IHSG Naik 1%: 3 Saham Pilihan Bisa Bawa Cuan Besar Pekan Ini
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- IHSG menguat 1,04% menjadi 6.409 pada Jumat, didorong oleh volume transaksi yang melonjak 33%.
- Investor asing mencatat aliran masuk bersih Rp1,24 triliun, meski total jual bersih tahun ini masih tinggi.
- Analis menargetkan tiga saham ā ESSA, TPIA, dan MDKA ā untuk melanjutkan rally dengan potensi kenaikan masingāmasing 8ā10%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 65,94 poin atau naik 1,04% ke level 6.409 pada Jumat (7/8). Total nilai transaksi mencapai Rp16,46 triliun dengan 38,06 miliar lembar saham berpindah tangan.
Selama lima hari perdagangan (3ā7 Agustus 2026), pasar tutup positif. Kapitalisasi pasar naik 2,64% menjadi Rp11,212 triliun, sementara rataārata volume transaksi harian melonjak 32,98% ke 39,95 miliar lembar. Nilai transaksi harian sedikit turun 0,38% menjadi Rp15,38 triliun, namun frekuensi transaksi naik 27,62% menjadi 2,32 juta kali.
Investor asing mencatat nilai beli bersih Rp1,24 triliun hari ini, meski akumulasi penjualan bersih tahun 2026 masih besar di angka Rp71,29 triliun.
Proyeksi investor asing dan data makro domestik menjadi penentu arah IHSG minggu depan. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memperkirakan indeks bergerak dalam rentang 6.320ā6.480 dengan dukungan pada data indeks keyakinan konsumen Juli (diperkirakan turun ke 116) serta penguatan rupiah ke Rp17.800 per dolar.
Di sisi luar negeri, pasar menantikan data inflasi AS Juli yang diproyeksikan melambat menjadi 3,4% YoY. Jika data sesuai ekspektasi, kebijakan The Fed berpotensi menjadi lebih dovish, memberi ruang bagi ekuitas Indonesia.
Berbasis analisis teknikal, tiga saham yang direkomendasikan:
- ESSA Industries (ESSA) ā naik 1,60% ke Rp635, target Rp685.
- Chandra Asri Pacific (TPIA) ā naik 4,69% ke Rp2.230, target Rp2.400.
- Merdeka Copper Gold (MDKA) ā naik 3,52% ke Rp2.940, target Rp3.130.
MNC Sekuritas juga menilai IHSG masih berpeluang menguat, dengan support di 6.112 dan resistance di 6.454. Analis Herditya Wicaksana menyoroti data inflasi AS, PPI, serta laporan kuartal II emiten domestik sebagai katalis utama.
Rekomendasi tambahan dari MNC Sekuritas:
- Buana Lintas Lautan (BULL) ā naik 1,33% ke Rp456, target Rp520.
- Bumi Resources (BUMI) ā naik 4,47% ke Rp187, target Rp210.
- Multipolar (MLPL) ā naik 5,21% ke Rp101, target Rp113.
Analisis Pakar
Sebagai seorang ekonom makro dan jurnalis keuangan, saya menilai bahwa penguatan IHSG minggu ini bukan sekadar reaksi teknikal, melainkan refleksi dari dinamika likuiditas global yang kembali mengalir ke pasar emerging. Aliran masuk bersih investor asing sebesar Rp1,24 triliun, meski masih jauh di bawah penjualan bersih tahunan, menandakan adanya sentimen āriskāonā yang kembali muncul setelah data inflasi AS diperkirakan melambat. Penguatan rupiah ke Rp17.800 per dolar memperkuat daya tarik aset berbasis ekuitas Indonesia karena mengurangi beban konversi nilai bagi investor asing.
Namun, perlu diwaspadai bahwa fondasi pertumbuhan domestik masih rapuh. Penurunan indeks keyakinan konsumen ke level 116 mengindikasikan penurunan ekspektasi rumah tangga, yang pada gilirannya dapat menekan konsumsi dan profitabilitas sektor ritel serta properti. Oleh karena itu, saham-saham yang dipilih harus memiliki fundamental kuat, seperti margin yang stabil, eksposur ekspor yang menguntungkan, atau posisi pasar yang defensif.
Di sisi sektor komoditas, MDKA dan TPIA berada pada posisi yang menguntungkan karena harga tembaga dan petrokimia global masih berada pada level yang relatif tinggi. ESSA, sebagai produsen bahan kimia khusus, mendapat manfaat dari penurunan biaya energi lokal berkat penguatan rupiah. Namun, semua saham ini tetap rentan terhadap volatilitas nilai tukar dan kebijakan tarif internasional, terutama mengingat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi harga minyak, termasuk potensi tutup Selat Hormuz.
Strategi alokasi yang bijak untuk pekan ke depan adalah menyeimbangkan eksposur antara saham defensif dengan potensi upside yang jelas, sambil tetap menjaga likuiditas untuk menanggapi pergerakan data makro AS dan China. Investor yang mengedepankan manajemen risiko dapat mempertimbangkan stopāloss di sekitar level support teknikal masingāmasing saham, sambil menyiapkan target profit pada level resistance yang telah diproyeksikan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa yang memicu kenaikan IHSG pada minggu ini?
A: Kenaikan dipicu oleh aliran masuk investor asing, penguatan rupiah, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed setelah data inflasi AS diperkirakan melambat. - Q: Saham mana yang paling berpotensi memberikan keuntungan minggu ini?
A: Berdasarkan analisis teknikal, ESSA Industries, Chandra Asri Pacific, dan Merdeka Copper Gold memiliki target kenaikan yang realistis dan likuiditas tinggi. - Q: Bagaimana data inflasi AS memengaruhi pasar saham Indonesia?
A: Jika inflasi AS melambat, The Fed cenderung menurunkan atau menunda kenaikan suku bunga, yang biasanya menguatkan pasar ekuitas emerging termasuk Indonesia.


