyiapkan unit demo yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menampilkan torque curve, fuel efficiency, dan sistem driver‑assist secara optimal.
Kedua, diversifikasi merek, terutama di segmen niaga, menandakan pasar Indonesia semakin terbuka bagi pemain baru yang menawarkan solusi logistik berbasis listrik atau hibrida. Kehadiran 7 merek kendaraan niaga, naik tiga unit, memberi sinyal bahwa operator fleet mulai memikirkan total cost of ownership (TCO) yang lebih rendah, bukan sekadar harga beli.
Ketiga, penurunan merek sepeda motor menjadi 13 merek mengindikasikan pergeseran fokus konsumen dari dua‑roda ke empat‑roda, terutama mengingat regulasi emisi yang semakin ketat dan kebijakan subsidi listrik yang mendukung kendaraan listrik. Produsen motor harus segera mengakselerasi inovasi, misalnya dengan motor listrik berkapasitas tinggi atau skuter dengan range lebih dari 200 km.
Akhirnya, durasi kunjungan rata‑rata lima jam menunjukkan bahwa pameran tidak lagi sekadar ajang peluncuran, melainkan arena edukasi. Konsumen menghabiskan waktu untuk memahami teknologi ADAS, platform EV, serta integrasi connected car. Ini menuntut produsen untuk menyiapkan tim teknis yang mampu menjawab pertanyaan detail, mulai dari charging curve hingga over‑the‑air updates. Tanpa edukasi yang memadai, potensi penjualan akan terhambat meski minat tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa total pengunjung GIIAS 2026?
A: 496.378 pengunjung selama 11 hari. - Q: Berapa banyak test‑drive yang dilakukan?
A: Lebih dari 26.000 trip, naik sekitar 30 % dibandingkan tahun 2025. - Q: Berapa jumlah merek yang berpartisipasi?
A: Lebih dari 65 merek, termasuk 43 merek mobil penumpang dan 7 merek kendaraan niaga.


